
this little happiness is ours...
_________________________________________________
..
..
Dua minggu setelah pernyataan Ayumi yang berjanji akan melaksanakan operasi yang telah dijadwalkan Kenji membuatnya harus bersedia dan rela mengunjungi rumah sakit dan melakukan serangkaian terapi dan check up yang disediakan untuknya. Ayumi memang sudah jarang merasakan sakit namun ada saat dimana dia akan tiba-tiba kehilangan kesadaran serta penglihatannya kabur begitu saja. Seperti tiga hari sebelumnya saat Ayumi menemani Keiko berbelanja di supermarket, dia berniat untuk kembali ke mobil mereka terlebih dulu karena merasa kepalanya sakit, namun saat sampai di luar toko Ayumi merasa sinar matahari terlalu terik membuat matanya sakit dan sesaat semuanya menjadi buram. Karena terlalu panik, Ayumi memutuskan untuk menyebrang secepatnya ke mobil yang Keiko bawa, dia tidak mau terlihat aneh di keramaian, dan...
Ckiiitt~
Ayumi nyaris tertabrak kalau saja si pengemudi tak mengerem tepat waktu, Ayumi mematung karena benar-benar tak bisa melihat dengan jelas ditambah dengan teriakan marah si pengemudi yang memaki Ayumi dan mengatakan Ayumi buta membuat semua orang melihatnya. Keiko yang tak lama keluar toko pun memekik dan membuang belanjaan yang ada di tangannya secara asal, dia kemudian memeluk Ayumi yang tampak bergetar hebat dan pucat.
Keiko yang meminta maaf pada si pengemudi dan menjelaskan kalau Ayumi sedang sakit, kemudian Keiko memaksa Ayumi untuk ke rumah sakit namun Ayumi menolaknya, dia bilang dia sedang tidak ingin menjalani terapi dengan serangkaian alat yang selalu membuatnya muntah-muntah setelah selesai. Dan karena tak punya pilihan lain, Keiko membawa Ayumi pulang kerumah dan memutuskan untuk memberitahu Kenji.
Keiko sedikit tercengang saat melihat reaksi Kenji yang sangat jauh dari perkiraannya, pria itu sampai sepuluh menit setelah Keiko mengantarkan Ayumi ke kamar mereka, wajahnya tak kalah pucat dan dia sedikit terengah, Keiko menebak kalau Kenji berlari memasuki rumahnya, Keiko bahkan tak sempat menjelaskan apapun pada Kenji karena Kenji langsung berlari kekamarnya untuk melihat Ayumi.
Dan sejak hari itu, Kenji tak pernah membiarkan Ayumi lolos dari pengawasannya, secara diam-diam dia menyewa penjaga untuk istrinya dan setiap satu jam dia akan tahu apa saja yang istrinya lakukan diluar rumah. Hal itu sedikit membantunya karena mulai dari saat Kenji menginginkan Ayumi operasi, dirinya selalu mengkhawatirkan Ayumi dan sangat takut jika sesuatu yang buruk terjadi pada istrinya.
Cklek!
Ayumi baru selesai membersihkan badannya sampai dia merasa pintu kamarnya terbuka dan menoleh mendapati Kenji sedang berjalan ke arahnya "Kenji?" tanyanya merasa senang karena beberapa hari ini Kenji selalu pulang lebih awal.
"Hay yum." Kenji terus mendekati Ayumi dan mencium bibir yang hampir sebulan ini selalu dikecupnya secara rutin dan membuatnya semakin menggila karena Ayumi terus-terusan membuatnya selalu ingin mengecupnya.
"Bagaimana harimu?" tanya Kenji yang kemudian mendapat tatapan menyindir dari Ayumi.
"Umm…sangat baik. Orang sewaanmu sangat baik menjagaku, dia bahkan melarang anak kecil memberikan gulalinya padaku. Daebak." Ujarnya mengadu kesal pada Kenji membuat Kenji terkekeh.
"Itu demi kebaikanmu sepertinya."
" ..ya…terus saja membela penjagamu itu Kenji." Katanya sedikit kesal sambil membantu Kenji melepaskan dasi dan kemejanya.
"Nanti jika kau sudah sehat. Aku akan membiarkanmu melakukan apapun yang kau mau. Aku hanya tak ingin sesuatu yang buruk terjadi padamu yum." Katanya menangkup wajah Ayumi dan menjelaskannya perlahan.
Ayumi kemudian tersenyum dan sedikit berjinjit mengecup bibir Kenji sekilas "Gomawo Kenjiaa." Katanya merona dan tak berani menatap Kenji.
"Oh tidak…Jangan wajah itu." Gumam Kenji frustasi melihat istrinya yang begitu menggemaskan.
"Eh? Wajah apa?" tanya Ayumi tak mengerti.
"Wajah yang tak bisa membuatku menahan hasratku pada istri cantikku Ayumi.
__ADS_1
Dan sambil menjawab Ayumi, Kenji kini sudah menggendong tubuh Ayumi menuju keranjang mereka, membuat Ayumi tersipu malu karena tahu benar apa yang akan terjadi setelah ini.
"Kau tidak membersihkan badanmu terlebih dulu?" tanya Ayumi saat Kenji meletakannya di ranjang dan sedikit menindih tubuhnya menatapnya dalam.
"Nanti saja…. Aku menginginkanmu saat ini juga." Balas Kenji dan kemudian mengecup lembut bibir Ayumi, kecupan lembut yang kemudian menuntut berubah menjadi semakin panas dan membuat keduanya sama-sama merasakan kenikmatan untuk percintaan mereka yang kian memanas setiap malamnya.
..
..
Keesokan paginya, Kenji bangun terlebih dulu dan tak berniat membangunkan Ayumi yang masih terlelap sangat cantik dalam tidurnya, dia kemudian mencibir dirinya melihat tubuh polos Ayumi yang tampak lengket karena ulahnya.
Bagaimana tidak dia mencibir dirinya sendiri karena hampir setiap malam setelah dirinya kembali membuka hati untuk Ayumi, tak pernah sekalipun Kenji melewatkan untuk menjamah dan menyatukan dirinya dengan Ayumi. Terkadang Ayumi mengeluh sakit kepala dan tak enak badan namun karena tak ingin mengecewakan Kenji, biasanya dia akan tetap melayani Kenji namun hanya satu kali percintaan dan setelahnya Kenji akan membiarkan dirinya beristirahat.
Kenji kemudian tersenyum dan mencium kening Ayumi lalu menaikkan selimutnya, dia yang sudah menggunakan pakaian lengkap perlahan berdiri meninggalkan kamarnya untuk sarapan dan segera pergi kekantornya karena belakangan ini Kenji memang sangat disibukkan dengan proyek barunya.
"Apa Ayumi masih tidur?"
Keiko bertanya saat Kenji duduk di kursinya dan sedang memakan sarapannya.
"Hmmm…Bangunkan dia jam 9, pastikan dia memakan sarapannya dan minum obatnya." Katanya memberitahu Keiko yang kini sedang menuangkan secangkir teh untuk Kenji.
"Tenang saja. Aku memperhatikannya lebih baik darimu." Katanya memberitahu Kenji.
"Terimakasih." Balas Kenji tulus dan benar-benar bersyukur karena Keiko sangat membantunya menjaga Ayumi.
"Ada apa?" tanya Kenji menjawab Keiko yang tampak ragu.
"Apa aku boleh mengajak Ayumi makan siang diluar hari ini?"
"Tidak…" Kenji langsung menjawab tegas.
"Aku bersama Derick, jadi kau tak perlu khawatir." Katanya menambahkan membuat Kenji semakin tak menyukai topik pembicaraan ini karena nama Derick disebut.
"Aku bilang tidak…"
"Kenji…Apa kau tak mengijinkan aku makan siang diluar dengan Derick dan Keiko?"
Suara serak Ayumi yang menandakan kalau ia baru saja bangun tidur menginterupsinya, Kenji kemudian mengumpat kecil karena Ayumi mendengar percakapannya dengan Keiko, dia kemudian menghampiri Ayumi dan merengkuh pinggang ramping istrinya.
"Kenapa kau sudah bangun?" tanya Kenji mengecup kening Ayumi sekilas dan membawanya duduk di kursi untuk sarapan bersama dengannya.
"Aku merasa lapar." Katanya mengelus perutnya berulang didepan Kenji.
__ADS_1
"Baiklah makan yang banyak. Ini"
Kenji kemudian mengambilkan nasi goreng porsi banyak untuk Ayumi, Ayumi yang memang merasa sangat lapar memakannya dengan lahap sampai dia mengingat kalau Kenji melarangnya untuk pergi dengan Derick dan Keiko nanti siang.
"Aku ingin makan siang diluar dengan Derick dan Keiko. Bolehkan?" katanya memandang Kenji dengan harap.
Kenji yang tak mau tergoda dengan tatapan kelewat polos milik Ayumi sengaja mengabaikan Ayumi dan terus melahap sarapannya sendiri.
"Kenji..Bolehkan?"
Ayumi kini bertanya sambil menyenggol lengan Kenji berulang kali "Tidak yum…Kau bisa sakit." Katanya memberitahu Ayumi.
"Hanya makan siang. Aku mohon."
Ayumi sudah mulai merajuk mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk merayu membuat Kenji menghela nafasnya kasar karena dia memastikan kalau dirinya kalah.
"Baiklah….Tapi kau dalam pengawasan Shindong dan kau tak boleh mengeluh jika tiba-tiba Shindong menarik kau untuk pulang itu artinya aku yang menyuruhnya."
Ayumi kemudian tersenyum senang mengerling Keiko "Gomawo Kenjiaa." Katanya mengecup pipi Kenji sekilas dan memulai sarapan paginya dengan senang.
Kenji mau tak mau menahan senyum simpulnya dan mengusak pelan rambut Ayumi yang sedang memakan makanannya dengan lahap. "Aku pergi dulu. Sampai bertemu nanti malam." Katanya berdiri berpamitan pada Ayumi.
Ayumi menggeleng cepat dan mendongak menatap Kenji "Apa lagi sekarang?" tanya Kenji menebak kalau Ayumi pasti punya permintaan aneh lagi.
"Apa aku boleh mengantar makan siang kekantormu hari ini?" tanyanya dengan mata merajuk andalannya.
Kenji mengangkat kedua alisnya tak mengerti "Bukankah kau akan makan siang bersama Keiko?"
Ayumi kembali mengangguk cepat "Setelahnya. Bolehkah?"
Kenji kemudian sedikit menundukkan kepalanya dan mengecup telak bibir Ayumi "Berhenti meminta izin padaku. Lakukan apapun yang kau mau." Balasnya mengecup lama kening Ayumi.
"Aku pergi… Keiko jaga Ayumi untukku." katanya berpesan pada Keiko yang sedang menatap keduanya bahagia.
"Baik Kenji.." balasnya dan kemudian duduk disamping Ayumi.
"Lihat wajahmu yum…Kau benar-benar merah." Keiko menusuk-nusuk pelan pipi Ayumi membuat Ayumi hanya bisa menundukkan wajahnya karena malu dengan godaan Keiko.
"Ish sudahlah…Aku mau tidur lagi." Protesnya masih menghindari kontak mata dengan Keiko yang terus tertawa menggodanya.
..
..
__ADS_1
..
see you in the next chapter...