Harapan Terakhir

Harapan Terakhir
Episode 43


__ADS_3

GLUP!


"Ahhh... ini menenangkan sekali."


Saat ini, Dong min membawa Ayumi dan Ha eun ke kedai pinggir jalan, Dong min yang kesal pada Ha eun karena selalu bertindak sesukanya sengaja minum-minum didepan Ha eun, membuat kekasihnya itu menggeram kesal.


"Dong min-naa hentikan..." pekik Ha eun yang berusaha mengambil botol soju dan gelasnya dari tangan Dong min namun tentu saja diabaikan Dong min yang sedang berpura-pura mabuk.


"Hey Eonni." Dong min beralih pada Ayumi.


"Hmm...ada apa?" Balas Ayumi yang sedang menahan tawanya, karena menurutnya Ha eun sangat lucu jika sedang diabaikan Dong min.


"Apa kau selalu membuat suamimu mengkhwatirkanmu?" Tanya Dong min yang masih meneguk sojunya.


Ayumi mengggeleng dengan cepat "Tidak, tentu saja tidak. Aku tidak mau membuatnya marah karena cemas padaku. Umm... dia sedikit menakutkan jika sedang marah." Ujar Ayumi menerawang, entah mengapa dia benar-benar tak biasa hidup jauh dari Kenji Tak ada satu haripun dilewatinya tanpa merindukan suaminya yang bahkan belum tentu menginginkannya kembali, Ayumi hanya membiasakan diri untuk tidak diam-diam kembali kerumahnya dan memeperhatikan Kenji dari jauh, karena dia tahu benar Kenji sangat baik tanpa kehadirannya.


"Maaf membuatmu cemas."


Gumam Ha eun menyesal, membuat Ayumi dan Dong min menatap ke arahnya.


Haaah~


Terdengar Dong min menghela nafasnya menandakan kalau ia kembali kalah dan akan segera membuat nyaman kekasihnya.


"Bagaimana bisa kau menantang orang mabuk seperti itu sayang. Bagaimana kalau aku tak disana, bagaimana kalau dia melakukan sesuatu yang jauh lebih buruk padamu." Katanya mengelus sayang pipi Ha en yang sedang terdiam menyesal.


"Maafkan aku.. aku tidak suka melihat cara dia memandang Eonni Ayumi yang seperti santapan untuknya." Katanya menjelaskan.


"Yasudah tak apa. Aku tahu kau menyukai Ayumi lebih dari kau menyukaiku. Kau hanya perlu mengingat kalau kau milikku. Oke?" Katanya mengusak rambut Ha eun membuat Ha eun menatapnya semangat.


"Umhh.. tentu saja aku milikmu." Balas Ha eun bersemangat.


"Aigooo babyku memang yang terbaik." Gumam Dong min mencium kening Ha eun mengabaikan Ayumi yang sedang tersenyum menatap keduanya yang terlihat seperti dirinya dan Kenji dulu kala.


"Baiklah... aku rasa aku sudah cukup mengganggu kalian. Aku pulang dulu Ha eun-na kalian bersenang-senanglah." Ujar Ayumi bangun dari kursinya dan bersiap pergi meninggalkan pasangan yang bisa membuat siapa saja menangis karena iri melihat Dong min yang begitu menyayangi Ha eun.

__ADS_1


"Eonni, kita bisa pulang bersama." Protes Ha eun.


"Ani, aku bisa sendiri." Katanya melangkah keluar meninggalkan keduanya yang masih menatap cemas ke arahnya.


Ayumi berjalan perlahan menuju ke apartemen Ha eun yang harus ia tempuh dengan berjalan kaki selama kurang lebih 30 menit, dirinya sengaja memilih berjalan dan tak naik bis karena sengaja ingin merasakan dinginnya malam berharap rasa rindunya pada Kenji sedikit berkurang. "Kenjiaa." Lirihnya menghapus air mata yang entah sudah berapa kali ia teteskan seminggu ini karena terlalu merindukan Kenji.


Sementara di tempat lain, tepatnya di ruang kerja kediaman Oh, tampak Kenji yang terlihat berantakan, lingkar hitam di matanya menunjukkan kalau dirinya kurang tidur dan terlihat sangat berantakan dengan wajah yang kentara sekali marah karena belum ada satupun orang suruhannya yang berhasil menemukan Ayumi.


Cklek!


Terlihat dua orang pengawal Kenji yang ia sewa untuk mencari Ayumi memasuki ruangannya. Kenji menatap keduanya dengan tatapan tajam khas miliknya yang menandakan kalau dirinya sudah kehilangan kesabarannya.


"Sebaiknya kalian membawa kabar baik untukku, kesabaranku menipis." Desis Kenji membuat kedua orang suruhannya tampak sedikit bergetar.


"Kami menemukannya."


"Eh?" Kenji menaikkan kedua alisnya dan merubah posisi duduknya berharap dirinya tak salah dengar.


"Kami menemukan istri anda Tuan, dia berada di selatan Gyeonam, dia bekerja sebagai karyawan di bar yang terkenal ramai disana." Ujar pria yang merupakan orang suruhan Kenji sambil memberikan beberapa lembar foto pada Kenji.


"Kurang ajar!" geram Kenji meremas foto tersebut sampai tak lagi berbentuk.


"Kami bisa membawanya pulang untuk anda tuan." Kata si pengawal memberitahu Kenji.


"Tidak perlu, kerja kalian bagus. Selebihnya biar aku yang mengurus, aku sendiri yang akan membawanya pulang kesini." Desis Kenji masih meremas erat foto yang menunjukkan Ayumi hidup tak lebih baik jika tak bersama dirinya.


..


..


Keesokan malamnya, Ayumi mendapat giliran jaga sampai pagi, dirinya menggantikan posisi Ha eun yang mengambil libur hari ini, sebenarnya dia merasa sedikit takut berada di klub tersebut tanpa Ha eun di sektarnya, karena jujur saja Ayumi merasa semua pelanggan disini menatap lapar kepadanya seolah dia adalah umpan yang bisa dimakan kapan saja.


"Ayumi, tuan Hwang memanggilmu."


Ayumi yang sedang mengelap meja mengernyit bingung dengan apa yang diberitahu temannya, dia bertanya-tanya untuk apa pemilik klub ini ingin bertemu dengannya, padahal saat Ayumi pertama kali bekerja dia mengatakan tak perlu melihat Ayumi secara langsung, dia hanya ingin klub nya ramai dengan pria-pria yang hobi mabuk dan berjudi.

__ADS_1


"Ya, aku akan kesana." Karena takut membuat Ha eun dalam kesulitan Ayumi pun mengiyakan dan segera menuju keruangan bos pemilik klub malam ini.


Tok! Tok


"Permisi tuan, saya Ayumi pegawai baru anda." Ayumi sedikit membungkuk untuk menyapa bosnya yang sedang menghitung uang.


Mendengar sapaan Ayumi, Tuan Hwang menoleh dan mulutnya membuka lebar seperti anjing kelaparan saat melihat Ayumi, dia kemudian meletakkan uangnya dan berjalan menghampiri Ayumi.


"Aku dengar kau cantik, tapi aku tak tahu kalau kau sangat cantik Ayumi." katanya menyeringai membuat Ayumi bergedik ketakutan.


"Saya wanita sudah bersuami tuan." Katanya berusaha memberitahu bosnya.


"Ya, aku tahu sayang kau wanita yang sudah bersuami, wanita yang membuat diriku kurang dari lima menit menjadi penyuka wanita yang sudah bersuami." Katanya membelai wajah Ayumi namun Ayumi menampis tangan kurang ajar bosnya.


"Ck. Si Ha eun itu pintar sekali membawa mangsa baru." Seringainya berjalan mendekati pintu dan...


Klik.


Tuan Hwang baru saja mengunci pintu ruangannya membuat Ayumi benar-benar ketakutan saat ini.


"Jika tak ada yang dibicarakan, saya permisi keluar."


Ayumi beranjak pergi namun tentu saja dihalangi oleh bosnya yang memegang kedua bahunya kencang "Tak perlu buru-buru cantik. Kau akan kuberi uang banyak jika menemaniku malam ini." desisnya kembali membelai wajah Ayumi membuat Ayumi merasa sangat jijik.


"Kau tahu tuan? Anda pria tua yang menyedihkan, tak tahu malu dan menjijikan." Ujar Ayumi menahan rasa takutnya dan menatap tuan Hwang dengan mata berkilat.


"BERANI SEKALI KAU BERBICARA SEPERTI ITU! DASAR J*LANG!"


BUGH!.


..


..


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2