Harapan Terakhir

Harapan Terakhir
Episode 44


__ADS_3

Hallo guys, maaf ya udah lama gak up, soalnya author lagi sibuk didunia nyata😁


Buat yang udah berkenan baca novelku ini makasih🙏


_________________________________________________


Tuan Hwang baru saja memukul wajah Ayumi dengan keras membuat Ayumi tersungkur telak di lantai dengan sudut bibir yang mengeluarkan darah.


"Kau tidak akan kemana-mana. Aku akan memberikan pelajaran untukmu." Desisnya menjambak Ayumi yang merangkak berusaha pergi meninggalkan ruang kerja bosnya.


"Arh.." ringis Ayumi saat rambutnya dijambak kasar oleh tuan Hwang.


"Demi Tuhan, kau akan menyesal jika menyentuhku. AKU MEMPUNYAI SUAMI YANG TAK SUKA JIKA MILIKNYA DISENTUH." Teriak Ayumi frustasi tak tahu harus melakukan apa lagi untuk menghentikan bosnya yang semakin mendekatinya.


"Ck. Suami kau bilang? Siapa suamimu? Apa seorang direktur juga? Apa kau pkir kau seberuntung Ha eun hah? Aku mungkin sudah menikmati Ha eun jika si brengsek Dong min tak menggunakan kekuasaannya." Desisnya berjongkok didepan Ayumi yang masih kesulitan berdiri.


"OH KENJI HANEUL. Suamiku Oh Kenji." Ujar Ayumi dengan cepat berharap bosnya takut dan segera melepaskannya.


"Apa Oh Kenji direktur properti terbesar di Korea yang kau maksud?" katanya mengernyit mengangkat kedua alisnya bertanya pada Ayumi.


"Ya benar, dia suamiku." Balas Ayumi masih berusaha untuk duduk namun...


"Arhhh.." Ayumi sedikit berteriak terkejut karena tiba-tiba dia kembali merasakan jambakan dirambutnya dengan keras.


"Dasar j*lang tak tahu malu. Kau pikir aku percaya omong kosongmu?" teriaknya yang semakin menjadi pada Ayumi.


"Sudahlah pasrah saja. Tidak akan ada yang mengganggu kita cantik." Katanya berusaha mencium Ayumi, namun Ayumi menolaknya dan menendangnya kencang membuat Tuan Hwang sangat geram pada tingkah Ayumi.


"Berani sekali kau." Desisnya menghampiri Ayumi dengan marah dan...


Sret!


Dia merobek paksa pakaian kerja Ayumi hingga bagian lengannya sobek tak berbentuk.


"Apa yang kau lakukan. Aku mohon henti.."

__ADS_1


Ctar!


Ayumi merasa wajahnya memanas saat ikat pinggang tuan Hwang dipukulkan dengan keras di wajahnya. "Aku-..Aku mohon hentikan." Lirihnya yang terus dipukuli dengan ikat pinggang tuan Hwang.


Ayumi sudah melemas dan tak mempunyai tenaga untuk melawan, dirinya kini benar-benar tersungkur dan hanya bisa merasakan sakit dan ketakutan luar biasa karena kini tuan Hwang sudah melepas kemejanya dan berjalan menghampiri Ayumi.


Sret!


Tuan Hwang kembali merobek kasar pakaian Ayumi.


"Kau milikku cantik." Gumamnya menindih tubuh Ayumi dan siap untuk mencium Ayumi sampai


BRAK!


"APA YANG KAU LAKUKAN? LEPASKAN DIA!"


Tuan Hwang sangat terkejut mendapati seseorang yang diikuti oleh beberapa bodyguard mendobrak pintu kerjanya, terlihat orang yang mendobrak pintunya sangat marah dan siap membunuhnya kapan saja.


Ayumi sangat bersyukur menyadari ada seseorang yang masuk kedalam ruang kerja tuan Hwang pun sedikit menoleh dan menatap terkejut pria yang berdiri didepan pintu dengan wajah yang sangat marah namun terus menatapnya dengan tatapan yang belum pernah Ayumi liat sebelumnya.


"Kenji." Gumamnya berlari dengan gontai ke arah pria yang sangat ia rindukan yang baru saja menyelamatkannya.


Kenji hanya bisa diam melihat Ayumi yang berjalan ke arahnya, matanya menatap Ayumi namun hatinya masih sangat marah mendapati pria brengsek yang kini berdiri ketakutan di pojok ruangannya berani menyentuh Ayumi, miliknya.


Grep!


"Kenji, syukurlah…syukurlah.." Ayumi memeluk erat Kenji tak mempedulikan kalau mungkin Kenji juga akan memukulnya nanti, tapi dia lebih memilih dipukuli suaminya daripada harus merasa dirinya menjijikan karena disentuh pria b*jingan itu.


"Kenji.." Ayumi meraung memeluk Kenji erat, namun karena dia tak bisa menopang berat tubuhnya sendiri, Ayumi terjatuh dan hanya bisa memeluk erat kaki Kenji yang masih diam tak memberikan respon apapun. Ayumi tak peduli apa yang akan Kenji lakukan padanya nanti, yang jelas dia sangat lega mengetahui Kenji datang untuk menolongnya.


"Habisi dia-.. tidak.. Bunuh dia."


Kenji berjongkok membawa Ayumi kedalam gendongannya dan bergegas pergi meninggalkan klub malam itu setelah memberi perintah pada seluruh bodyguardnya yang langsung bergerak untuk menghabisi tuan Hwang.


"Kenji..terimakasih." gumam Ayumi yang masih bergetar ketakutan dan hanya bisa bersembunyi dipelukan Kenji yang terasa hangat untuknya.

__ADS_1


..


..


"Arggh.." Ayumi meringis saat Kenji membersihkan lukanya dengan antispetik.


Kenji kembali membawa Ayumi pulang kerumah mereka dan dia sendiri yang mengganti pakaian Ayumi yang sudah dirobek paksa dan mengobati memar di wajah serta tubuh Ayumi dengan tangannya sendiri.


Kenji menatap tanpa ekspresi dan tetap mengobati luka Ayumi terkadang sedikit menekannya, membuat Ayumi hanya bisa meringis tertahan karena setiap kali dia mengeluarkan suara Kenji akan menatapnya menakutkan.


"Selesai. Istirahatlah." Katanya bangun dari tempat tidur Ayumi, menutup kotak alat kesehatannya.


"Kenjii."


Ayumi yang merasa tak enak hati pun memberanikan diri untuk memanggil Kenji membuat Kenji menghentikan langkahnya tanpa menoleh ke arah Ayumi.


Merasa tak ada jawaban Ayumi memberanikan diri kembali bersuara


"Te-terimakasih sudah datang tepat waktu, terimakasih sudah menolongku dan terima.."


"DIAM!"


Ayumi berjengit terkejut saat tiba-tiba Kenji berteriak dan mengepalkan tangannya erat "Maaf." Gumam Ayumi yang sangat ketakutan.


"Jika kau berani lari dari rumah ini lagi, aku akan memastikan kau akan menyesalinya." Ancamnya tanpa menoleh ke arah Ayumi dan membanting kasar pintu kamar Ayumi membuat Ayumi kembali berjengit takut.


Sepeninggal Kenji, Ayumi hanya bisa tersenyum lirih, harusnya dia tak banyak berharap lebih dengan kedatangan Kenji, tapi hatinya selalu membayangkan hal-hal yang membuatnya terlalu percaya diri mengira Kenji sudah memaafkannya.


Dengan hati memelas, Ayumi perlahan membaringkan tubuhnya dan memutuskan untuk tidur, memejamkan matanya karena telah melewati hari yang begitu panjang. Disisi lain, dia bahagia bisa kembali melihat Kenji, namun disisi lain dia tahu bahwa jika dia kembali kerumah ini lagi, itu sama saja mengusir Kenji secara tak langsung, karena Kenji tidak akan pernah sudi tinggal satu rumah dengannya lagi.


"Maaf Kenji, Maaf.." gumamnya dengan mata terpejam dan air mata yang berjatuhan menertawakan kebodohan hatinya yang berharap kedatangan Kenji ke klub tempatnya bekerja akan membuat hubungan keduanya lebih baik.


Sementara diluar pintu kamar Ayumi, Kenji berdiri masih mengepalkan tangannya erat. Dirinya sendiri juga masih tak mengerti apa yang membuatnya sangat marah pada Ayumi. Dia marah membayangkan bagaimana jika dirinya terlambat datang dan pria b*jingan itu menyentuh Ayumi, atau dia marah karena Ayumi yang berani pergi. Tapi dari semua hal yang membingungkan dirinya sendiri, Kenji lebih marah karena melihat tubuh Ayumi penuh memar dan dia sendiri yang harus membersihkan luka Ayumi dengan tangannya sendiri, membayangkan bagaimana wajah kesakitan Ayumi saat itu membuatnya selalu emosi dan tak bisa menahan dirinya.


..

__ADS_1


..


Bersambung...


__ADS_2