
""I'm not sure this is a world I belong in anymore. I'm not sure that I want to wake up.""
_________________________________________________
**HARAPAN TERAKHIR**
..
..
Seminggu sudah Ayumi menjalani masa kritisnya dan seminggu pula dirinya belum sadarkan diri dari masa kritisnya. Ayumi didiagnosa mengalami masalah gangguan pada syaraf otaknya. Derick dan Keiko selalu menemani Ayumi sejak malam dimana Ayumi dinyatakan mengalami keguguran. Sementara Kenji, dia hanya bisa menjenguk Ayumi secara diam-diam. Egonya masih mengalahkan hati nuraninya yang sebenarnya mengkhawatirkan keadaan Ayumi. Dia hanya datang dan menemui Ayumi saat Derick dan Keiko tak berada di ruangan.
Seperti malam ini misalnya, di tengah hujan deras yang mengguyur kota Seoul, Kenji seperti biasa rutin mengunjungi rumah sakit, namun dia sedikit mendesah kesal karena Derick sama sekali tak pernah absen untuk datang ke rumah sakit, Derick juga selalu menginap dan tidur disamping kiri Ayumi sementara Keiko tidur di samping kanan Ayumi. Awalnya Kenji berharap karena hujan yang deras ini, Derick tidak akan datang berkunjung, namun dia salah, Derick tetap datang kerumah sakit walau harus basah kuyup, karena memang Kenji melihat Keiko membantu Derick melepaskan jasnya yang basah.
"Apa belum ada perkembangan dari Ayumi?"
Kenji mencuri dengar ucapan Derick yang sedang bertanya pada Keiko.
"Belum. Dia masih tidur dengan cantiknya." Lirih Keiko memandang Ayumi dan kemudian duduk disamping Ayumi mengelus sayang wanita imutnya ini.
"Derick..Bagaimana reaksi Ayumi jika dia tahu dia kehilangan bayinya?" tanya Keiko yang kembali menitikkan air matanya tak tahan membayangkan bagaimana reaksi kepedihan yang akan Ayumi rasakan nanti.
__ADS_1
Pertanyaan Keiko pun, membuat seseorang yang sedang mencuri dengar di dekat pintu masuk mengernyit dan merasakan denyutan yang terasa menyakitkan di dadanya. Dia juga tidak bisa membayangkan akan seperti apa reaksi Ayumi nantinya jika dia mengetahui kalau calon bayinya –tidak- calon bayi mereka tak berhasil diselamatkan.
"Kita akan selalu bersamanya Keii, yang penting sekarang Ayumi harus bangun terlebih dulu. Dia sudah terlalu lama tertidur." Ujar Derick memegang bahu Keiko yang terus bergetar.
Hatcih~
Tak lama setelah itu, Keiko bersin dan gemetar bukan karena dia sedang menangis, tapi karena tubuhnya yang terasa sangat kedinginan.
"Keii, kau sakit?" Derick menoleh dan bertanya pada Keiko, namun Keiko menggeleng lemah "Aku baik-baik saja. Aku hanya sedikit lelah karena yumiku belum sadar juga." Gumam Keiko merebahkan kepalanya disisi ranjang Ayumi.
Deruck mengernyit tak mempercayai ucapan Keiko yang tampaknya sedang tak enak badan, dia pun memegang paksa dahi Keiko dan membelalak saat merasakan suhu tubuh Keiko yang sangat panas "Astaga Keii, badanmu panas sekali." Katanya memberitahu Keiko "Kau harus diperiksa." Derick sedikit memaksa Keiko yang masih merebahkan dirinya disisi ranjang Ayumi.
"Tidak. Aku baik-baik saja. Bagaimana kalau Ayumi bangun dan tak ada kita? Dia akan merasa kita tak mempedulikannya rick." Protes Keiko yang meronta dengan pegangan Derick di bahunya.
"Kau tetap harus diperiksa Keii, aku tak mau kau kelelahan karena menjaga Ayumi seminggu ini. Kau bahkan tak pulang kerumah." Ujar Derick yang terus memaksa Keiko.
"Derick cukup! Aku baik-baik saja." Keiko sedikit merasa bersalah karena membentak Derick.
"Derick.. Astaga turunkan aku. Kita tak boleh meninggalkan Ayumi sendirian." Keiko meronta di gendongan Derick , namun Deruck mengabaikannya, Derick tampak semakin khawatir karena wajah Keiko begitu pucat.
Sepeninggal Derick yang membawa Keiko untuk diperiksa, barulah Kenji memberanikan diri untuk masuk kedalam ruangan Ayumi. Dia masuk dengan perlahan dan tanpa suara, sampai akhirnya dia benar-benar berdiri disamping Ayumi.
Matanya terus menelusuri wajah yang tampak cantik saat tertidur itu, membayangakan bagaimana cantiknya bibir itu ketika tersenyum, entah kenapa matanya terus menelusuri setiap jengkal tubuh Ayumi, sampai tatapannya berhenti di perut Ayumi yang tampak datar karena tak lagi mengandung calon bayi mereka.
Kenji tersenyum pahit, mengingat beberapa kali ia mengatakan Ayumi menjadi gemuk dan terlalu berisi, dia tidak menyangka sama sekali jika saat itu, istri yang ia benci ini sedang mengandung anaknya, darah dagingnya. Tanpa dia sadari pun air mata jatuh cepat dari matanya dan membasahi pipi serta hidungnya.
"Maaf."
__ADS_1
Untuk pertama kalinya pula setelah tujuh tahun ini, kalimat yang Kenji sendiri bersumpah untuk tak pernah mengucapkannya lagi, akhirnya dia katakan didepan seseorang yang menjadi korban kemarahannya selama tujuh tahun ini.
Rasa menyesal yang kali ini Kenji rasakan adalah karena menolong dirinyalah Ayumi kehilangan bayinya. Dia bahkan berfikir keras selama seminggu ini kenapa Ayumi menolongnya? Kenapa Ayumi tak membiarkannya mati agar dia tak perlu merasa tertekan dan menderita lagi? dan kenapa Ayumi tak memilih menyelamatkan bayinya.Semua pertanyaan di benak Kenji selalu membuatnya sakit kepala, memikirkan kenapa Ayumi sangat bodoh menyelamatkan orang yang jelas-jelas membencinya.
"Bangunlah. Ada banyak hal yang ingin aku tanyakan." Pintanya memberanikan diri menggenggam tangan Ayumi yang terasa sangat dingin.
Sementara itu, terdengar langkah Derick yang tergesa-gesa kembali ke ruangan Ayumi karena ingin mengambil jasnya yang tertinggal di ruangan Ayumi, dia harus melunasi administrasi pembayaran karena benar Keiko mengalami dehidrasi serta kelelahan dan harus dirawat untuk diinfus.
Derick sedikit mengernyit mendapati seseorang berada di ruangan Ayumi, dia sedikit membelalak mendapati Kenji berada disana dan ingin segera mengusirnya keluar sampai tak sengaja dia mendengar apa yang diucapkan Kenji pada Ayumi yang masih belum sadarkan diri.
"Kau adalah manusia bodoh yang memilih menyelamatkan orang sepertiku, kenapa kau ada disana ? kenapa kau nekat berlari ke arahku? Kenapa kau mengorbankan bayi tak berdosa itu hmhh?" ujar Kenji sedikit bergetar sambil menggenggam erat tangan Ayumi.
"Apa kau ingin membalasku? Apa kau ingin berteriak pembunuh didepan wajahku saat kau bangun nanti? Kenapa-..Kenapa jadi seperti ini..hah!." Kenji mengerang kesal dan terlihat sangat frustasi menjambak kencang rambutnya sendiri.
Derick hanya bisa mendengarkan semua ucapan Kenji tak berniat lagi mengusir Kenji yang mau bagaimanapun merupakan suami sah dari Ayumi. Dia tak menyangka kalau Kenji juga sangat merasa kehilangan bayi yang dikandung Ayumi, Derick tersenyum lirih karena merasa tak tega pada sepupunya yang harus kembali merasakan kehilangan seseorang yang membuatnya terlihat sangat syok dan begitu pucat.
"Bangunlah..Aku tidak tahu harus bersikap padamu seperti apa nantinya, tapi yang jelas kau harus bangun. Jangan buat aku marah..Ayumi." Kenji merasa seluruh tubuhnya bergetar saat nama Ayumi meluncur bebas keluar dari mulutnya. Tidak seperti biasa ia memanggil nama Ayumi penuh kemarahan, kali ini dia merasa sangat rindu memanggil nama yang terasa sangat pas diucapkan dan begitu sayang jika tak digumamkan.
Kenji membelalak saat merasakan tangan Ayumi bergerak di genggamannya, dia kemudian tersenyum lega dan buru-buru melepaskan genggamannya pada tangan Ayumi. Kenji sedikit berlari keluar ruangan Ayumi, membuat Derick yang sedari tadi memperhatikannya mengernyit bingung, sepeninggal Kenji pun, Derick memasuki kamar Ayumi untuk memastikan keadaan Ayumi. "Ayumi?" Gumam Derick yang sedikit terkejut melihat Ayumi sedang mengerjapkan matanya seolah mencari tahu dia sedang berada dimana.
"Derick..." lirih Ayumi saat melihat Derick berdiri tak jauh didekatnya. Ayumi merasakan tangannya yang masih terasa hangat, dia bisa membuka matanya karena berharap kehangatan yang dia rasakan tak cepat menghilang, namun dia sedikit kecewa karena ternyata genggaman hangat yang ia rasakan hanyalah imajinasinya semata.
"Syukurlah yum, syukurlah.. kau sudah bangun. Aku-... Dokterrrr... siapapun cepat kemari." Derick menghampiri Ayumi dan berteriak memanggil tim medis agar cepat datang memeriksa kondisi Ayumi.
Derick masih terus menggenggam tangan Ayumi sambil menekan tombol yang ada di atas tempat tidur Ayumi, tak lama Kyuhyun dan beberapa asistennya serta perawat pun berdatangan dan meminta Derick untuk keluar ruangan sebentar.
..
__ADS_1
..
Bersambung...