
Setelah selesai makan siang dengan Derick dan Keiko, Ayumi segera berpamitan pada keduanya dan segera menuju kekantor Kenji untuk menceritakan tentang rencana Derick yang akan menikahi Keiko kurang dari sebulan lagi. Dia juga sengaja ingin membiarkan keduanya memiliki waktu berdua lebih lama dan memutuskan untuk tidak mengganggu Derick dan Keiko dengan Kenji sebagai alasannya.
Ayumi hanya bisa tersenyum senang membayangkan akan seperti apa reaksi Keiko saat Derick melamarnya sabtu malam nanti, Ayumi tersenyum sambil menahan rasa sakit di kepalanya yang mulai terasa nyeri, untuk mengalihkannya pun dia menggenggam erat makanan yang ia bawa untuk Kenji sambil memperhatikan jalan dan sangat bersemangat untuk bertemu dengan suaminya.
"Nona muda kau terlihat pucat. Apa kau baik-baik saja?" tanya Shindong yang melihat Ayumi dari kaca spion.
Ayumi sedikit menoleh kemudian menatap Shindong dengan wajah cemberutnya "Ayumi..Kau harusnya memanggilku Ayumi." Protesnya membuat Shindong sedikit terkekeh.
"Ah ya benar…Ayumi.. Apa kau baik-baik saja?" tanya Shindong mengoreksi ucapannya.
"Aku sedikit pusing."
"Apa anda ingin istirahat dan pulang kerumah?" tanya Shindong sedikit menoleh melihat Ayumi.
"Tidak perlu hyung… Setelah bertemu Kenji kita pulang."
"Apa benar tak apa?" tanya Shindong lagi.
"Benar hyung. Kau fokus menyetir saja." Balas Ayumi memberitahu Shindong.
"Baiklah non-… Ayumi."
Dan setelahnya Shindong sedikit menaikkan kecepatan mobilnya agar cepat sampai di kantor Kenji dan dapat segera membawa istri bosnya untuk pulang istirahat.
..
..
Tak lama kemudian Ayumi sampai di kantor Kenji, dia bergegas menaiki lift khusus anggota direksi karena semua karyawan yang mengenalnya mulai bersikap berlebihan saat melihatnya, Ayumi akan disapa dari pintu masuk sampai ke lantai 25, tempat kantor Kenji berada. Dan karena pengumuman Kenji beberapa waktu lalu, semua orang bersikap terlalu baik pada Ayumi membuatnya terkadang risih dan bingung bagaimana untuk menanggapi karyawan suaminya ini.
Ting!
Lift yang ia naiki sampai di lantai tempat Kenji berada, dengan cepat pun Ayumi melangkahkan kakinya menuju ruangan suaminya agar tak banyak orang yang bertanya padanya dan mendekatinya hanya untuk meminta hal-hal seperti promosi jabatan dan memberitahukannya pada Kenji.
Cklek!
"Kenjiaa..aku datang."
Kenji yang sedang menandatangani beberapa dokumen penting sedikit menoleh dan bertanya-tanya kenapa Ayumi terengah, namun mengingat kejadian dia dan Derick siang ini, moodnya untuk bertanya pada istrinya hilang dan memilih untuk tidak menanggapi Ayumi.
__ADS_1
Sedangkan Ayumi masih mengatur nafasnya, dia kemudian memaklumi Kenji yang masih sibuk dengan perkerjaannya di banding bertanya apa yang terjadi pada dirinya. Setelah cukup tenang, Ayumi kemudian mendekati Kenji sambil membawa makanan favorit suaminya itu.
"Kenji…Makanlah dulu, aku membawakan makanan kesukaanmu." Ujar Ayumi yang mulai membuka bingkisan makan siang Kenji, dia sedikit mengernyit bingung karena Kenji tak menjawabnya.
"Kenji…Aku punya kabar bagus untuk-.."
"Dengan siapa kau makan siang?"
Kenji tiba-tiba bertanya memotong ucapan Ayumi yang tampak bingung.
"Dengan Keiko dan Derick.. aku kan sudah memberitahumu." Ujar Ayumi yang merasa Kenji sedang menatapnya tak suka.
"Ck…Aku melihatmu hanya berdua dengan Derick di restaurant." Kenji kemudian sedikit menaikkan suaranya, membuat Ayumi sedikit takut.
"Tidak hanya dengan Derick..Aku juga bersama Keii.."
"Aku bahkan melihat kau dan Derick berpelukan." Desisnya yang kini membuat Ayumi yakin kalau Kenji sedang marah dan tak menyukai melihatnya dan Derick terlalu dekat.
"Sehun…Derick memelukku karena dia mempunyai kabar yang sangat meng…"
BRAK!
"Sial…" gumam Kenji memijat kepalanya kasar, dia kemudian menatap Ayumi dengan tatapan tajam.
"Pulanglah…Aku tidak lapar." Desisnya memberitahu Ayumi.
"Kenji…Ayo kita makan bersama." Pinta Ayumi terdengar ketakutan.
"Pulang sekarang." Katanya dengan nada suara tak ingin dibantah.
Hal itu membuat Ayumi mati-matian menahan air matanya agar tak jatuh, dia tak mau hanya karena Kenji membentaknya dia menangis dan terlihat cengeng didepan Kenji, karena jika hal itu terjadi, Kenji akan semakin membencinya dan tak suka padanya.
"Baik Kenji…Aku pergi."
Dan setelahnya Ayumi berlari meninggalkan ruangan Kenji dengan menunduk karena sangat malu mengira bisa makan siang bersama dengan Kenji di kantornya dan pulang bersama dengan suaminya.
"Ah Ayumi…Kau sudah sele-.."
Shindong yang memang menunggu Ayumi didepan ruangan Kenji, bertanya pada Ayumi namun sedikit mengernyit bingung saat mendengar suara Kenji yang terdengar marah dan Ayumi yang tiba-tiba berlari keluar ruangannya. Dia langsung mengejar Ayumi namun sepertinya Ayumi berlari sangat cepat sehingga dirinya kehilangan Ayumi dan tak tahu harus mencari Ayumi kemana.
__ADS_1
Cklek!
"Direktur.."
Kenji menoleh dan mengernyit mendapati Shindong berada dihadapannya, dia mengira Ayumi sudah pergi dua puluh menit yang lalu.
"Kenapa kau disini?" tanyanya tak menatap Shindong.
"Aku kehilangan Ayumi." Katanya memberitahu Kenji.
Kenji menoleh dan menatap marah pada Shindong "Bagaimana bisa?" katanya sedikit membentak Shindong.
"Dia berlari sangat cepat saat meninggalkan ruangan anda direktur." Balas Shindong dengan nada menyalahkan Kenji.
Kenji berdiri dari kursinya dan segera mencengkram erat kerah Shindong "Aku memintamu untuk mengawasi Ayumi bukan kehilangan Ayumi." Desisnya sangat marah dan terdengar khawatir.
"Anda yang membuatnya pergi bukan saya." Kilah Shindong yang juga menatap tajam ke arah Kenji.
BUGH!
Habis sudah kesabaran dia memang marah karena melihat Ayumi berpelukan dengan Derick, namun bukan berarti dia menginginkan Ayumi berkeliaran sendirian di luar dengan kondisi kesehatannya yang sedang tidak baik. dan untuk melampiaskan kekesalannya dia kemudian menyalahkan Shindong dan memukul telak pria yang dikenalnya sejak kecil tersebut.
"Kenapa anda memukulku? Merasa bersalah, huh?" katanya mengejek Kenji membuat Kenji semakin memanas.
"Apa kau tahu kalau istrimu sedang menahan sakit sepanjang perjalanan menuju kantormu? Dia tetap bersikeras untuk menemuimu dan berharap bisa makan siang bersama denganmu!"
Shindong berdiri dan masih menyalahkan Kenji karena tak pernah benar-benar memperlakukan Ayumi dengan baik.
Kenji sedikit terdiam dan mulai mendengarkan Shindong dengan sedikit lemas.
"Aku tidak tahu apa yang ada di pikiran anda tuan muda. Tapi jika terjadi sesuatu pada Ayumi, aku adalah orang pertama yang akan masuk ke ruangan ini dan menghajar telak wajah anda." Katanya menatap Kenji yang wajahnya mulai mengeras.
..
..
..
See you and the next chapter...
__ADS_1