
Cklek!
Malam harinya Kenji kembali kerumahnya dan langsung berniat untuk melihat Ayumi di kamar mereka, dia sudah menaiki tangga sampai seseorang memanggilnya.
"Kenjii…"
Kenji pun menoleh dan sedikit terkejut melihat Keiko yang biasanya bernada kasar padanya, kini terasa seperti memohon dengan mata yang bengkak dan suara yang sangat serak.
Kenji kemudian mengernyitkan alisnya "Ada apa?" tanya Kenji kembali menuruni tangga dan berdiri tak jauh dari tempat Keiko berada.
"Apa benar Ayumi mengidap tumor?"
Kenji merasa ada sesuatu yang menghimpitnya saat dia harus kembali ke kenyataan bahwa wanita yang sedang berada dikamarnya sedang tidak dalam kondisi yang sehat.
"Ya." Balasnya singkat menelan rasa pahit dan menyesalnya bersamaan.
"Kenji-..Apa aku boleh memohon satu hal padamu-..hanya satu Kenji."
Keiko mengangkat jari telunjuknya seolah ingin memberitahu Kenji bahwa dia tak akan pernah meminta apapun lagi darinya.
"Katakan."
BRAK!
Kenji sedikit membelalak melihat Keiko yang tiba-tiba berlutut dan mendekap erat kakinya dengan sangat kencang.
"Aku mohon sembuhkan Ayumi….Lakukan apapun untuk menyembuhkannya, jika kau sangat membencinya aku bisa membawanya pergi, tapi aku mohon Kenji-…Aku mohon sembuhkan Ayumi. Aku tak bisa kehilangannya."
Isakan Keiko pun tak ter elakan lagi, rasa ketakutannya sudah menyelimuti dirinya sepanjang hari ini saat Ayumi memberitahunya bahwa dia sakit, saat Ayumi memberitahunya kalau kemungkinan dia sembuh sangat kecil. Keiko hancur mendengarnya, dia benar-benar tak tega melihat Ayumi yang begitu ketakutan sekaligus kesakitan.
"Aku mohon Kenji….." pintanya dengan suara serak namun tak mendapat jawaban dari Kenji yang masih terdiam,
Kenji kemudian melepaskan pegangan Keiko di kakinya dan kembali berjalan menaiki tangga menuju kamarnya, mengabaikan suara tangisan Keiko yang semakin menjadi.
"Aku akan melakukan apapun untuk membuatnya sembuh, jadi kau tak perlu khawatir."
Ucapan Kenji membuat tangisan Keiko sedikit mereda dan tercetak senyum bersyukur di wajah Keiko.
"Dan kau tak perlu repot-repot membawanya pergi. Ayumi milikku. Tak akan ada yang bisa membawanya pergi dariku." Katanya mengingatkan dan kembali berjalan menaiki tangga meninggalkan Keiko yang bersumpah mendengar suara Kenji sangat bergetar.
Cklek!
Kenji perlahan membuka pintu kamarnya dia kemudian mendekat ke arah ranjangnya tempat dimana wanita yang berstatus sebagai istrinya sedang tertidur lelap, seseorang yang hampir tak pernah ia perlakukan seperti manusia selama bertahun-tahun, seseorang yang hanya menerima kemarahan dan kebencian darinya namun membalasnya dengan kebaikan dan rasa cinta yang berbanding terbalik darinya. Langkah itu semakin ragu mendekat ke sosok yang seperti malaikat, yang sangat cantik dan terlalu baik untuk seorang yang tak pernah berbahagia hampir seumur hidupnya.
__ADS_1
Kenji pun akhirnya duduk di tepi ranjang Ayumi dan sedikit membuka selimut Ayumi yang menutupi setengah wajah cantiknya. Dia kemudian memperhatikan Ayumi dalam-dalam, dan ada sedikit senyum di wajahnya saat menyadari Ayumi sama sekali tak berubah bahkan dari caranya tidur dengan mulut sedikit terbuka yang menandakan kalau ia sudah tidur dengan nyenyak.
Kenji tanpa sadar pun sudah mengusap dan menelusuri wajah Ayumi, dia merasa takjub pada kulit Ayumi yang tak pernah terasa berbeda di tangannya, sampai saat dia sedikit terkejut mendapati kedua mata yang sangat indah itu membuka, memperlihatkan kalau dia juga sama terkejutnya dengan Kenji.
"Maaf membangunkanmu." Ujar Kenji tanpa menarik tangannya dari wajah Ayumi.
Ayumi menggeleng lemah dan sedikit tersenyum "Mimpiku indah sekali." Gumamnya yang masih setengah sadar dan mengira Kenji disampingnya hanya mimpi, membuat Kenji tersenyum miris mendengarnya.
Namun belum beberapa menit dia menutup matanya, Ayumi membelalak saat merasakan ada sentuhan hangat yang menempel di bibirnya, dia kemudian menyadari kalau racauannya tadi bukanlah mimpi, melainkan benar-benar Kenji yang sedang menatapnya lembut dan tersenyum tampan ke arahnya.
Ayumi tak bisa melakukan apapun selain merasakan ciuman Kenji yang semakin dalam dan menuntut, dia hanya berusaha mengimbanginya sampai akhirnya Kenji melepaskan ciumannya dan kembali menatap Ayumi yang tampak merona dan kebingungan.
"Apa sekarang kau sudah bangun?" ujarnya bertanya pada Ayumi yang masih mengedipkan matanya berulang.
"Ayumi…" Kenji menegurnya karena tak kunjung menjawab pertanyannya "Apa sekarang kau sudah bangun?" katanya kembali bertanya pada Ayumi.
"Ya Kenji…Aku sudah bangun."
Ayumi akhirnya menjawab pertanyaan Kenji dan benar-benar merasa wajahnya memanas mendapati Kenji dengan jarak sedekat ini dengannya menatapnya dengan tatapan tajam namun sangat membuat hatinya berdegup kencang tak karuan.
"Baguslah…Aku menginginkanmu."
Dan ucapan Kenji barusan membuat Ayumi sedikit ketakutan, karena setiap Kenji menginginkannya, Kenji akan melakukannya dengan cepat namun sangat kasar.
"Mmhhhhhh." Ayumi mengigit kencang bibir bawahnya saat Kenji mulai memilin dan sedikit menarik kedua ****** nya bergantian dengan Kenji yang menatapnya tak berkedip seolah ingin melihat sendiri bagaimana reaksi Ayumi yang berada di bawah kendalinya.
"Apa aku memintamu untuk menahan desahanmu?" Kenji berbisik dan sedikit menjilat leher Ayumi membuat Ayumi semakin menggelinjang tak menentu.
"Ayumi…Kau harus menjawab saat aku bertanya." Perintah Kenji yang juga sudah terbawa gejolak hasrat yang begitu besar.
"K-kau tak pernah suka aku mendesah saat kau menyentuhku Kenjiia..ah~"
Kenji kemudian sedikit menghentikan kegiatannya dan menatap dalam ke mata Ayumi. "Kalau begitu mulai malam ini aku ingin mendengarnya." Ujarnya tegas sambil membuka kancing piyama Ayumi satu persatu.
"Kau mengerti kan?" katanya tetap memandang dalam ke mata Ayumi namun tak menghentikan kegiatan tangannya yang terus melepaskan pakaian Ayumi hingga kini Ayumi tak memakai sehelai pakaian pun karena Kenji sudah membuang seluruh pakaiannya dengan tak sabar ke sembarang tempat.
"Ya Kenji..Aku mengerti." Balas Ayumi sedikit menggigit bibirnya karena walaupun mereka sudah sering melakukannya, ini adalah kali pertama Kenji begitu lembut dan menanyakan banyak hal padanya. Kenji yang biasanya hanya akan melakukannya dengan cepat dan langsung kepada intinya, namun kali ini Ayumi mempunyai firasat kalau Kenji akan melakukannya dengan lembut malam ini.
"Bagus.." ujarnya yang kemudian mengecup bibir Ayumi dan mulai ********** lembut hingga kemudian intensitas ciuman mereka berubah semakin dalam, Kenji memegang tengkuk Ayumi sementara Ayumi mulai memberanikan diri melingkarkan tangannya di leher Kenji dan membalas semua ciuman Kenji yang begitu membakarnya.
"Hmhhh…." Ayumi kembali mengeluakan desahan kecilnya tatkala ciuman Kenji turun ke lehernya, Kenji sedang menjilatinya dan sesekali menghisapnya keras membuat Ayumi melenguh dan hanya bisa mencengkram selimutnya kencang.
Kenji sendiri tersenyum puas saat Ayumi menerima perlakuannya sepenuhnya tanpa penolakan, namun kemudian senyumannya menjadi umpatan memaki dirinya sendiri saat melihat hampir seluruh tubuh Ayumi yang penuh dengan bekas luka dan memar dan itu semua diakibatkan oleh ******** seperti dirinya sendiri.
__ADS_1
Merasa kesal melihat semua bekas luka itu, Kenji kemudian mengecupnya dan menghisapnya kencang, berharap semua bekas luka dan memar yang ada di tubuh Ayumi karena ulahnya dapat menghilang dan terganti dengan tanda kepemilikan darinya.
"Ahhhhhh..~"
Ayumi terdengar mendesah namun seperti meringis karena Kenji terus menerus menghisap kencang semua bagian tubuhnya yang memar, namun kemudian dia menyadari kalau Kenjinya sedang berusaha menghilangkan semua memar yang ada di tubuhnya dan Ayumi memilih untuk tidak mengeluarkan suara yang menunjukkan dirinya kesakitan agar tak membuat Kenji kecewa.
"Kenapa kau tak lari dari iblis sepertiku? Aku sudah menyiksamu dengan keji."
Ayumi sedikit membelalak saat Kenji dengan tiba-tiba bertanya kepadanya dan terlihat geram pada dirinya sendiri. Ayumi tahu kalau Kenji sedang merasa bersalah, dan tanpa rasa benci sedikit pun Ayumi mengusap sayang wajah Kenji yang terlihat tegang dan memandangnya dengan menyesal.
"Kau bukan iblis Kenjia, kau suamiku dan aku mencintaimu."
Tanpa berlama-lama pun Kenji ikut melucuti seluruh pakaiannya dan...
"aghhhh-..~"
dalam sekali hentak Kenji menyatukan tubuhnya dan tubuh Ayumi, Ayumi memang selalu merasakan sakit setiap kali Kenji melakukannya, namun kali ini rasa sakit itu begitu berbeda, Kenji tak lagi melakukannya dengan kasar namun perlahan, namun sangat memabukkan membuat Ayumi menyalurkan hasratnya dengan mencengkram keras pundak Kenji yang sedang bergerak maju dan mundur di atasnya.
Semua perasaan itu seolah menyatu untuk keduanya, perasaan merindu, menyesal dan perasaan cinta yang dalam yang dirasakan keduanya terasa menyeruak ke luar membuat percintaan mereka malam ini begitu hangat.
Ayumi tak bisa menyembunyikan rasa nikmat yang begitu berbeda yang diberikan Kenji untuknya, ini adalah kali pertama Kenji melakukannya dengan lembut sejak awal pernikahan mereka, Ayumi benar-benar bisa merasakan Kenji melakukannya dengan perasaan dan hal itu membuatnya harus berkali-kali menahan debaran jantungnya yang semakin menggila karena setiap hentakan yang Kenji berikan begitu memabukkan dan membuatnya melayang.
Kenji sendiri tak sedikitpun berkedip dan terus memandangi wajah Ayumi yang begitu membuatnya ingin terus melakukannya lagi pada Ayumi sampai ke bagian terdalam dirinya, karena setiap dia menghentakan tubuh mereka Ayumi akan memberikan ekspresi yang bisa membuat siapa saja tergila-gila padanya jika melihatnya, sampai akhirnya Kenji merasakan cengkraman di bahunya mengeras menandakan Ayumi akan segera mencapai pelepasannya.
Kenji kemudian mempercepat gerakannya agar bisa bersamaan dengan Ayumi mencapai pelepasannya sampai akhirnya dalam hentakan terakhir yang begitu tepat mengenai titik ternikmat Ayumi keduanya memejamkan erat matanya dan...
"Ahhhhh..~"
Keduanya saling menyalurkan rasa nikmat bersama, dan beberapa menit setelah gelombang panas mereka tersalurkan, Kenji kembali menatap Ayumi dan mengusap dahi Ayumi yang sedikit berkeringat kemudian dia mengecup dahi Ayumi dan kembali menatapnya dalam, takut jika Ayumi akan menghilang jika tak ia pandangi.
"Tidurlah, kau pasti lelah."
Kenji akhirnya berpindah ke samping Ayumi dan segera membawa tubuh Ayumi ke dekapannya dan menyelimuti tubuh keduanya.
Tak ada kata-kata lagi setelah percintaan mereka yang singkat namun sangat berbeda dari malam-malam sebelumnya. Keduanya terlarut dalam pikiran masing-masing. Dan untuk Ayumi, dia sangat bersyukur karena percintaan malam ini Kenji melakukannya dengan lembut tanpa makian dan hinaan dan yang paling membuat Ayumi bahagia adalah karena saat ini Kenji sedang mendekapnya erat. Walau tanpa mereka tak banyak berkata-kata, tapi Ayumi sangat bahagia karena Kenji tak meninggalkannya seperti yang selalu ia lakukan setiap kali mereka selesai melakukannya.
Malam ini adalah malam yang sangat indah untuk Ayumi, dan dia tak henti-hentinya berdoa pada Tuhan agar Kenjinya selalu seperti ini, mendekapnya dan memberikan dirinya rasa hangat yang begitu nyaman dan menenangkan.
..
..
..
__ADS_1
Next...