
Derick tersenyum menatap Keiko yang tampak bingung dan ketakutan. Dia menatapnya menuntut jawaban membawa Keiko tertunduk dan mengangguk lemah "Maafkan aku Derick, aku memang menyukaimu, tapi Demi Tuhan, kau bisa mengabaikan perasaanku, jangan merasa tak enak hati padaku." Gumam Keiko menahan isakannya.
..
..
Keiko tahu setelah ini sikap Derick akan berbeda untuknya, dia tahu dia salah mengungkapkan perasaanya tapi dia merasa lega karena perasaannya selama ini akhirnya bisa dia ungkapkan juga pada Derick.
Keiko sedikit tertegun merasakan tangan Derick menangkup kedua pipinya "Beri aku waktu, kau mau menungguku?" tanyanya menatap Keiko dengan raut wajah memohon.
"Aku-.. Tapi kau menyukai Ayumi."
"Aku memang menyukainya, tapi aku tahu hati Ayumi jelas hanya untuk Kenji, aku tidak mau mengabaikan ada hati yang begitu tulus menungguku selama bertahun-tahun. Beri aku waktu Keii, kau mau kan?" katanya kembali bertanya.
Kali ini Keiko tak bisa menahan air matanya, dia kemudian memeluk Derick erat dan terisak dipelukan Derick merasa sangat lega perasaannya hampir berbalas. "Aku akan menunggumu Derick, aku akan terus menunggumu sampai kau siap dan yakin padaku." Balasnya terdengar sangat bahagia membuat Derick tersenyum dan mengingat ucapan Ayumi bahwa orang yang menunggu dirinya tak pernah berada jauh dari Derick, Derick sendiri cukup terkejut menemukan fakta bahwa Keiko sudah menyukai dirinya untuk waktu yang lama. Dan entah kenapa saat Ayumi memberitahukan hal itu pada Derick, Derick merasa hatinya menghangat karena diam-diam dirinya juga mengagumi sosok Keiko yang selalu terlihat kuat dimatanya.
"Gomawo." Ujar Derick dan kemudian mengecup sayang kening Keiko. Keiko tersenyum dan terus menggumamkan terimakasih pada Ayumi yang mungkin akan membantunya mendapatkan pria yang sudah ia cintai sejak pertama kali mereka bertemu ini.
..
..
Malam harinya. Kenji yang baru pulang bekerja memasuki rumahnya, dia tampak mengernyit bingung karena rumahnya kembali sepi, dia berfikir dengan memberitahu Keiko bahwa Ayumi sudah kembali akan membuat rumahnya kembali seperti biasa namun ternyata dia salah.
"Tuan muda, anda sudah pulang?" salah satu pengurus rumah Kenji menyapanya.
"Mana Ayumi?" tanyanya tanpa berbasa basi.
"Nona Ayumi masih tertidur di kamarnya, dia tampak tak enak badan seharian ini tuan." Katanya memberitahu Kenji yang menunjukkan wajah tak sukanya.
__ADS_1
Kenji berjalan mendului pelayan rumahnya menaiki tangga berniat untuk bertanya pada Ayumi kenapa dia tak keluar dari kamarnya sejak dirinya membawa pulang kemarin.
Kenji tampak ragu saat dirinya berdiri didepan kamar Ayumi, tangannya sudah memegang knop pintu, namun dia ragu ingin membukanya atau tidak, tapi setelah berperang dengan pikirannya, Kenji kemudian membuka pintu perlahan.
Gelap…
Itu yang Kenji gumamkan pertama kali memasuki kamar Ayumi, dia kemudian terus berjalan mendekati Ayumi yang sepertinya memang tertidur, namun dahinya mengernyit melihat Ayumi menggeliat tak wajar di ranjangnya, dia kemudian sedikit berlari menghampiri Ayumi.
"Kau kenapa?" Kenji bertanya pada Ayumi yang menyembunyikan wajahnya dibalik selimutnya. Ayumi tak menjawab hanya menggeliat semakin tak beraturan membuat Kenji kehabisan kesabaran melihat Ayumi yang tak menjawab pertanyaannya.
"HEY!"
Kenji menyalakan lampu kamar Ayumi dan membuka paksa selimut yang menutupi wajahnya, namun kemudian dia membelalak melihat wajah Ayumi yang sangat pucat dan berkeringat, "Kenji" Ayumi memanggilnya dan mata mereka bertatapan sesaat sebelum Ayumi tak sadarkan diri, karena sepertinya Ayumi sudah lama bergelut dengan rasa sakitnya tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.
"Sial" geram Kenji yang langsung mengambil ponselnya menghubungi Kyuhyun.
..
"Apa yang aku katakan tentang terapi? Radang selaput otaknya memburuk dan sudah mulai terdapat tonjolan kecil di bagian otaknya, itu yang menyebabkan dia kesakitan luar biasa seperti malam ini. Dan Kenji, apa kau tak bisa menghubungiku lebih cepat? Apa kau sangat mengiginkan Ayumi mati? Dia bisa saja kritis karena tak bisa menahan rasa sakitnya."
Kyuhyun menjelaskan dalam satu kali helaan nafas, dan menatap Kenji dengan sedikit emosi "Tak bisakah kau berhenti membencinya dan memperlakukannya secara layak? Kau akan menyesal jika bersikap seperti ini terus padanya." Ujarnya menatap Ayumi yang masih tertidur akibat suntikan penghilang rasa sakit yang diberikan Kyuhyun.
"Suruh dia minum obatnya jika sudah sadar. Aku pergi." Kyuhyun kemudian meninggalkan Kenji yang hanya terdiam sambil menatap ke arah Ayumi masih belum sadarkan diri.
Dan selang beberapa jam kemudian, akhirnya Ayumi sadar dan perlahah membuka matanya, hal pertama yang ia lakukan adalah memegang kepalanya yang masih terasa sakit namun tak menyakitkan seperti beberapa saat yang lalu. Terakhir yang dia ingat adalah Kenji yang berada dikamarnya namun kemudian dia tersenyum lirih mengharapkan saat dia terbangun ada Kenji disampingnya.
Ayumi kemudian membenarkan posisinya matanya masih mengerjap sampai dia menyadari kalau dia tak berada dikamarnya. Ayumi kemudian bersandar di tepi ranjang dan sangat mengenali aroma khas yang ada pada selimut yang sedang ia gunakan ini, kemudian matanya membelalak menyadari kalau dirinya tengah berada dikamar Kenji-.. kamar yang dulunya pernah menjadi tempat yang paling nyaman untuk Ayumi.
Cklek!
__ADS_1
"Kau sudah bangun?"
Suara dingin itu menginterupsi, Ayumi menoleh dan mendapati Kenji sedang membawa segelas air dan makanan di tangannya, Ayumi pun dengan terburu-buru ingin menuruni ranjang Kenji karena takut membuat Kenji marah.
"Tetap berbaring disana."
Dan kalimat itu sukses membuat Ayumi bingung harus tetap berbaring atau pindah kekamarnya, karena dia tahu benar Kenji tak pernah mengijinkannya lagi untuk memasuki kamarnya sejak kematian kedua orang tuanya.
"Tapi Kenji.."
Ayumi berusaha menjawab, namun Kenji sudah duduk disampingnya sambil menyerahkan makanan beserta segelas air untuknya.
"Makanlah dan minum obatmu yang ada dimeja. Setelah selesai kau boleh kembali tertidur" ujarnya memberitahu Ayumi dan kemudian berjalan menjauhi Ayumi. Ayumi pun merasa tak enak hati karena menebak pasti Kenji akan tidur dikamar lain mengingat dirinya tidur dikamar milik Kenji.
"Kenji, kau mau kemana? Aku bisa pindah ke kamarku. Kau tak perlu tidur di ruangan lain." Ayumi berkata cepat membuat Kenji kembali menoleh ke arahnya.
"Kenapa aku harus tidur dikamar lain?" Tanya Kenji menaikkan kedua alisnya.
"Karena aku disini." Lirih Ayumi menjawab tak berani menatap Kenji.
"Kau pikir aku merelakan kamarku untukmu?" katanya dengan nada yang kembali menjadi Kenji yang dingin.
"Mulai malam ini kau akan kembali tidur dikamar ini begitu juga denganku. Aku tidak akan membiarkan dirimu mati kesakitan karena tidur sendirian tanpa berniat meminta tolong sama sekali." Katanya setengah menyindir Ayumi namun bergetar menahan rasa khawatirnya karena tindakan bodoh Ayumi yang tak meminta tolong saat kesakitan.
"Aku hanya menyelesaikan beberapa dokumenku di ruang kerja. Setelah selesai aku akan kembali kesini dan aku sarankan agar kau menghabiskan makananmu dan minum obatmu." Katanya berlalu meninggalkan Ayumi yang berharap tak bangun jika semua ini hanya mimpi.
"Kenji.." gumamnya tersenyum dan mulai melahap makanan yang dibawakan Kenji untuknya. Kenji pun belum sepenuhnya pergi, dia masih berada didepan pintu kamarnya dan memastikan Ayumi benar-benar menghabiskan makanan yang ia bawakan untuknya. Dan tanpa dirinya sadari pun, Kenji tersenyum lega melihat wajah Ayumi tak terlalu lagi pucat seperti beberapa jam yang lalu.
..
__ADS_1
..
Nah si babang Kenji dah mulai sadarkan, gak seterusnya kok si babang jahat sama belahan jiwanya😁 Stay tuned ya bagi yang masih suka sama ceritanya, yang cuma kepo lewat mampir doang mah "i don't care" 🤪🤪