Harapan Terakhir

Harapan Terakhir
Episode 37


__ADS_3

"*Jika dia melakukannya lagi, aku bersumpah akan membunuhnya dengan kedua tanganku sendiri." Geram Derick menatap tajam ke arah Kenji, seolah memberi peringatan pada Kenji untuk tak berbuat sesuatu yang menyakiti Ayumi.


"Kami ada diluar jika kau membutuhkan kami yum.." Derick memberitahu Ayumi dan mendekap Keiko yang masih tak rela meninggalkan Ayumi berdua dengan Kenji*.


..


..


Sepeninggal Derick dan Keiko, Kenji dan Ayumi hanya diam tak bicara, keduanya saling menatap menyampaikan perasaan masing-masing yang mereka rasakan, sampai akhirnya Ayumi membuka suaranya.


"Aku senang kau datang. Kau baik-baik saja kan?" Katanya bertanya pada Kenji ya kemudian kembali menatapnya tajam.


"Cih... bagaimana bisa kau mengkhawatirkanku sementara dirimu sendiri terbaring disana." Katanya mencibir Ayumi yang hanya bisa tersenyum maklum dengan nada kasar Kenji saat berbicara.


"Aku senang kau baik." Gumam Ayumi seolah Kenji menjawab pertanyaan Kenji.


Kenji menatap kesal pada Ayumi yang terus mengabaikan semua pertanyaan maupun pernyataannya.


"Kenapa kau tak memberitahuku?" Kenji sedikit mengatupkan rahangnya menuntut jawaban dari Ayumi.


Ayumi menaikkan kedua alisnya tak mengerti "Memberitahu apa?"jawab Ayumi.


"Kau!" Kenji menghela kasar nafasnya, hendak memaki Ayumi namun dia menahannya.


"Kenapa kau tak mengatakan kalau kau hamil." Ujarnya memaksa Ayumi untuk menjawabnya.


"Oh.." Ayumi hanya ber'Oh dan tersenyum pahit karena ternyata Kenji sudah mengetahui kehamilannya dan kini Kenji juga mengetahui kalau mereka baru saja kehilangan bayi mereka.

__ADS_1


"Ayumi!" Suara Kenji sedikit membentak kesal karena Ayumi tak berbicara apa-apa sama sekali.


"Untuk apa?" gumam Ayumi bertanya membuat Kenji seketika menatap tajam ke arahnya.


"Untuk apa aku memberitahumu Kenji? Apa jika kau tahu aku hamil kau akan memperlakukanku dengan lebih baik? Kau mungkin bisa menyakitiku sepuasmu, tapi aku bersumpah tak akan membiarkanmu menyentuh bayiku." Katanya bergetar menatap Kenji yang tercengang dengan penuturan Ayumi.


"Aku ingin memberitahumu-..ingin sekali memberitahumu, tapi aku takut kau akan memaksaku untuk menggugurkan anakku. Aku lebih memilih kau membunuhku secara langsung daripada kau memaksaku menggugurkan anakku."


"Kenapa kau berfikir seperti itu? Kenapa kau berfikir aku akan memintamu untuk menggugurkan anakmu? Darah dagingku?" Kenji menyela ucapan Ayumi yang sudah mulai berkaca-kaca.


Ayumi tersenyum pahit dan menatap Kenji dengan sedih "Karena kau membenciku." Ujarnya memberitahu Kenji yang entah kenapa merasa ada sesuatu yang menusuk bagian didalam hatinya karena ucapan Ayumi.


"Aku memang membencimu, tapi aku masih mempunyai hati untuk tidak memintamu menggugurkan darah dagingku. KARENA MAU BAGAIMANAPUN JUGA DIA ANAKKU." Kenji berteriak dikalimat terakhir seakan menunjukkan kalu dia juga merasa kehilangan atas keguguran yang Ayumi alami saat ini.


Ayumi hanya bisa menatap Kenji dengan pandangan bingung dan tak tahu harus bagaimana, hatinya menghangat mengetahui Kenji ternyata menginginkan darah dagingnya, namun kemudian seribu tusukan jarum seakan menancap di hati Ayumi saat menyadari kalau dia telah kehilangan malaikat kecilnya untuk selama-selamanya.


"Maaf..Maafkan aku sudah menjadi ibu yang buruk untuknya. Aku membiarkannya pergi untuk selamanya, Aku-..Aku minta maaf Kenjiaaa, aku sudah kehilangan malaikatku."


"Aku merindukan bayiku Kenjiiaaa, Aku merindukannyaa." Jerit Ayumi merasa semua ini terlalu menyesakkan untuk dibicarakan.


Kenji ingin sekali berjalan ke arah Ayumi memeluk sosok yang kembali menyalahkan dirinya atas kehilangan yang telah ia alami, Kenji ingin mengatakan kalau semua akan baik-baik saja, namun pergerakan tubuhnya seakan terkunci tak bisa bergerak, hati dan otaknya kembali berlawanan. Dia kembali merasakan perasaan yang sudah ia kubur dalam-dalam jauh di sudut paling dalam di hatinya, perasaan ingin melindungi, perasaan ingin menghapus air mata wanita cantiknya, namun pikirannya terus menguasainya, pikiran yang terus mengingatkan kalau wanita didepannya lah yang bertanggung jawab atas hidupnya yang sekarang, hidup yang harus ia jalani tanpa kedua orang tuanya yang sangat ia cintai.


Karena itu, Kenji memutuskan hanya tetap berdiri di tempatnya sekarang sambil terus memperhatikan Ayumi yang termakan rasa bersalahnya, Ayumi terus menangis, berteriak mengatakan merindukan bayinya dengan frustasi dan sangat memilukan, dan Kenji-.. Kenjinya hanya bisa berdiam mengepalkan tangannya melihat apa yang telah ia lakukan pada wanita didepannya yang sedang merasakan duka yang teramat dalam.


..


..

__ADS_1


Tiga hari kemudian, Ayumi sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya sudah jauh lebih baik. Walau begitu, Derick dan Keiko tahu kalau hanya kondisi fisik Ayumi yang lebih baik, mereka tahu jauh didalam hati Ayumi, wanita kecil mereka hancur dan tak memiliki semangat untuk menjalani hidupnya lagi.


"Kau sudah siap yum?" Derick bertanya menggenggam tangan Ayumi yang terasa dingin, Ayumi tersenyum lemah dan mengangguk menandakan dia sudah siap untuk pulang.


Baru saja berjalan beberapa langkah menuju pintu keluar ruangan, langkah mereka semua terhenti saat seseorang yang tampak terengah menghadang mereka.


"Mau apalagi kau?" Keiko menarik Ayumi ke belakangnya agar tak bertatapan langsung dengan Kenji yang sepertinya ingin membawa Ayumi pulang dengannya.


"Berani sekali kalian tak memberitahuku kalau dia keluar hari ini." desis Kenji yang sangat terkejut saat orang suruhannya memberitahu bahwa Ayumi sudah diperbolehkan pulang hari ini. Tanpa berfikir dua kali Kenji langsung meninggalkan rapat pentingnya dan berlari kerumah sakit karena tahu benar kalau Derick dan Keiko akan membawanya pergi darinya.


"Untuk apa memberitahumu?" kini Derick yang berbicara menantang Kenji.


Kenji yang sedang tak ingin membuat keributan mengabaikan Derick dan Keiko yang sangat membencinya dan menatap ke arah Ayumi yang tampak kebingungan. "Ayo kita pulang." Katanya mengulurkan tangannya pada Ayumi yang berdiri diantara Derick dan Keiko yang menghimpitnya.


"Aku memang akan pulang Kenjiiaaa." Balas Ayumi memberitahu.


"Tidak yum, kau tidak akan pulang kerumah neraka itu lagi. Aku sudah membelikanmu apartemen. Keiko akan tinggal bersamamu untuk menjagamu." Derick beralih menatap Ayumi berharap Ayumi tak menolak tawarannya.


Ayumi menimbang-nimbang ucapan Derick, dia sangat senang mengetahui tak perlu lagi kembali kerumah yang hanya bisa memberikannya rasa sakit, namun jauh didalam hatinya yang paling dalam, dia tahu kalau dirinya dan rumah Kenji sudah terikat. Dia tidak akan pernah merasakan rumah seperti yang dia rasakan dirumah Kenji.


Ayumi tersenyum menatap Derick dan Keiko bergantian, kemudian dia menggeleng lemah "Rumahku di rumah Kenji. Aku tidak akan pergi dari sana kecuali Kenji mengusirku. Itu janjiku pada kedua orang tua Kenji." Katanya memberitahu Derick dan Keiko yang kembali mendesah frusatasi karena Ayumi masih saja bersikeras tinggal dirumah yang selalu memberikannya rasa sakit dan tangisan. Sementara Kenji kembali hanya diam mendengar penuturan Ayumi yang sepertinya memang sudah membuat janji dengan kedua orang tuanya.


"Ayo kita pulang." Ayumi menyeruak diantara Derick dan Keiko kemudian berjalan gontai melewati ketiga orang yang menatapnya dengan pikiran masing-masing mengenai keputusan Ayumi.


Kenji sendiri langsung mengejar Ayumi yang berjalan didepannya dan berniat memastikan kalau Ayumi benar-benar pulang kerumahnya. Rumah mereka.


..

__ADS_1


..


Bersambung...


__ADS_2