
Ayumi menggeleng lemah dan kembali tersenyum "Kau harus menjaga appa untuk eoma nak. Eomma akan selalu menjaga dan mengawasi Haowen di tempat eomma yang baru nanti nak" katanya meyakinkan Haowen yang masih menangis.
..
"Kau mau kan sayang?" Ayumi kembali bertanya pada Haowen.
Haowen yang tak tega melihat ibunya memohon pun, hanya mengangguk pelan dan tersenyum menatap ibunya "Haowen akan menjaga appa untukmu eomma."
"Anak pintar….Haowen pintar…Anakku.."
Ayumi pun tiba-tiba mendekap erat Haowen dan menangis sejadinya menyadari kalau dia benar-benar kehabisan waktu untuk bersama putranya.
"Keiko…aku mohon jaga anakku." Pinta Ayumi memekik pada Keiko yang tampak hancur mendengarkan semua pesan Ayumi untuk putranya.
Derick pun kembali menggendong Haowen dan membawa Haowen untuk keluar ruangan karena menyadari Ayumi sudah mulai lemah dan kehilangan kesadarannya.
"Kenji…" katanya memanggil Kenji yang semenjak memutuskan untuk membawa Ayumi ke ruang perawatan biasa hanya banyak diam dan tak bicara, Ayumi tahu benar jika suaminya sedang marah padanya dan dia tahu benar apa yang ada dipikiran Kenji saat ini.
"Ya sayang aku disini." Balas Kenji yang menggenggam tangan Ayumi dan mengusap lembut tangan istrinya.
"Aku rasa aku kehabisan waktu." Lirihnya berusaha tertawa namun gagal karena air mata yang kembali keluar menduluinya.
"Kau kuat sayang." Gumam Kenji yang juga sama sekali tak bisa menahan rasa pedihnya.
Ayumi hanya terdiam menggenggam erat tangan suaminya.
"Aku punya permintaan yang harus kau tepati sayang." Lirih Ayumi yang merasa kesadarannya mulai tak wajar.
"Katakan hmmm." Balas Kenji mengusap dahi Ayumi yang terus berkeringat.
"Kau harus menemani Haowen sampai dia menikah nanti. Kau tidak boleh meninggalkannya dan kau tak boleh membuatnya merasakan apa yang aku rasakan saat aku kecil dulu. Aku ingin kau menyayanginya sampai ada yang menggantikan posisi kita untuknya. Janji?" tanya Ayumi mengangkat jari kelingkingnya untuk mengikat janji dengan suaminya.
Kenji yang sedang mengusap dahi Ayumi pun terdiam, dia menyadari kalau Ayumi sangat mengerti dirinya hingga dia mengikat janji padanya untuk tetap hidup dan menemani putra mereka.
"Kenji…" lirih Ayumi yang sudah mulai membuka dan menutup matanya tak beraturan.
Saat Ayumi sedang mengikat janji pada Kenji, Derick kembali masuk ke ruangan Ayumi dan merangkul pinggang Keiko yang sedang terisak tak tega melihat kondisi Ayumi. Derick berbisik sudah menitipkan Haowen dan Ziyu pada orang tuanya sehingga mereka bisa fokus mengurus Ayumi.
"Kenji…Aku mohon.." Ayumi masih mengangkat kelingkingnya dan menunggu jawaban suaminya
Kenji menghapus air matanya dan menyambut kelingking istrinya "Aku janji." Gumamnya yang juga mengangkat kelingkingnya membuat Ayumi tersenyum "Kau terikat janji denganku. Kau harus menepatinya sayang." Lirih Ayumi tersenyum lega.
"Aku akan menuruti permintaanmu." Kata-kata memberatkan itu Kenji keluarkan agar Ayumi merasa bahagia.
"Gomawo sayang….K-kau harus hidup dengan sehat dan bahagia. Aku mengawasimu." Katanya yang kini menghapus air mata suaminya.
Tangan Ayumi tiba-tiba terkulai lemas, dia semakin tahu kalau ini adalah waktunya untuk pergi, dan sebelum benar-benar sesuatu terjadi padanya dia menatap Derick dan Keiko penuh harap.
"Keiko…Derick…Aku titip suamiku dan putra kecilku. Jaga mereka untukku." Katanya merasa sangat lelah, dia tersenyum merasakan tangan Kenji kembali menggenggamnya erat memberikan rasa hangat yang berbeda untuknya.
Keiko terisak tak menjawab, namun Derick mengangguk menatap Ayumi "Kami akan menjaga mereka yum."
__ADS_1
Jawaban Derick pun membuat Ayumi kembali lega, dia kembali beralih menatap wajah suaminya yang mulai terlihat samar.
"Kenjiaa…"
"Hmm..kenapa sayang?" tanya Kenji yang juga mencengkram dadanya sendiri agar kuat melihat istrinya yang tampak sedang melawan malaikat maut menjemputnya.
"Terimakasih karena telah membawaku ke rumahmu hari itu…Terimakasih karena sangat baik menerimaku yang tak memiliki apapun…Terimakasih telah mencintaiku… Ter-terimakasih telah membuatku memiliki Haowen dan keluarga kecil kita yang begitu indah ini. Terimakasih untuk semuanya sayang." Lirih Ayumi menangis membayangkan semua kebahagiaan singkat ini akan berakhir untuknya.
Kenji menggeleng cepat dan mencium dahi Ayumi dengan sayang "Aku yang berterimakasih karena Tuhan mengirimkan malaikat sepertimu sayang. Aku akan menjaga semua yang membuatmu bahagia." Kenji pun terisak mendengar semua ucapan Ayumi yang begitu tulus namun terasa menyakitkan untuknya.
"Kenji…" katanya kembali memanggil Kenji.
"Hmm…" Kenji tak kuat lagi menjawab, dia hanya bisa bergumam membalas istrinya yang seluruh tubuhnya mulai terasa dingin.
"Aku lelah…Bolehkah aku beristirahat sekarang."
"Tidak-…" Keiko yang bereaksi dia tahu arti dari ucapan Ayumi, semua terasa sangat tak adil untuk Ayumi, dia pun memeluk erat suaminya tak tahan mendengar apapun yang akan Ayumi ucapkan lagi.
"Ten-..Tentu sayang,,,beristirahatlah…aku-…aku menemanimu disini." Kenji terisak hebat mengucapkan kalimat yang menyatakan dia rela membiarkan Ayumi yang kelelahan untuk beristirahat…selamanya.
"Gomawo Kenjiaa, Aku mencintaimu." Lirih Ayumi tersenyum mulai memejamkan matanya.
"Aku juga mencintaimu sayang…Istirahatlah…Aku menjagamu…." Kenji mengecup sayang dahi Ayumi dengan isakan hebat yang tak pernah ia rasakan sebelumnya karena rasa sakitnya yang luar biasa seperti ini.
Ayumi tersenyum mendengar ucapan cinta dari Kenji yang selalu berhasil membuatnya merasa sangat hangat, dia kemudian menikmati ciuman terakhir yang diberikan Kenji di dahinya dan tak lama.
Tiiiiit…..
"AYUMI…!" Keiko menghambur mendekati Ayumi dan menjerit hebat mengetahui wanita yang ia anggap seperti adiknya sendiri telah meregang nyawa dan meninggalkan dirinya untuk selamanya.
Kenji pun kemudian melepas ciumannya di dahi Ayumi, dan menatap sayang istrinya yang terlihat begitu damai dan cantik untuk terakhir kalinya.
"Selamat jalan sayangku." Lirihnya mengecup singkat bibir yang kini terasa dingin itu.
Kenji kemudian berjalan menjauh dari ruangan Ayumi, dia kembali berjalan tak tentu arah, menabrak apapun yang berpapasan dengannya. Pikirannya kosong, hatinya sakit, dan ketakutan menguasai dirinya.
BRAK….!
Dia pun terjatuh dan
"AGHHHHHHHHH…!"
Kenji menjerit mengeluarkan rasa kehilangan yang begitu teramat karena kepergian istrinya.
..
..
Hari ini adalah hari yang sangat memberatkan untuk Kenji, dia harus menghadiri upacara pemakaman seseorang yang sangat ia cintai dan ia kasihi, hari ini persis dengan hari yang sama saat orang tuanya dimakamkan. Hari dimana Kenji merasa sangat kosong dan sangat ketakutan harus kembali ia rasakan dengan rasa yang jauh lebih menyakitkan dari sebelumnya.
Dia terus memandang tubuh istrinya yang sedang dimasukkan kedalam tanah, dan memandang tak berkedip berharap ini hanya mimpi. Namun hujan yang turun menyadarkannya kalau semua ini adalah kenyataan pedih yang harus ia terima.
__ADS_1
Berbeda dengan ayahnya, putra tunggal Kenji dan Ayumi….Haowen, dia terlihat begitu tenang dan merelakan ibunya. Dia belum tahu apa yang sedang terjadi tapi yang dia tahu adalah kalimat ibunya yang mengatakan akan terus menjaganya dimanapun dia berada.
Ziyu yang sedang berada di gendongan Derick merasa tak tega melihat Haowen berdiri sendiri, dia meminta ayahnya untuk menurunkannya dan berjalan menghampiri Haowen.
"Haowen…" lirihnya tanpa ragu memeluk pria kecil yang benar-benar ia sayangi ini.
Haowen hanya tersenyum pahit dan kembali menatap peti ibunya yang kini seutuhnya telah menyatu dengan tanah. Dia kemudian menggenggam tangan Ziyu seolah meminta kekuatan agar bertahan untuk menghampiri makam ibunya, dengan langkah kecil pun Haowen berjongkok di makam ibunya sambil meletakkan setangkai bunga untuk ibunya. Haowen kecil kemudian menghapus cepat air matanya.
"Aku akan menjaga appa untukmu eomma, istirahatlah dengan tenang."
..
..
..
TAMAT.
Huweee.. sedih banget aku ngetik dua episode ini😭, Maafkan sekar yang buat endingnya begini. Tapi kan sebelum sekar lanjut ampek kedasar jurang😳.
"Kok jurang sih thor,"
Eh ia deng kedasar episode maksudnya😁.
typo itu indah seyenk.
Sekar kan sudah ngasih WARNING BIG WARNING.
Mau di bawa kemana hubungan kitaaa..
"kok lu malah nyanyi sih thor orang lagi serius baca geh".
Canda dikit dongs biar selooowwww kan abis tegang tadi wkwk.
Di Episode 33 itu sekar udah ngasih BOCORAN ending cerita ini bagemananya.
Jadi gak mungkin dongs aku puter balik rubah ceritanya, karena ini novel naskahnya udah siap sebelum aku publish dimari😁.
Ibarate gini ya, Kan aku mau mudik nah pas udah mau nyampek rumah masak disuruh puter balik kejakarta nyari jalan lagi kan gak lucu🤭
Yang gak terima sama ending kisahnya bisa protes secara sendiri-sendiri wkwk. Othor gk terima japri lewat WA😜
Papay sampai jumpa dikarya SEKAR selanjutnya.
Muaaacchhhhh salam sayang dari SEKAR.
Pasti ada yang gak terima ini tar🤭
Kabuuurrrrrrrrrr.
Am I said this story is happy ending…?
__ADS_1