Harapan Terakhir

Harapan Terakhir
Episode 56


__ADS_3

"Lihatlah siapa yang datang… Permaisuri dengan tuan putrinya hmmmm."


Derick menggoda Keiko dan Ayumi yang baru saja memasuki kafe tempat mereka membuat janji.


"Derick!" seru Ayumi bersemangat dan memeluk Derick sekilas.


"Astaga…sudah hampir sebulan aku tak melihatmu." Protes Ayumi membuat Derick terkekeh sementara Keiko hanya tersenyum melihat keduanya.


"Aku sibuk Yum…pekerjaanku perlahan membunuhku. Bayangkan saja bulan depan aku harus kembali lagi ke Jepang." Gerutunya memberitahu Ayumi.


Derick memang sedang sibuk dengan urusan pekerjaannya, semalam dia baru saja kembali dari proyek kerjasamanya dengan klien di Jepang selama hampir sebulan penuh, dan hari ini dia hanya akan menetap di Seoul selama sebulan karena bulan depan dia harus kembali lagi untuk ke Jepang.


"Kau harus sudah mempunyai pasangan sebelum kembali ke Jepang rick." Ujar Ayumi menggoda Derick yang hanya tertawa melihatnya.


"Eh? Shindong Hyung? Kenapa kau disini?" Derick menyadari pria yang sedari tadi mengikuti Ayumi dan Keiko adalah Shindong hyung.


"Selamat siang tuan muda." Sapa Shindong membungkukan badannya menyapa Derick.


"Kau mengenalnya rick?" tanya Ayumi bingung.


"Tentu saja! Shindong hyung adalah penjaga pribadiku dan Kenji. Ayah kami berdua selalu meminta Shindong Hyung untuk mengawasi kami agar tak berkelahi." Kekeh Derick mengingat masa-masa dulu dirinya dan Kenji waktu kecil begitu dekat.


"Sedang apa disini hyung?" Derick kembali bertanya pada Shindong.


"Saya sedang menjadi pengawal pribadi istri dari Tuan muda Kenji, tuan muda." Katanya memberitahu Derick yang tampak sedikit terkejut menatap Ayumi.


"Bukan aku yang minta, Kenji yang memaksa." Balas Ayumi saat tatapan Derick berubah menjadi menggodanya.


"Kau telihat sangat bahagia yum." Balas Derick mengusak sayang rambut Ayumi.


"Hmmm… Aku sangat bahagia karena Keiko, kau dan Kenji." Ujarnya mantap memberitahu Derick tentang perubahan Kenji.


"Apa dia benar-benar berubah lebih baik?" tanya Derick masih menghkhawatirkan Ayumi."


"Sangat rick…Iya kan Kei?" Ayumi meminta bantuan Keiko untuk meyakinkan Derick.


"Kau tak perlu khawatir tentang sikap Kenji lagi rick. Kenji sangat berubah, dia bahkan rutin menemani Ayumi untuk check up dan persiapan operasinya."


"Kapan jadwal operasimu?"

__ADS_1


"Dua bulan lagi…" balas Ayumi dengan tak berminat.


"Kau pasti sembuh yum." Katanya menggenggam Ayumi untuk menguatkan wanita yang pernah ia cintai ini.


"Gomawo rick." Balas Ayumi tersenyum.


"Nona muda saya pamit menunggu diluar." Shindong membungkuk untuk memberitahu Ayumi.


"Oke hyung…setelah ini antar aku ke kantor suamiku ya?" pinta Ayumi bersemangat.


"Baik nona muda." Balas Shindong dan tak lama keluar dari kafe tempat Ayumi berada.


"Oia…Kau bilang ingin membicarakan sesuatu denganku. Apa itu?" tanya Ayumi bersemangat.


Derick sedikit salah tingkah karena Ayumi begitu berisik dan bersemangat. "Kau ini!" katanya terkekeh menegur Ayumi.


"Umhhh…Keiko apa bisa kau memesan cupcake di toko sebrang?" tanya Derick tak enak hati pada Keiko.


"Tentu saja." Balas Keiko yang tahu benar kalau Derick hanya ingin bicara berdua dengan Ayumi.


"Aku pergi sebentar yum."


"Lihat rick…Kenapa kau menyuruhnya pergi? Dia pasti salah paham." Protes Ayumi menyalahkan Derick.


"Ini semua gara-gara kau! Kenapa kau bilang aku ingin bicara sesuatu denganmu." Balas Derick tak kalah memprotes Ayumi.


"Ini…Apa ini bagus?" tanya Derick yang tiba-tiba mengeluarkan kotak kecil yang berisi cincin yang sangat indah.


"Whoaa rick…kau beli ini dimana? Sangat cantik." Balas Ayumi berbinar melihat cincin yang dibawa Derick.


"Apa ini untukku?" tanya Ayumi berharap dan mencoba cincin yang dibawa Derick ke jari manisnya "Lihat Kai…cocok." Cengir Ayumi memperlihatkan jari manisnya.


"Ishh rusa ini…cepat lepas! Ini untuk Keiko."


Derick segera memegang jari Ayumi dan melepas paksa cincin yang sudah bertengger manis di jari Ayumi tersebut.


"Dasar pelit!" cibir Ayumi.


"Eh…?! Untuk Keiko?" tanya Ayumi yang baru menyadari ucapan Derick beberapa menit yang lalu.

__ADS_1


"Ya ini untuk Keii…" Derick tiba-tiba berhenti bicara, menyadari kalau dirinya sudah terlalu banyak bicara.


"rick…." Ayumi menaik turunkan alisnya menggoda dan meminta Derick untuk menjelaskan padanya.


Derick kemudia mendesah perlahan dan sedikit menurunkan volume suaranya.


"Aku berencana untuk melamar dan menikahi Keiko sebelum aku berangkat ke Jepang yum." Bisiknya membuat Ayumi membelalak sangat bahagia.


"ASTAGA DERICK…AKHIRNYAAAA" pekik Ayumi yang langsung menghambur ke pelukan Derick.


"Akhirnya kau akan membahagiakan Keikoku…gomawo Derick." Ayumi kini terisak bahagia di pelukan Derick yang hanya bisa tersenyum mengetahui kalau wanita yang pernah ia cintai ini merestui rencananya.


"Apa kau bahagia?" tanya Derick berbisik di telinga Ayumi.


"Sangat rick…terimakasih."


"Aku yang harusnya berterimakasih padamu yum, jika bukan karena kau…aku tak akan pernah mengetahui kalau Keiko begitu tulus mencintaiku." Lirihnya mengelus punggung Ayumi yang berada di pelukannya.


Ayumi menggeleng di pelukan Derick "Kau harus membahagiakan Keikoku Derick." Lirih Ayumi masih terisak bahagia.


"Aku akan membahagiakannya yum. Aku janji." Balas Derick mengeratkan pelukannya pada Ayumi, Ayumi hanya membalas pelukan Derick dan masih menyalurkan rasa bahagianya karena keputusan Derick yang ingin melamar dan menikahi Keiko.


Berbeda dengan Ayumi dan Derick yang sedang membagi rasa bahagia mereka karena keputusan Derick, dua pasang mata yang melihat adegan pelukan yang begitu hangat yang dilakukan Derick dan Ayumi menanggapinya secara berbeda. Mereka hanya melihat Derick dan Ayumi berpelukan tanpa tahu apa yang sedang mereka bicarakan.


Keiko yang sedang dalam perjalanan kembali dari kafe sebrang berhenti di langkahnya dan hanya tersenyum miris melihat pria yang sangat ia cintai sedang memeluk Ayumi dengan sayang, pegangannya pada cupcake yang ia beli terlepas, entah kenapa hatinya sangat sakit mendapati kenyataan Derick yang belum sama sekali bisa melupakan Ayumi bahkan saat status mereka saat ini adalah sepasang kekasih.


Sementara tatapan tajam diarahkan oleh seseorang yang sedang berada didalam mobil. Ya..awalnya Kenji berniat untuk ikut makan siang bersama Ayumi, Keiko dan Derick, namun karena pemandangan yang begitu membuat hati dan matanya sakit, Kenji hanya bisa mengepalkan erat tangannya karena Ayumi dan Derick yang sedang berbagi rasa hangat didepan umum.


"Direktur, apa anda ingin turun?' tanya supir pribadi Kenji.


Kenji hanya diam tak menjawab, sampai kemudian dia menyeringai menahan amarahnya sambil mengepalkan erat kedua tangannya. "Jalan…Kita pergi!" ujarnya kembali memakai kaca mata hitam miliknya dan segera pergi dengan rasa kesal dan tak terima melihat istrinya berada di pelukan sepupunya.


..


..


..


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2