
"Hey kebetulan sekali kalian datang. Aku membeli banyak minuman, ayo kita minum." Kenji meletakkan beberapa botol soju dan minuman kaleng ke meja.
"Arh..."
Ayumi meringis saat tangannya ditepis kencang oleh Kenji "Kecuali kau...kau tidak boleh minum sayang." Gemasnya mencubit kencang hidung Ayumi dan membawa istrinya duduk di sofa membuat Ayumi menggerutu kesal pada Kenji.
"Baguslah kau pulang Kei. Istriku sangat manja tidak ada dirimu, dia terus merengek dan sangat keras kepala karena hanya akan makan masakanmu." Kekeh Kenji yang menurut Keiko juga terlihat kacau dan berantakan tak jauh berbeda dengan Ayumi yang terlihat semakin memucat.
"Apa kalian baik-baik saja?" tanyanya tanpa berbasa basi pada Kenji dan Ayumi.
"Kalian terlihat berantakan." Derick membenarkan pertanyaan Keiko dan ikut memberi pernyataan pada Kenji dan Ayumi.
"Bagaimana mungkin kami terlihat berantakan? Kami sedang sangat bahagia saat ini. Iya kan sayang?" tanya Ayumi percaya diri pada Kenji yang hanya tersenyum lirih membalasnya.
"Kabar apa?" tanya Keiko yang lebih fokus ke reaksi Kenji dari pada Ayumi.
"Aku hamil Keii...Aku-..."
PRANG!
Belum sempat Ayumi menyelesaikan botol soju yang berada di tangan Keiko terlepas begitu saja, Ayumi meringis mendapati reaksi Keiko dan Derick sama persis dengan yang Kenji berikan. Terlihat jika keduanya sangat tegang dan memucat. Kekecewaan Ayumi semakin menjadi tatkala Keiko mengeluarkan suaranya.
"Tidak mungkin-..." katanya menatap Ayumi dan Kenji bergantian.
"Apanya yang tidak mungkin?" tanya Ayumi tak suka menatap Keiko yang melihat ke arahnya dengan tatapan menakutkan.
"Bagaimana bisa yum? Minggu depan kau operasi. Sudah berapa lama usia bayimu?" kini Derick yang terdengar tak percaya dan ada nada menyalahkan Kenji yang tak pernah berhasil mengontrol dirinya jika berada di dekat Ayumi sehingga membuat wanita mungilnya harus kembali mengandung dengan kondisi lemah seperti sekarang.
"Lalu kenapa jika aku operasi? Aku akan bertahan!"
Suara Ayumi meninggi dia kemudian menoleh ke arah Kenji untuk meminta bantuan, namun dirasa suaminya masih tak bersahabat dengannya membuatnya kesal dan berdiri untuk memberitahukan satu hal yang tak akan pernah Ayumi sesali nantinya "Dengar! Aku tidak akan kehilangan bayiku lagi. Jadi jangan berfikir untuk melakukan hal mengerikan pada bayi tak berdosa ini." ujarnya bergetar dan dengan terburu-buru meninggalkan ruangan yang tampak tegang karena kemarahan Ayumi yang terdengar sangat ketakutan.
"Kenji…" Keiko langsung memanggil Kenji untuk mendengar lebih jelas tentang Ayumi.
__ADS_1
Kenji hanya diam sambil menatap Ayumi yang kembali terlihat sedih masuk kedalam kamarnya "Kenji!" panggilan Keiko kali ini berhasil membuat Kenji menoleh.
"Ini salahku sampai dia harus mengandung buah hati kami disaat seperti ini. Ini salahku."
Kenji bergumam menyembunyikan wajahnya di kedua telapak tangannya. Walaupun dia mendapat dukungan dari Kyuhyun dia tahu benar Ayumi akan kesakitan menahan penyakitnya dan semua hal yang bisa membuatnya tambah kesakitan dengan kehamilannya yang memasuki minggu kedelapan.
Sementara Keiko langsung menghambur memeluk suaminya, dia tidak tahu harus bersedih atau bahagia, karena satu hal yang ia yakini Ayumi akan mempertaruhkan segalanya bahkan nyawanya sekalipun untuk calon bayinya, "Ayumi…" gumamnya terisak pelan di pelukan Derick yang juga terlihat pucat dan khawatir.
..
..
Keesokan paginya Kenji membawa Ayumi untuk bertemu dengan Kyuhyun dan dokter spesialis terbaik yang akan menangani kasus istrinya.
"Kenji.."
Kenji yang sedang menggenggam Ayumi menuju ruangan Kyuhyun pun sedikit menoleh dan tersenyum mengetahui kalau Ayumi sedang tegang saat ini.
Cklek!
"Ah…Kalian sudah datang." Kyuhyun berdiri menyambut Kenji dan Ayumi mempersilahkan keduanya duduk untuk bicara.
"Ayumi, kau bisa ikut dengan suster Kim, dia akan membawamu untuk melakukan beberapa tes terakhir sebelum jadwal operasimu." Katanya memperkenalkan suster yang sudah bersiap disampingnya untuk membawa Ayumi menjalani beberapa tes.
"Bayiku.." gumamnya menggenggam erat tangan Kenji dan menatap cemas suaminya.
"Ah tentu saja…kami juga akan memeriksa kondisi kandunganmu Ayumi, tenang saja."
Ayumi kemudian menatap Kyuhyun dan tersenyum lega mendengar mereka juga akan memeriksa calon bayinya.
Kenji menggenggam erat tangan Ayumi dan mengecupnya sekilas "Jangan khawatir sayang, aku menunggu disini." Gumamnya menguatkan Ayumi.
Dan setelahnya Ayumi pun mengikuti kemana dia harus menjalani serangkaian tes sebelum dirinya melakukan operasi minggu depan.
__ADS_1
"Ayumi terlihat kelelahan."
Kenji menghela pelan nafasnya dan tertawa pahit melihat Kyuhyun "Semalam dia bertengkar hebat dengan Keiko yang memintanya untuk menggugurkan bayinya, hidungnya tiba-tiba mengeluarkan darah dan tak lama dia jatuh pingsan."
"Kenapa kau tak langsung membawanya?" Tanya Kyuhyun yang menebak kalau kondisi Ayumi saat ini jauh dari kata baik-baik saja.
"Dia bilang tidak mau menemuimu saat terlihat pucat, dia takut kau memintaku untuk menggugurkan bayi kami Kyu." Balas Kenji terdengar putus asa.
"Sangat terlihat kalau dia menghindariku." Gumam Kyuhyun memberitahu Kenji.
"Lusa dia sudah harus dirawat, kami harus memantau keadannya sebelum operasinya dilakukan. Hasil tesnya hari ini akan menentukan 70% kemungkinan berhasil atau tidaknya dia melewati masa kritisnya nanti. Aku akan menemui dokter Shin, dia yang akan melakukan operasi pada istrimu. Tunggu lah diruang perawatan,. Ayumi akan berada disana." Kyuhyun memegang pundak Kenji sekilas dan kemudian keluar dari ruangannya untuk menemui dokter Shin, dokter spesialis syaraf dan penyakit dalam yang akan mengoperasi Ayumi.
Sepeninggal Kyuhyun pun, Kenji memutuskan untuk melihat Ayumi yang sedang menjalani testnya, dia terus berjalan dan berhenti di ruang tes sampai dahinya mengernyit tak mendapati istrinya melakukan tes di tempat biasa dia menjalani tes.
"Permisi, istriku, Ayumi Haneul, dia seharusnya berada disini menjalani tes, kemana dia pergi?" Tanya Kenji sedikit menaikkan nada suaranya.
"Ah..Nyonya Haneul sudah selesai menjalani tes nya, dia kelelahan dan sedang beristirahat di ruang perawatan lantai tiga."
Kenji pun langsung berlari menaiki lift saat mengetahui kondisi Ayumi yang kembali merasa lelah.
"Sayang..hey sayang."
Kenji berlari menghampiri Ayumi yang tampak kelelahan dan kini sedang dipasangkan infus di tubuhnya.
"Maaf aku kelelahan lagi." Gumam Ayumi memegang lembut pipi Kenji yang terasa dingin.
..
..
..
Bersambung...
__ADS_1