Harapan Terakhir

Harapan Terakhir
Episode 31


__ADS_3

Saat ini Ayumi sedang berada di klinik kehamilan, ini pertama kalinya dia melakukan USG pada kehamilannya dan begitu senang mengetahui kalau calon bayinya tumbuh sehat didalam sana. Ayumi tak hentinya tersenyum memandangi hasil USG nya didalam bis. Sampai akhirnya dia turun dari bis dan berjalan menuju ke rumahnya.


..


..


Ayumi terus berjalan kerumahnya sampai dia menyadari mobil yang sangat familiar terparkir digarasi mobilnya, dia membelalak entah senang atau takut dan dengan cepat berjalan menuju kerumahnya. Ayumi meletakkan hasil USG nya didalam dompetnya dan perlahan membuka pintu masuk.


Langkahnya terhenti saat mendapati pria yang ia rindukan sedang berdiri didepannya, menatapnya mengintimidasi seolah mengabsen seluruh jengkal tubuh Ayumi, Ayumi tak berani menatapnya dan hanya tertunduk sampai dia merasa tengkuknya ditarik dan dia sudah dibawa kedalam ciuman panas suaminya.


"hmphh Kenji..." Ayumi sedikit meronta saat kebutuhan oksigennya sudah tak mencukupi, Kenji kemudian berbaik hati melepaskan sejenak ciuman mereka dan tak lama menggendong Ayumi membawanya ke kamar tamu terdekat.


Dia menindih tubuh Ayumi kemudian kembali menatap Ayumi dan ******* bibirnya kasar dan dalam sekejap kembali berhasil membuat Ayumi terbuai dalam ciuman mereka yang semakin panas dan menggairahkan.


Ayumi tak menolak sensasi dan gairah dari suaminya, karena dia sendiri sangat merindukan sentuhan Kenji yang pergi selama tiga bulan ini tanpa memberitahunya. Dia membuka mulutnya memberikan akses untuk lidah Kenji agar bisa mengeksplor keseluruhan dirinya. Kenji menyeringai karena Ayumi tak menolaknya, dan tanpa kata-kata, Kenji melepaskan dress yang Ayumi gunakan dan Kenji menanggalkan pakaian yang dirinya gunakan dan dalam sekali hentakan, dan Kenji melaksanakan aksinya.


"Ahhh~" erang Ayumi memejamkan matanya menikmati sensasi bercinta dengan Ayumi yang sudah lama tak ia rasakan.


Kenji sendiri tanpa pemanasan langsung menggerakan pinggulnya, seolah tak bisa lagi menahan gairahnya yang tertahan karena tak bertemu wanita yang ia benci dan mungkin wanita yang ia cintai selama tiga bulan ini.


Dan seterusnya, kamar tamu itu menjadi saksi betapa kedua insan yang tak bisa bersatu seutuhnya karena kesalahpahaman menyalurkan hasrat dan gairah cinta mereka dengan cara mereka masing-masing.


..


Tok! Tok!


Ayumi mengetuk pintu kamar Kenji dengan perlahan, dia sedikit meringis mengetahui kalau dirinya tak boleh lagi masuk kedalam kamar Kenji semenjak kematian orang tua Kenji.


Cklek!

__ADS_1


"Ada apa?" Tanya Kenji yang sepertinya baru selesai mandi, karena aroma citrus kentara sekali tercium dari tubuhnya.


"Makan malam sudah siap. Apa kau mau makan?" Tanya Ayumi takut-takut.


"Aku akan turun." Balas Kenji kembali menutup pintu kamarnya.


Ayumi tersenyum karena paling tidak Kenji tak membentaknya, karena biasanya Kenji akan menjawab semua pertanyaan Ayumi dengan makian dan teriakan.


Dan selang beberapa menit kemudian, Kenji turun dari kamarnya dengan memakai kaos hitam yang sangat pas di tubuhnya dipadu dengan celana pendek selutut yang membuatnya terlihat sangat tampan bahkan dengan rambutnya yang turun sekalipun.


Ayumi merona mengagumi betapa tampannya suaminya yang kini sudah duduk di meja makan. "Kau tak makan?" suara Kenji menginterupsi lamunan Ayumi.


"Nanti setelah kau" balas Ayumi takut-takut.


"Duduklah, makan bersamaku." Titahnya membuat Ayumi berharap jika ini mimpi dia tak ingin terbangun.


"Kau benar-benar terlihat gemuk. Apa kau bahagia dengan kepergianku?" Tanya Kenji terdengar menyindir Ayumi.


Ayumi menggeleng cepat "Ani, aku merindukanmu." Katanya jujur memberitahu Kenji.


"Terserah" balas Kenji dengan nada dinginnya.


Saat sedang menyantap makan malam mereka bersama, sebuah headline news mengejutkan datang dari televisi, disana dikatakan kalau penjara di daerah Hongdo mengalami kebakaran hebat diduga akibat ulah salah satu narapidana, hal itu membuat beberapa narapidana berhasil melarikan diri. Dan saat disebutkan nama-nama narapidana yang berhasil melarikan diri. Wajah Kenji dan Ayumi menegang saat nama Kim Soh Ye dan suaminya Kim Yong Woo disebutkan.


"Brengsek" geram Kenji memukul meja dan menatap tajam ke arah Ayumi, sedetik kemudian Kenji beranjak dari kursi meja makan dan pergi entah kemana dengan mobilnya.


Sementara itu…..


"Kita harus bergerak cepat. Pertama kita bunuh Kenji dan kemudian kita akan memanfaatkan Ayumi untuk membebaskan kita dari tuduhan, setelah itu kita juga harus menyingkirkan Ayumi" rencana licik itu sedang dibicarakan di sebuah gudang kumuh tak jauh dari tempat Kenji dan Ayumi tinggal. Tentu saja yang berbicara hal keji itu adalah Kim Soh Ye, wanita yang bersama suaminya menculik Ayumi sewaktu bayi.

__ADS_1


"Kau tenanglah, kita akan mencari tahu apa kegiatan mereka terlebih dulu, kita tak boleh terlalu mencolok" sang suami Kim Yoong woo mengingatkan istrinya.


"Aku sangat tak sabar membalas dendam pada mereka" geram Soh ye yang sangat ingin membalaskan dendamnya pada Kenji dan Ayumi.


..


Seminggu setelah kabar yang menyebutkan bahwa kedua orang tua angkat Ayumi berhasil melarikan diri dari penjara, Hal itu membuat Kenji melakukan segala cara untuk menemukan kedua orang yang telah membunuh orang tuanya itu. Dia bahkan menyewa delapan detektif ternama untuk melacak dimana pasangan suami istri yang telah membunuh orang tuanya itu.


Melihat kegusaran Kenji, Ayumi juga tak bisa tinggal diam, dia takut kalau sewaktu-waktu kedua orang itu datang dan berbuat sesuatu yang mengerikan pada Kenji. Oleh karena itu, Ayumi berusaha membantu pencarian kedua orang tuanya dengan memberikan keterangan pada polisi mengenai kemungkinan tempat yang dikunjungi oleh keduanya. Hal itu membuatnya kerap kali pulang malam karena memberi keterangan pada polisi tak segampang kelihatannya.


Seperti malam ini misalnya, Ayumi baru saja selesai memberikan keterangan pada polisi mengenai kemungkinan tempat yang dikunjungi kedua orang tuanya, hal ini membuatnya harus rela pulang malam dan berdesakan di kereta. Merasa dirinya belum makan apapun sejak pagi, Ayumi memutuskan untuk membeli cereal di supermarket agar bayinya tak kelaparan.


Selama memakan cerealnya, Ayumi melihat pasangan suami istri didepannya yang begitu bahagia. Sang suami dengan sayang mengelus perut istrinya yang sepertinya sedang mengandung sementara sang istri hanya tertawa karena suaminya terus menggodanya dan calon bayinya.


Ayumi melirik sekilas ke perutnya yang tampak membuncit dan mengelus sayang calon bayinya "Eomma janji suatu saat nanti appa juga akan melakukan hal yang sama untuk kita nak, kau tak boleh iri." Gumam Ayumi yang menyalahkan calon bayinya untuk tidak iri, padahal jelas sekali kalau dirinyalah yang sangat iri melihat betapa bahagianya pasangan suami istri itu.


Ayumi pun tiba-tiba kehilangan selera makannya dan memutuskan untuk pulang kerumah karena waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam.


Sesampainya didepan rumah, dia cukup kaget melihat mobil Kenji sudah terparkir menunjukkan kalau suaminya sudah pulang bekerja, padahal seminggu ini Kenji hampir tak pernah pulang kerumah karena sibuk mencari keberadaan orang tuanya.


Cklek!..


..


..


..


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2