Harapan Terakhir

Harapan Terakhir
Episode 58


__ADS_3

"Aku tidak tahu apa yang ada di pikiran anda tuan muda. Tapi jika terjadi sesuatu pada Ayumi, aku adalah orang pertama yang akan masuk ke ruangan ini dan menghajar telak wajah anda." Katanya menatap Kenji yang wajahnya mulai mengeras.


..


..


"Dan jika benar anda marah karena melihat tuan muda Derick dan Ayumi berpelukan, itu berarti anda salah paham." Katanya memberitahu Kenji.


"Apa maksudmu?' tanya Kenji sedikit cepat dan menantang.


"Bukankah wajar saat seorang teman memberikan pelukan sebagai ucapan selamat karena temannya akan menikah?" balas Shindong bertanya menatap Kenji tanpa takut.


Kenji menaikkan kedua alisnya seolah mencari jawaban dari ucapan Shindong.


"Ayumi memeluk tuan muda Derick karena dia sedang memberikan selamat pada tuan muda Derick yang memutuskan untuk menikah dalam waktu dekat…..Ya, tuan muda Derick memutuskan untuk menikahi Keiko."


"Apa?' Kenji sedikit tak mempercayai pendengarannya, dia langsung menyumpahi dirinya sendiri karena kembali membentak Ayumi dan membuatnya takut padanya.


"Saya berani bertaruh kalau anda akan kehilangan Ayumi jika anda terus bersikap kasar padanya tuan muda."


"Sial!" geram Kenji yang kemudian dengan cepat meraih kunci mobilnya dan berlari mendului Shindong untuk segera membawa Ayumi pulang kerumah mereka.


Kenji sebenarnya masih sangat kesal dan marah. Tapi dia bingung kesal pada Shindong atau dirinya sendiri, dia ingin sekali menghajar mulut kurang ajar Shindong yang sedari tadi menghinanya, namun dia sadar kalau semua yang dikatakan Shindong tentang sikapnya pada Ayumi adalah benar ditambah dengan bayangan dia bisa kapan saja kehilangan Ayumi semakin membuatnya menyesal terus bersikap kasar pada Ayumi meninggalkan Shindong yang tersenyum menang karena berhasil membuat Kenji mencari Ayumi dan segera membawa istrinya pulang kerumahnya.


..


Kenji terus mencari Ayumi ke beberapa tempat yang mungkin dan bisa Ayumi datangi, namun dia harus berkali-kali mendesah kesal karena Ayumi tak berada di tempat yang harusnya ia datangi, Ayumi tidak mengangkat ponselnya dia bahkan tak berada di panti asuhan tempat dirinya biasa menghibur diri.


"Kau dimana?" gumam Kenji memukul stir mobilnya dengan frustasi.


Drrtt…drrtt…


Kenji sedikit mengernyit namun kemudian membelalak saat nama Ayumi terpampang di layar ponselnya.


"yum, kau dimana?"

__ADS_1


Kenji segera mengangkat ponselnya dan bertanya pada Ayumi.


"Apa benar ini suami Ayumi?"


Kenji mengernyit saat menyadari bukan Ayumi yang sedang berbicara padanya.


"Siapa ini? Dimana Ayumi?" tanya Kenji setengah berteriak.


"Ah berarti benar anda suami Ayumi. saya pemilik kafe kecil yang berada di…"


Kenji langsung menjalankan mobilnya saat si pemilik kafe yang ia ketahui paman yang menjual bubble tea didekat sekolah mereka dulu yang menelponnya, dan tanpa berlama-lama Kenji menjalankan mobilnya dengan cepat untuk menjemput istrinya.


Tring~


Suara lonceng pintu berbunyi saat seseorang membuka agak terburu pintu sebuah kafe kecil yang terlihat sangat cantik walau berada di lorong jalan yang sepi.


Mata Kenji terus mengedar untuk mendapatkan keberadaan istrinya yang sampai sekarang belum terlihat di matanya.


"Apa anda Kenji?"


"Dia ada di ruang tengah….tertidur."


Kenni bersyukur lega namun tak lama kedua alisnya mengangkat "Tidur?" katanya membenarkan pendengarannya.


"Ya…Istri anda tertidur setelah memesan bubble tea ke sepuluhnya. Dia bilang dia terlalu kembung dan tak bisa berjalan. Dia memintaku untuk menghubungi nomor anda dan terus bergumam maafkan aku Kenjiaa..jangan marah-…seperti itu kira-kira ucapannya."


Si pemilik kafe menjelaskan pada Kenji seraya mencontohkan suara Ayumi sambil membawa Kenji ke tempat Ayumi berada.


Kenji sedikit terenyuh melihat Ayumi yang tertidur di atas meja dengan kedua tangan sebagai tumpuannya dan sepuluh cup bubble tea mengelilinginya.


"Apa dia memesan makanan?' tanya Kenji dengan suara yang dipelankan.


Si pemilik kafe menggeleng "Hanya minuman." Katanya memberitahu.


Kenji kemudian mengelus lembut wajah Ayumi yang tampak terlelap "Kalau begitu saya akan meninggalkan anda dengan istri anda. Saya permisi." Si pemilik kafe pun meninggalkan ruang tengah dan membiarkan Kenji berdua dengan istrinya.

__ADS_1


Kenji tak langsung membangunkan Ayumi dan mengajaknya pulang, dia menarik kursi disamping Ayumi dan membenarkan poni Ayumi yang menutupi wajahnya, dia kemudian menatap Ayumi sambil mengelus pelan dahi Ayumi yang berkerut. "Maafkan aku sayang….Maaf." lirihnya menyesal masih menatap Ayumi dan membuat gerakan lembut di kening Ayumi.


Merasa ada sesuatu yang mengusap lembut dahinya pun, membuat Ayumi mau tak mau membuka matanya perlahan, awalnya dia hanya membuka matanya saat mendapati Kenji yang juga membaringkan kepalanya di meja dan sedang menatapnya lembut, namun saat Kenji tersenyum padanya Ayumi mulai mengedipkan matanya berulang.


"Kenji?" tanyanya masih membaringkan kepalanya dimeja dan menoleh ke samping.


"Apa aku membangunkanmu?" tanya Kenji yang terdengar lembut dan seperti tak marah lagi pada Ayumi.


"Apa kau sudah tak marah lagi?" tanya Ayumi memberanikan diri.


Kenji menggeleng dan menatapnya sangat menyesal "Maafkan aku yum…Aku terlalu sibuk cemburu sampai harus menyakitimu terus..maaf." lirih Kenji kembali mengusap dahi Ayumi.


"Cemburu?"


"Hmm…Aku cemburu melihat rusaku dipeluk oleh si hitam itu. Aku tidak suka."


"Jadi kau marah karena kau cemburu?" tanya Ayumi yang entah kenapa terdengar senang.


"Iya..dan kenapa kau tersenyum?" gemas Kenji mencubit pipi Ayumi.


"Keiko bilang jika seorang sepasang kekasih atau suami istri mempunyai rasa cemburu pada pasangan masing-masing, itu artinya dia mencintai pasangannya." Balas Ayumi penuh semangat membuat Kenji mau tak mau tersenyum.


"Keiko benar…Aku mencintaimu. Maaf terus menyakitimu, aku menye.."


BRUGH.!!


Kenji sedikit membelalak saat Ayumi dengan tiba-tiba menghambur ke arahnya dan memeluknya erat membuat keduanya terjatuh dari kursi mereka masing-masing.


"Aku juga mencintaimu.."


..


..


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2