Harapan Terakhir

Harapan Terakhir
Episode 30


__ADS_3

Kenji menjalankan mobilnya dengan cepat, dia sedikit menggerutu karena jalan yang biasa ia lewati mengalami kemacetan lalu lintas akibat kecelakaan. Dia sudah mendengus kesal dan ingin memaki siapa saja yang membuat kemacetan ini terjadi, sampai saat dia menoleh ke arah kiri jalan, hatinya merasa hangat melihat seseorang yang ingin ia temui sedang dengan lahapnya memakan es krim di sebuah toko es krim sambil tersenyum setiap kali mulutnya membuka untuk melahap sendok es krim yang lainnya. Sekelibat ingatan tentang betapa sosok mungil itu sangat menyukai es krim menyeruak masuk ke benak Kenji dan tanpa disengaja untuk pertama kalinya selama tujuh tahun Kenji tersenyum sangat bahagia.


..


..


Kenji memutuskan untuk memarkirkan mobilnya sembarangan dan ingin segera berbicara dengan wanita mungilnya sampai saat dia baru mengedipkan matanya, dia melihat pemandangan yang kembali membuatnya memanas.


Ya, saat ini Kenji sedang melihat Derick mengelap sudut bibir Ayumi yang berantakan karena memakan es krim, dan bukannya menolak Ayumi malah tersenyum dan tak lama tertawa sangat senang. Tawa yang sudah tak pernah Kenji lihat lagi beberapa tahun ini.


Kenji mencengkram erat kemudi mobilnya, menahan mati-matian untuk tidak kesana dan memukuli Ayumi yang berani sekali bermesraan dengan Derick.


Mengabaikan rasa marahnya, Kenji kemudian menyeringai dengan kemarahan dan kebencian yang kembali menguasai dirinya "Akan kuberi kau pelajaran, Jal*ng!" desisnya dan tak lama memutar arah mobilnya menyeruak kemacetan lalu lintas dan pergi dengan kemarahan yang membuncah didirinya.


..


Waktu sudah menunjukkan pukul dua pagi, namun belum ada tanda-tanda kepulangan Kenji. Hal itu membuat Ayumi tak henti-hentinya mengkhawatirkan Kenji, sampai akhirnya terdengar suara mobil tiba di parkiran rumah membuat Ayumi mendesah lega karena Kenji akhirnya kembali kerumah. Dengan segera dia berlari kedepan pintu untuk menyambut Suaminya.


Cklek!


"Selamat datang Kenji." Sapa Ayumi namun dia hanya mendapatkan tatapan tajam dari Kenji, Ayumi sedikit bergedik ngeri karena tatapan ini adalah tatapan yang sama saat Kenji sedang sangat marah.


"Kau kemana saja hari ini?" tanyanya pada Ayumi yang sedang berjongkok melepas ikatan tali sepatunya.


"Aku hanya dirumah."


"BOHONG!" hardik Kenji membuat Ayumi tersentak di bawah sana.


"Bangun kau sialan" katanya menjambak kasar rambut Ayumi.


"Ken-njii" mata Ayumi berkaca-kaca karena takut Kenji akan kembali memukulinya lagi.

__ADS_1


BRAK!


Kenji mendorong kasar tubuh Ayumi ke sofa dan kemudian mulai melepas ikat pinggangnya untuk member pelajaran pada Ayumi.


"Ken-njii jangan. Sakit. Aku minta maaf" isak Ayumi yang sudah meringkuk melindungi perutnya agar Kenji tak mengincar bagian perutnya.


"Kau berharap apa dariku? Ucapan terimakasih karena telah berlagak menjadi sok pahlawan yang menyelamatkan perusahaan ayahku? Mimpi saja kau, Jal*ng!" geram Kenji yang sudah mendekati Ayumi dan...


ctar! ctar!


Ayumi merasakan panas diwajahnya saat besi dari ikat pinggang Kenji kembali ia rasakan "Kenji ampun. Aku mohon jangan pukuli aku lagi." Isak Ayumi berlari dan berlutut memegang kaki Kenji berharap Kenji tak memukulinya lagi.


"Berani-beraninya kau bermesraan dengan Derick di tempat umum. Dasar Jal*ng tak tahu malu. Apa selama ini kau bercinta dengannya juga hah?" teriak Kenji menjambak rambut Ayumi membuat Ayumi mendongak menatap ke arahnya.


"Tidak Kenji, aku tidak selingkuh. Aku hanya bercinta denganmu. Percaya padaku, aku mohon" isak Ayumi meringis kesakitan.


"PEMBOHONG!" teriak Kenji penuh amarah dan...


Kenji menghempaskan kasar tubuh Ayumi ke lantai, membuat kepala Ayumi lagi-lagi membentur keras lantai.


Pandangan Ayumi sudah mulai kabur saat kepalanya berdenyut hebat. Samar-samar dia melihat Kenji mendekat ke arahnya masih dengan wajah ingin memukulinya. Ayumi bergerak ke arah berlawanan, agar Kenji tak menendang perutnya.


"Kau mungkin hanya bercinta denganku. Tapi aku tak yakin kalau kau tak selingkuh dariku. Apa kau mencintai Derick?" bisik Kenji menakutkan di telinga Ayumi. Ayumi menggeleng cepat dan berusaha meyakinkan Kenji,


"Tidak Kenji, aku hanya mencintaimu. Hanya kau." Balas Ayumi tanpa ragu.


"Ck! Istriku tercinta pintar sekali berbohong." Gumamnya mengambil pukulan kasti di sudut ruangan kerjanya. Ayumi membelalak melihat apa yang Kenji bawa, dia menggeliat berusaha melarikan diri, sampai Kenji kembali menjambaknya dan membawanya ke tempat semula.


"ASTAGA KENJI! APA YANG KAU LAKUKAN?"


Suara teriakan Keiko yang menyeruak ke ruangan dan berdiri didepan Ayumi menghentikan perbuatan gila Kenji kepada Ayumi.

__ADS_1


"Minggir!" desisnya pada Keiko.


"APA YANG KAU PIKIR AKAN KAU LAKUKAN?" Teriak Keiko menantang Kenji, dirasakannya kakinya dipegang Ayumi yang seperti mengingatkannya untuk tidak melawan Kenji.


"Bukan urusanmu Keii, menyingkirlah." Suara mengerikan Kenji mengingatkan Keiko untuk tak ikut campur.


"Benar bukan urusanku! Bunuh Ayumi sekarang!. BUNUH DIA AGAR KAU PUAS! BERHENTI MENYIKSANYA CUKUP BUNUH DIA SEKARANG! JUGA" Keiko berteriak dengan bergetar, tak tahan melihat wajah Ayumi yang kembali memar dan tangannya yang terus memegangi kepalanya yang menandakan kalau Ayumi sedang kesakitan.


"KAU MENGINGINKAN KEMATIANNYA KAN KENJIAA? KAU MENGINGINKAN DIA MATI UNTUK MEMBALAS KEMATIAN ORANG TUAMU KAN? BUNUH DIA DAN BERHENTI MENYIKSANYA AKU MOHON."


Keiko terduduk dan menangis memeluk Ayumi yang kesakitan dengan erat, sementara Kenji entah kenapa dia merasa ada perasaan aneh yang kembali menyeruak di dalam dirinya, dia menatap Ayumi yang sudah tak berdaya di pelukan Keiko dan...


TRANG~


Dia membuang asal pemukul kasti itu, dan pergi dari rumahnya entah menuju kemana. Ayumi secara samar melihat kepergian Kenji, dan tak lama dia pingsan karena semua menjadi gelap secara tiba-tiba.


..


tiga bulan kemudian...


Semenjak insiden Kenji yang pergi meninggalkan rumah setelah selesai memukuli Ayumi, Ayumi tak pernah melihat Kenji lagi, Dong min bilang Kenji melakukan perjalanan ke Jepang dan akan kembali tiga bulan kemudian. Hari ini adalah tepat tiga bulan semenjak kepergian Kenji.


Dan selama kepergian Kenji pula, Ayumi merasa senang sekaligus sedih bersamaan. Senang karena usia kehamilannya sudah masuk bulan keempat tanpa harus mendapat pukulan dan makian dari Kenji dan sedih karena sampai sekarang Kenji tak tahu kalau sebentar lagi dia akan menjadi seorang ayah, Ayumi takut jika dia tetap nekat memberitahu Kenji tentang kehamilannya, Kenji akan menyakiti bayi mereka. Namun jauh didalam lubuk hatinya. Ayumi sedih karena sangat merindukan Kenji, walau Kenji sering memukulinya dan membentaknya dia tak pernah tak bertemu Kenji sampai selama ini. membuatnya kadang resah, dan hanya bisa menatap rindu pada foto Kenji yang ia simpan didompetnya.


Saat ini Ayumi sedang berada di klinik kehamilan, ini pertama kalinya dia melakukan USG pada kehamilannya dan begitu senang mengetahui kalau calon bayinya tumbuh sehat didalam sana. Ayumi tak hentinya tersenyum memandangi hasil USG nya didalam bis. Sampai akhirnya dia turun dari bis dan berjalan menuju ke rumahnya.


..


..


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2