Harapan Terakhir

Harapan Terakhir
Episode 47


__ADS_3

Ayumi sudah selesai menghabiskan makanannya dan meminum obat yang ada di mejanya. Namun dia tak bisa kembali tidur karena masih belum yakin jika Kenji kembali mengijinkannya tidur dikamar yang sama dengan Kenji.


Dan untuk alasan yang tak jelas. Ayumi merasakan jantungnya berdegup kencang, degupan yang sama saat Kenji pertama kali memintanya untuk tidur bersama dikamar ini, dan untuk menghilangkan rasa gugupnya, Ayumi mulai menelusuri kamar Kenji yang sangat besar dan luas ini. Masih jelas teringat di ingatannya setiap sudut ruangan memiliki kenangan tersendiri untuk keduanya.


Ayumi berjalan ke meja yang biasa ia dan Kenji gunakan untuk belajar dan mengerjakan tugas rumah, Ayumi akan marah jika Kenji terus menggodanya dan Kenji akan meminta maaf dengan memijat bahu Ayumi. Ayumi duduk sebentar dan bersandar di meja itu mengingat betapa dia dan Kenji tak terpisahkan.


Kemudian kakinya melangkah ke tempat dimana Kenji menghabiskan waktu untuk bersembunyi agar tak disuruh berbelanja ibunya, tempat yang sekaligus merupakan tempat favorit Kenji untuk bermain game. Dulu ruangan ini berwarna biru-merah. Kombinasi warna kesukaan Kenji dan Ayumi, namun sekarang ruangan ini hanya ruangan yang tampak mencekam dengan warna hitam mendominasi hampir seluruh ruangan.


Kakinya kemudian melangkah ke dekat lemari pakaian Kenji, Ayumi membukanya dan menyesap dalam-dalam aroma Kenji dari pakaiannya. Kenji memiliki aroma khas yang tak pernah ia ganti hingga sekarang, saat sedang menyesapi beberapa kemeja Kenji, mata Ayumi menangkap beberapa tumpukan yang ia tebak seperti bingkai foto. Kemudian dirinya tersenyum pahit menyadari itu adalah fotonya dan Kenji yang dulu terpajang rapih dikamar Kenji.


Ayumi hendak mengambilnya namun suara Kenji yang baru masuk menginterupsinya.


"Jangan berani-berani kau ambil foto itu, aku belum sempat membakarnya."


Ucapan itu berhasil membuat goresan baru dihati Ayumi. Hati yang beberapa menit yang lalu sudah lebih baik harus kembali merasakan perasaan kecewa dan memelas.


"Y-ya Kenji." Katanya bergetar dan belum berani menatap Kenji.


"Cepat tidur." Perintahnya yang sudah berbaring di ranjang miliknya, Ayumi berbalik arah dan hanya diam di tempatnya. "Kenapa tidak tidur?" Kenji bertanya.


"Apa benar aku boleh tidur disini denganmu?" Tanya Ayumi kembali memastikan.


"Apa aku harus mengulang jawabanku?" tanyanya menatap Ayumi tajam.


Ayumi menggeleng lemah dan terburu-buru menghampiri Kenji yang sudah berbaring. Dia kemudian perlahan berbaring disamping Kenji, mengutuk jantungnya yang merasakan sensasi aneh saat punggungnya bersentuhan dengan punggung Kenji.


"Besok kau memulai terapimu. Aku sendiri yang akan mengantarmu." Ujar Kenji dengan posisi membelakangi Ayumi.

__ADS_1


"Terapi?' Tanya Ayumi yang juga membelakangi Kenji tak berani merubah posisinya.


"Kyuhyun bilang sudah ada tonjolan kecil di otakmu, kau harus segera di terapi agar tak semakin membesar." Katanya memberitahu Ayumi yang tampak terkejut dengan ucapan Kenji tentang keadaan dirinya.


"Apa sudah menjadi tumor sekarang?" katanya bertanya dengan lirih pada Kenji.


"Ya jika tak segera ditangani." Balas Kenji yang mati-matian menulikan telinganya mendengar Ayumi yang tampak ketakutan.


"Itu artinya aku akan segera mati. Syukurlah." Ujarnya yang kemudian merasa sangat takut tak bisa melihat Kenji lagi.


Kenji membalikkan badannya dan menarik Ayumi ke pelukannya dengan cepat, sesaat dia merasakan tubuh Ayumi menegang karena takut mungkin dia akan menyakiti atau membentaknya "Aku hanya bilang besok kau harus terapi, aku tidak berbicara tentang kau yang akan segera mati. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi tentu saja." Gumamnya dengan suara dingin khasnya namun kentara sekali kalau saat ini Kenji juga tak bisa menyembunyikan rasa takut dan khawatirnya.


"Kenjii.."


"Tidurlah, aku tidak mau mendengar ocehan tak pentingmu lagi." Katanya mendekap Ayumi semakin erat.


Dan untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun terakhir, Ayumi merasakan bahwa Kenjinya yang dulu telah kembali, dan dia berdoa dalam hati memohon untuk tak dibangunkan jika ini hanya mimpi.


..


..


Hari ini Ayumi menjalani terapi pertamanya ke rumah sakit, terapi yang tak pernah ia lakukan sebelumnya karena takut memakan biaya yang besar. Namun Ayumi akhirnya menjalani terapi tersebut karena Kenji sendiri yang memintanya untuk melakukan terapi. Tak mau membuat suaminya kembali marah padanya, Ayumi pun akhirnya menemui dokter spesialis syaraf di rumah sakit.


"Kau jauh dari baik-baik saja yum. Hasil CT-Scan menunjukkan ada kelainan pada neuron syaraf otakmu yum." Ujar dokter Kim Bora, dokter spesialis syaraf dan penyakit dalam yang dikenalkan Kyuhyun pada Ayumi.


"A-apa maksud anda dokter Kim? Hari ini saja aku tak merasakan sakit." Kilah Ayumi yang tersenyum memelas mengetahui kondisinya tak cukup baik.

__ADS_1


"Kita harus bicara dengan Tuan Kenji. Kau harus segera dioperasi." Balas dokter Kim memberitahu Ayumi.


"Kenji sudah kembali kekantornya, dia hanya tahu aku harus terapi bukan operasi. Sebenarnya aku kenapa?" Tanya Ayumi emosi tak mengerti.


"Diagnosamu sudah salah dari awal. Itu bukan hanya radang selaput otak. Kau lihat benjolan ini.. Awalnya ini hanya benjolan kecil, namun ternyata benjolan itu terus membesar dan menyebar. Ini positif tumor otak yum, aku belum yakin, tapi dilihat dari ukuran benjolannya ini stadium tiga".


Penjelasan yang awalnya tak Ayumi mengerti menjadi sangat jelas untuknya, Ayumi tahu kalau dirinya tak baik-baik saja dan menyadari darimana rasa sakitnya selalu datang.


Ayumi tersenyum lirih menatap dokter Kim "Lalu apa yang harus aku lakukan?" Katanya bertanya tampak tak peduli dengan kondisinya.


"Kau harus segera dioperasi Ayumi. Bahaya jika benjolan ini terus membesar dan pada akhirnya mengganggu sirkulasi suplai oksigen ke otak dan kau akan merasakan sakit kepala berlebihan seperti yang sekarang kau rasakan saat ini."


Dokter Kim memberitahu Ayumi yang hanya diam tak menjawab. Kemudian kedua alisnya mengernyit mendapati Ayumi berdiri dari tempat duduknya. "Apa jika operasi aku akan sembuh total?" tanya Ayumi pada dokter Kim.


"Kita hanya mencegah kemungkinan terburuk Ayumi, untuk selanjutnya itu tergantung bagaimana kondisimu nantinya." Ujar dokter Kim memberitahu Ayumi.


Ayumi hanya tertawa pahit kemudian memutuskan untuk meninggalkan ruangan dokter Kim "Saya permisi dulu, terimakasih untuk hari ini." Lirihnya berpamitan dengan dokter Kim dan meninggalkan ruangan dokter Kim.


Ayumi terus berjalan menyusuri lorong rumah sakit, ada sesuatu yang mengganjal hati dan pikirannya. Disatu sisi dia senang karena kondisinya yang melemah, itu artinya dia tak perlu bersusah payah menahan pahitnya hidup lagi, dia bisa beristirahat dengan tenang dan mungkin bertemu dengan calon bayinya serta kedua orang tua Kenji.


Namun disisi lain dia tahu benar hatinya berdenyut sakit memikirkan tak bisa bertemu dengan Kenji lagi, dia tiba-tiba merasa sangat sesak dan bergetar ketakutan mendapati kenyataan kalau dia membiarkan penyakit ini menggerogotinya dia akan kehilangan Kenji selamanya.


"Aku harus bagaimana?" Gumamnya terus berjalan keluar rumah sakit.


..


..

__ADS_1


..


Bersambung...


__ADS_2