
Kenji melepas lembut pelukan Ayumi dan menatap istrinya dengan sendu, dia mengusap air mata Ayumi dan mencium seluruh wajah Ayumi untuk membuatnya sedikit lebih tenang, Kenji sampai di bibir Ayumi, melum*tnya lembut bermaksud menghentikan isakan yang terus menerus keluar dari bibir mungil istrinya, dia kemudian melepaskan lumatannya dan membenarkan poni Ayumi, menatap yakin jauh kedalam mata Ayumi dan tersenyum.
"Kau boleh memiliki bayi kita sayang….Kita akan berjuang bersama."
"KENJI..!"
Dan ucapan Kenji pun adalah sesuatu yang sangat Ayumi syukuri, dia bersyukur suaminya tak lagi memintanya untuk melakukan sesuatu yang mengerikan pada bayi mereka. Dia bersyukur karena menyadari kenyataan kalau rasa cinta Kenji untuknya dan bayi mereka sama besar dengan apa yang ia rasakan untuk Kenji dan calon bayi mereka.
..
..
"Kami memutuskan untuk mempertahankan bayi kami."
Setelah memastikan istrinya kembali beristirahat dan tertidur dikamar mereka. Kenji yang tanpa sepengetahun Ayumi, diam-diam datang menemui Kyuhyun di rumah sakit dan memberitahu keputusan yang telah ia buat bersama Ayumi.
"Kau tahu kau tak bisa melakukan itu." Kyuhyun terperangah mendengar keputusan kedua temannya yang terdengar begitu keras kepala dan tak mengerti resiko yang akan mereka dapatkan.
"Kenji...kalian bisa memiliki anak lagi saat Ayumi sembuh nanti, untuk sekarang relakanlah bayi kalian."
Kenji hanya diam dan memandang Kyuhyun dengan tatapan frustasinya, dia kemudian menggeleng dan mengulangi keputusannya pada Kyuhyun.
"Aku tidak bisa-...Aku tidak bisa melihat istriku kembali merasa kehilangan jika aku memintanya menggugurkan bayi kami. Bayi itu penyemangatnya, dia bahkan berjanji akan bertahan karena bayi kami yang sedang tumbuh bersamanya. Aku mohon Kyu-..Aku mohon bantu kami. Aku tidak bisa memintanya melakukan hal mengerikan pada bayi kami."
Kenji tertunduk di meja Kyuhyun, merasa semuanya begitu memualkan yang membuat seluruh tubuhnya berdenyit sakit. Seluruh tubuhnya terutama hati dan pikirannya yang begitu kalut dan bingung tidak tahu harus berbuat apa.
Kyuhyun memandang iba sosok yang berada didepannya saat ini, dulu Kenji bahkan tak pernah mempedulikan Ayuki. Semua tentang Ayumi adalah hal yang paling ia benci, namun Kenji yang sekarang sedang terisak didepannya ini adalah sosok suami sekaligus calon ayahnya yang sedang sangat mengkhawatirkan istrinya dan calon bayi mereka.
Kyuhyun kemudian tersenyum lirih dan memegang pundak Kenji untuk memberi temannya ini kekuatan agar merasa tak terbebani dengan keputusan yang ia buat "Bawa Ayumi chek up secepatnya, kita harus memastikan kalau dirinya dan calon bayi kalian sehat kan?"
__ADS_1
Ucapan Kyuhyun yang kali ini berperan sebagai dokter terasa begitu menguatkan Kenji, Kenji mendongak dan menatap Kyuhyun dengan rasa lega yang luar biasa karena Kyuhyun bersedia membantu kehamilan Ayumi dengan kondisinya yang lemah seperti saat ini.
"Terimakasih Kyu...terimakasih..." ujarnya memeluk Kyuhyun sekilas dan tersenyum haru karena masih ada kesempatan untuknya dan Ayumi memiliki malaikat kecil ditenga-tengah keluarga mereka.
..
..
Sementara itu Ayumi yang memang tidak benar-benar tertidur kembali membuka matanya dan melihat kepergian Kenji dari jendela kamarnya, dia tahu benar kemana suaminya pergi karena saat mengira Ayumi telah tertidur, dia mendengar Kenji menghubungi Kyuhyun dan meminta untuk segera bertemu dengan dokter yang juga merupakan teman dekat mereka sewaktu di bangku sekolah dulu.
Ayumi merasa khawatir Kenji akan terbujuk ucapan Kyuhyun yang pasti melarangnya untuk mempertahankan bayinya, dia ingin sekali berteriak menghentikan Kenji agar tak pergi menemui Kyuhyun, namun jauh dilubuk hartinya dia menyadari kalau dirinya juga membutuhkan dokter untuk menjaga kondisi bayinya yang sedang tumbuh di tubuh rapuh miliknya.
Dan untuk menghilangkan pikiran buruk dan rasa khawatirnya, Ayumi yang masih merasa sangat mual memaksakan diri untuk pergi kedapur dan membuat secangkir teh hangat agar perutnya berhenti mengeluarkan rasa tak enak yang bisa membuatnya muntah atau merasa sakit di kepala.
Ayumi sedang mengaduk tehnya asal dengan pikiran yang entah sedang berada dimana sampai sebuah suara yang terdengar panik memanggilnya.
"AYUMI...!"
"Keiko.." gumamnya meletakkan teh miliknya dan sedikit berlari ke pintu depan untuk melihat apakah benar yang memanggilnya adalah Keiko.
"Ayumi kau dimana?"
Suara itu semakin terdengar oleh Ayumi, Ayumi pun semakin berlari yakin kalau itu adalah suara Keiko.
"Keiko...!" pekiknya menghambur memeluk Keiko yang tampak terkejut namun sangat lega melihat Ayumi baik-baik saja.
"Hey...Kau baik-baik saja kan? Aku dengar dari bibi Kim kau pingsan lagi." Keiko menangkup wajah Ayumi dan memastikan majikan sekaligus teman dekatnya ini baik-baik saja.
Ayumi mengangkat kedua alisnya dan mulai merajuk membuat Derick sebal melihatnya "Iya...aku pingsan lagi, aku pingsan karena tak makan masakanmu Kei." Ujar Ayumi membuat Keiko terkekeh mendengarnya.
__ADS_1
"Mulai besok kau akan makan masakanku lagi yumi sayang. Aku akan memasak makanan sehat yang enak untukmu." Katanya membawa Ayumi untuk duduk di sofa tak jauh dari mereka berdiri.
"Kenapa kau pulang bulan madu lebih cepat Keii?" tanya Ayumi dibuat polos.
"Ck..masih bertanya. Istriku seperti orang gila saat mendengar kau pingsan dia menangis meminta pulang karena tak ada satupun dari kau dan Kenji yang mengangkat ponsel kalian. Mengganggu saja." Gerutu Derick membuat Keiko mendeliknya teramat tajam.
"Aku memang sakit Kei." Katanya mengadu pada Keiko yang kini memeluknya erat.
"Iya aku tahu yum. Jangan dengarkan Derick. Dia memang menyebalkan."
"Keiko..?"
Kali ini suara yang lebih berat menginterupsi membuat ketiga orang yang sedang bersantai di sofa menoleh ke arah kedatangannya.
"Kenji!"
Ayumi pun dengan otomatis menghambur ke arah suaminya dan memeluk Kenji dengan erat, takut kalau suaminya kembali membawa kabar mengerikan tentang kondisi dirinya dan bayi mereka.
"Kenapa kau bangun hmmm." Kenji mencium bibir Ayumi agak lama dan melepasnya menatap dalam ke istrinya yang tampak menunggu kabar darinya.
"Bagaimana?" tanyanya berbisik penuh harap pada Kenji.
"Jangan banyak berfikir sayang." Balasnya merangkul pinggang kecil Ayumi dan duduk bersama dengan pengantin baru yang terlihat bahagia.
..
..
..
__ADS_1
See you and the next chapter...