Harapan Terakhir

Harapan Terakhir
Episode 45


__ADS_3

"Some Memories Never Fade..."


___________________________________


..


..


Keesokan paginya, Ayumi bangun dengan rasa sakit di sekujur tubuhnya ditambah sakit kepala yang tiba-tiba kembali ia rasakan. Dia sudah mencoba untuk bangun dan menyiapkan Kenji sarapan, tapi karena tubuhnya sangat lemas dan tak bisa digerakkan, dia memutuskan untuk tetap berbaring, dirinya juga sudah menyiapkan tubuhnya jikalau Kenji masuk kedalam kamarnya dan mulai memukulinya karena dia tak bangun dan menyiapkan sarapan untuk Kenji, karena seberapa besar Ayumi ingin bangun dia akan kembali terkulai lemas di tempat tidurnya.


Kenji sendiri mengernyit mendapati suasana rumahnya yang tak mengalami perbedaan setelah kembalinya Ayumi ke rumah mereka, awalnya dia mengira Ayumi kembali nekat pergi meninggalkan rumahnya, namun dia menahan diri dan memutuskan untuk bertanya pada pengurus rumah tangganya yang lain.


"Kemana Ayumi?" tanya Kenji tanpa ekspresi.


"Tuan Ayumi bilang sedang tak enak badan, apa saya harus membangunkannya?"


"Apa kau yakin dia ada dikamarnya?" Kenji kembali bertanya tentang keberadaan Ayumi bukan keadaan Ayumi.


"Ya tuan. Saya yakin, saya baru mengantar makanan kekamar Nona Ayumi." katanya memberitahu Kenji yang mulai tenang.


"Tak perlu membangunkannya, biarkan dia beristirahat." Ujar Kenji memberi perintah.


"Baik tuan, saya permisi dulu."


Dan tak lama Kenji menikmati sarapannya dalam diam sampai matanya melihat Keiko yang tampak memasuki rumahnya setelah seminggu meminta cuti dengan alasan tak enak badan, Kenji pun dengan bergegas menghampiri anak dari pelayan favorit ayah dan ibunya dulu.


"Keiko." Katanya memanggil Keiko yang tampak terlihat pucat dan berantakan, Kenji menebak ini pasti karena dia tak pernah berhenti mencari Ayumi.


"Ada apa?" tanyanya pada Kenji dengan nada yang terdengar sekali menahan marah.


"Ck. Jangan berfikir karena kau anak dari dua orang kepercayaan orang tuamu kau bisa seenaknya disini." Geramnya menatap tajam Keiko.


"Benar. Kau hanya tuan muda arogan yang tak tahu bagaimana menjaga seseorang yang berada dihidupmu. Aku akan mengundurkan diri secepatnya." Katanya beranjak meninggalkan Kenji.


"Ayumi sedang tertidur dikamarnya, jaga dia selama aku tak ada."


Ucapan Kenji berhasil menarik perhatian Keiko yang langsung menoleh ke arahnya mencari kebenaran dari ucapan Kenji "a-apa maksudmu?" tanyanya yang kini menahan diri untuk tidak berlari kekamar Ayumi saat ini.

__ADS_1


"Dia kembali, aku membawa milikku kembali." Balas Kenji yang menurut Keiko juga terdengar lega dan sangat senang dengan kepulangan Ayumi.


"Astaga Ayumi." Gumam Keiko yang kini tak mempedulikan Kenji dan langsung berlari menuju kekamar Ayumi meninggalkan Kenji yang secara refleks tersenyum membayangkan wajah Ayumi yang akan sangat bahagia bertemu dengan Keiko.


BRAK!


Keiko membuka kasar pintu kamar Ayumi dan merasa jantungnya akan berhenti berdetak karena mendapati Ayumi yang sudah tak ia lihat selama seminggu ini, dia menyeka cepat air matanya menyadari kalau dirinya sangat merindukan Ayumi, Ayumi yang akan selalu tertawa walau hanya rasa sakit dan hal buruk yang ia rasakan.


"yum." Gumamnya sedikit mengusap lembut wajah Ayumi yang terlihat pucat.


"Yumiie." Katanya yang tak terasa meneteskan air mata lega karena Ayumi sudah kembali.


Ayumi yang merasa seseorang mengusap wajahnya pun kini membuka matanya dan mendapati wajah Keiko yang sedang memperhatikan dirinya.


"Kenapa kau menangis? Seperti troll." Kekeh Ayumi menggoda Keiko dan bersandar di tepi ranjangnya.


"Ayumi.." katanya dengan tergesa memeluk Ayumi dengan erat, membuat Ayumi merasa dirinya sangat jahat karena membiarkan dan meninggalkan Keiko begitu saja.


"Maaf Keii..Maafkan aku." Gumam Ayumi membalas erat pelukan Keiko.


"Tidak lagi Keii, maafkan aku." Balas Ayumi mengelus sayang punggung Keikoo dan bersyukur kalau masih ada yang begitu peduli padanya.


..


..


"Wajahmu pucat Yum, apa kau sakit?" Tanya Derick yang tak lama setelah menerima kabar dari Keiko bahwa Ayumi sudah pulang langsung menemui Ayumi dirumahnya.


"Ani, aku sehat. Lihat aku makan sangat banyak kan? Aku benar-benar merindukan masakan Keiko" katanya mengunyah makan siang yang dibuatkan Keiko dengan lahapnya.


"Derick benar Yum kau sangat pucat. Apa kau baik-baik saja?" Kata Keikoo membenarkan ucapkan Derick.


"Kepalaku sakit, tapi aku rasa ini efek benturan semalam."


Derick dan Keiko sontak membelalak dengan penuturan Ayumi "Bukan Kenji yang melakukannya." Katanya menjawab pertanyaan dalam hati Derick dan Keiko.


"Lalu siapa?" Tanya Derick menuntut.

__ADS_1


"Aku bekerja di klub malam dan mempunyai bos yang sangat menjijikan, dia mencoba menyentuhku, tapi Kenji datang tepat waktu. Aku diselamatkan suamiku." Gumam Ayumi yang menyembunyikan mati-matian rasa sakit dikepalanya dan mebuat Kenji terdengar lebih baik didepan dua orang yang sangat tak menyukai sifat suaminya.


"Lalu kenapa kau bertahan disana?" Derick tampak menegang menyalahkan Ayumi.


"Umm..itu karena aku bertemu dengan duplikat kalian berdua." Katanya setengah tertawa memberitahu Derick dan Keiko yang tampak tegang.


"Begini, aku bisa bertahan disana karena aku bertemu dengan orang baik. Mereka sepasang kekasih, Namanya Ha eun dan Dong min. Ha eun memiliki Dong min yang selalu menjaganya dan hampir tak pernah membiarkan Ha eun sendirian. Aku sangat iri pada mereka, ditambah mereka sangat baik padaku."


"Lalu apa yang membuat kau berfikir kami sama dengan mereka?" Tanya Keiko tak mengerti.


Ayumi tersenyum dan menggenggam masing-masing tangan Derick dan Keiko kemudian menyatukan tangan keduanya. "Aku berharap kalian berdua sama seperti mereka. Saling melengkapi dan saling menyayangi. Setelah Kenji, hanya kalian berdua yang aku sayangi dan kebahagiaan kalian adalah kebahagiaanku juga." Gumam Ayumi menatap wajah Derick dan Keiko bergantian.


"Mencobalah untukku." Katanya berpesan kemudian kembali kekamarnya, dia ingin memberikan waktu untuk Derick dan Keiko berdua lebih lama, dia sangat mengetahui kalau Keiko diam-diam mencintai Derick, tapi Keik tak berani melakukan apapun karena tahu satu-satunya yang menjaga dirinya hanya Derick. Keiko sangat tak ingin menyakiti Ayumi hingga tanpa sadar dia menyakiti dirinya sendiri. "Kalian harus bersama." Gumam Ayumi tersenyum penuh harap.


"Dia benar-benar sedang demam, bicaranya sangat tak karuan." Gumam Keiko yang menjadi canggung setelah Ayumi meninggalkannya berdua dengan Derick.


"Keiko.."


Derick tiba-tiba memanggil Keiko yang masih merasa ucapan Ayumi terlalu berlebihan.


"Umhh.. ada apa rick".


"Ayumi bilang padaku tentang bagaimana kau melihatku. Benarkah?" Derick bertanya membuat seluruh tubuh Keiko berdebar tak enak hati.


"Derick aku melihatmu sebagai pria yang baik, aku tahu hanya kau yang bisa membuat Ayumi merasa nyaman dan bahagia, jadi jangan dengarkan apapun yang Ayumi katakan padamu tentang pera-.."


"Apa kau menyukaiku?" tanyanya menatap lembut pada Keiko.


"Derick.." lirih Keiko yang merasa sangat bingung saat ini.


Derick tersenyum menatap Keiko yang tampak bingung dan ketakutan. Dia menatapnya menuntut jawaban membawa Keiko tertunduk dan mengangguk lemah "Maafkan aku Derick, aku memang menyukaimu, tapi Demi Tuhan, kau bisa mengabaikan perasaanku, jangan merasa tak enak hati padaku." Gumam Keiko menahan isakannya.


..


..


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2