Harapan Terakhir

Harapan Terakhir
Episode 29


__ADS_3

Dan yang seperti dijanjikan, Ayumi datang ke rapat pemegang saham dengan Dong min berjalan disampingnya. Tadi pagi setelah Kenji pergi ke kantornya, Ayumi langsung bersiap untuk menghadiri rapat pemegang saham yang akan memberitahukan keputusan mereka terkait kerjasamanya dengan kantor Kenji. Yang membuat Ayumi bingung adalah rapat tersebut digelar tanpa sepengetahuan Kenji dan diadakan di kantor yang ia ketahui adalah kantor Derick.


"Rapatnya sudah dimulai setengah jam yang lalu. Dan sepertinya akan segera selesai." Dong min berjalan tergesa memberitahu Ayumi.


"Maaf aku terlambat. Aku baru bisa berangkat setelah Kenji berangkat." Kata Ayumi menyesal.


"Tak apa yum, yang penting kau datang." Katanya memberitahu Ayumi.


"Aku rasa sudah diputuskan kalau kerjasama kita dengan perusahaan tuan Oh dibatalkan. Bukan hanya karena rumor yang sewaktu-waktu bisa ikut merugikan kita. Tapi juga karena sifat putra Tuan dan Nyonya Oh sangat bertolak belakang." Terdengar salah satu pemegang saham membacakan hasil rapat, Ayumi yang mendengarnya sedikit berdebar takut jika dirinya terlambat.


Cklek!


Dong min membukakan pintu rapat untuk Ayumi, dan semua mata menoleh ke arahnya. Derick sedikit tercengang melihat wanita mungilnya berdiri disana sambil bergetar menahan isakannya.


"Siapa kau? Apa kau tak lihat kami sedang rapat?" Tanya salah satu pemegang saham pada Ayumi yang masih tampak bingung.


"yum." Dong min sedikit berbisik pada Ayumi membuat Ayumi tersadar.


"umhh.. anyeonghaseyo, saya OH AYUMI HANEUL, istri dari OH KENJI HANEUL, saya kemari untuk menampik rumor yang mengatakan kalau suami saya memperlakukan saya seperti binatang." Ayumi berbicara dengan satu kali nafas, membuat para pemegang saham menatapnya dan Derick memperhatikan Ayumi dengan cemas.


"Jadi kau tak membenarkan rumor tersebut?"


Setengah jam sudah berlalu. Ayumi sudah menjelaskan bahwa semua rumor yang beredar adalah kebohongan, meskipun disini dialah yang berbohong, tapi Ayumi tak mungkin mengatakan sesuatu yang bisa membuat Kenji berada dalam kesulitan nantinya. Ayumi berkali-kali melirik ke arah Derick, seolah meminta Derick untuk tidak mengatakan apapun yang bisa memberatkan Kenji. Dan Derick seperti biasa, dia tidak bisa menolak apa yang Ayumi minta darinya.


"Ya benar, suamiku sangat baik dan mencintaiku. Bagaimana bisa dia memukuliku?" ujarnya mati-matian membela Kenji didepan para petinggi direksi pemegang Saham.


"Lalu bagaimana dengan rumor yang beredar kalau Tuan Oh bercinta dengan sekertarisnya dirumah kalian?"


Pertanyaan kali ini membuat mata Ayumi memanas karena harus mengingat betapa teganya Kenji bercumbu dengan wanita dirumah mereka malam itu. Namun Ayumi kembali menguatkan dirinya dan tersenyum menjawab pertanyaan menyesakkan itu "Itu bukan suamiku." Balas Ayumi bergetar menatap tajam seluruh anggota direksi yang hanya terdiam merasa tak enak pada Ayumi yang harus membagi kehidupan pribadinya bersama Kenji.


"Derick hanya tertawa pahit dalam hati, dia tahu kalau Ayumi sangat mencintai Kenji, tapi dia tidak tahu kalau cinta Ayumi untuk Kenji benar-benar membuatnya rela mengatakan semua kebohongan ini".

__ADS_1


Tak lama ruang rapat itu terasa sepi sampai ada yang bersuara "Kalau begitu kerjasama dilanjutkan. Kita tidak punya alasan lagi untuk mengakhiri kerjasama dengan pria berbakat seperti Tuan Oh Kenji." Ujar petinggi direksi dari Jepang membuat Ayumi menghela lega nafasnya.


"Terimakasih anda sudah hadir tepat waktu Nyonya Oh." Katanya menatap Ayumi dan tak lama meninggalkan ruang rapat diikuti seluruh anggota direksi lainnya.


Tinggalah Ayumi berdua dengan Derick yang tak mengeluarkan suaranya sama sekali sejak kedatangannya. "Ayumi tahu kalau Derick sedang marah dan tak habis pikir padanya."


"Apa kau marah padaku?" tanyanya berjalan mendekati Derick yang menyibukkan diri dengan dokumen di mejanya.


"Untuk apa?" balas Derick tak menatap Ayumi.


"Karena aku datang kemari" balas Ayumi sedikit bergetar takut jika Derick benar-benar marah padanya.


"Dia suamimu kan? Wajar kau menutupi kelakuan bejatnya." Kekeh Derick menyindir tajam Ayumi yang tak menjawab apa-apa lagi.


"Derick sebenarnya tahu kalau ucapannya sudah berlebihan, dia kemudian menatap ke arah Ayumi yang tak lagi mengeluarkan suara setelah mendengar jawabannya".


"Astaga Yum, kenapa menangis seperti itu?" Derick terkejut mendapati Ayumi menangis terisak sangat sedih dan terlihat sangat ketakutan.


"Maaf yum, maafkan aku. Aku tidak marah." Derick menghapus airmata Ayumi dan tersenyum padanya. "Ayo aku antar pulang." Derick mencium kening Ayumi sekilas dan menggenggam tangan Ayumi menuju parkiran mobil.


"Derick" panggil Ayumi membuat Derick menoleh padanya "Ada apa hmm?"


"Kau benar-benar tak marah padaku kan?" Tanya Ayumi penuh harap.


"Tidak" balas Derick meyakinkan.


"Kalau begitu apa bisa kau mentraktirku es krim? Bayiku menginginkannya." Ayumi beralasan agar Derick membelikannya es krim.


"Bayimu atau dirimu?" sindir Derick setengah tertawa.


"Kami berdua" Ayumi menjawab Derick dan tertawa senang karena tentu saja Derick akan mentraktirnya es krim.

__ADS_1


..


..


"Bagaimana bisa mereka langsung memutuskan untuk kembali bekerja sama denganku sementara sebelumnya mereka yakin untuk mengakhiri kerjasama denganku?" Kenji bertanya bingung pada Dong min yang hanya tersenyum tak jelas padanya.


"Apa yang kau lakukan untuk meyakinkan mereka?"


Tanya Kenji menatap curiga pada Dong min.


"Kau yakin ingin tahu?" katanya menggoda Kenji.


"Sudahlah tak penting. Yang penting usaha yang dibangun ayahku tak jadi hancur. Aku berhutang padamu" katanya tersenyum dan melewati Dong min untuk pergi ke ruangannya.


"Ayumi yang melakukannya. Jadi, kau tak berhutang padaku. Kau berhutang pada Ayumi istrimu, dia yang berbicara pada anggota direksi pagi ini."


Pernyataan Dong min sukses membuat Kenji menghentikan langkahnya. Dia jarang sekali mendengar nama Ayumi disebut, namun saat Dong min mengatakan Ayumi lah yang membantunya ada perasaan aneh menelusup ke hatinya, dia merasa sangat merindukan sesuatu yang dia sendiri juga tak mengerti.


"Ba-bagaimana bisa? Bukankah aku bilang jangan menemuinya?" Kenji sedikit meradang pada Dong min yang berani melibatkan Ayumi.


"Kami bertemu di toko perlengkapan bayi, aku mengajaknya bicara dan dia bersedia mengklarifikasi. Kau sangat beruntung memilikinya."


Puji Dong min akan kebaikan Ayumi.


"Kenji Mengabaikan tempat dimana Ayumi dan Dong min bertemu, Kenji langsung berlari cepat untuk menemui Ayumi dan bertanya langsung padanya. Entahlah bagaimana caranya bertanya nanti, tapi yang jelas ia harus segera menemui Ayumi".


Kenji menjalankan mobilnya dengan cepat, dia sedikit menggerutu karena jalan yang biasa ia lewati mengalami kemacetan lalu lintas akibat kecelakaan. Dia sudah mendengus kesal dan ingin memaki siapa saja yang membuat kemacetan ini terjadi, sampai saat dia menoleh ke arah kiri jalan, hatinya merasa hangat melihat seseorang yang ingin ia temui sedang dengan lahapnya memakan es krim di sebuah toko es krim sambil tersenyum setiap kali mulutnya membuka untuk melahap sendok es krim yang lainnya. Sekelibat ingatan tentang betapa sosok mungil itu sangat menyukai es krim menyeruak masuk ke benak Kenji dan tanpa disengaja untuk pertama kalinya selama tujuh tahun Kenji tersenyum sangat bahagia.


..


..

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2