
tiit...tiit...tiit...tiit...
Hanya terdengar suara alat deteksi jantung di ruangan intensive di salah satu rumah sakit di Seoul. Terlihat satu wanita cantik yang tampak lemah dengan seluruh alat penunjang kehidupan yang dipasangkan hampir di seluruh tubuhnya.
Wanita cantik itu tidak sendirian, sejak tiga jam yang lalu saat dia dibaringkan di ruang ICU, suaminya selalu menemaninya dan menggenggam erat tangan istrinya yang terasa dingin.
Mungkin jika kita melihat secara langsung, Ayumi memang yang paling menderita disini, namun jika kita lihat lebih mendalam lagi, Ayumi tidak menanggung semua rasa kesakitannya sendiri, Kenji mungkin bisa dibilang yang paling merasakan sakit teramat karena tiga jam yang lalu, dokter yang menangani Ayumi mengatakan kalau istrinya sudah tidak memiliki harapan untuk bertahan lebih lama. Dan selama tiga jam itu pula, Kenji menahan rasa gundahnya dan lebih memilih untuk bersama Ayumi dan menjadi orang pertama yang dilihatnya saat istrinya bangun nanti.
Kenji sedang membaringkan wajahnya di antara lengan Ayumi, sampai dia merasakan pergerakan di genggamannya bergerak.
Kenji langsung mendongak dan bersyukur melihat Ayumi yang sedang membiasakan dirinya dengan cahaya di ruangan tempatnya dirawat.
"Kenji..." paraunya memanggil suaminya.
"Hey sayang..." gumam Kenji mengusap lembut dahi Ayumi yang berkeringat.
"Apa aku pingsan lagi?" Katanya bertanya pada Kenji dengan sangat lemah.
"Hmmm... tapi kau akan baik-baik saja disini sayang." Katanya tersenyum menahan perih memberitahu Ayumi yang terlihat sangat lemah.
Ayumi tersenyum menggeleng lemah dan dengan sisa tenaganya ia mengusap wajah Kenji yang juga terasa dingin karena cemas.
"Aku lelah sayang." Gumamnya memberitahu Kenji dengan air mata yang sudah menetes di wajahnya, dia terus menelusuri wajah suaminya, takut kalau hari ini adalah hari terakhirnya melihat pria yang paling ia cintai ini.
"Kalau begitu tidurlah. Aku akan menemanimu." Katanya memegang tangan Ayumi yang sedang menelusuri wajahnya.
Ayumi kembali tersenyum dan menggelengkan kepalanya lemah.
"Aku sudah tidak ada harapan sayang, dan aku lelah merasakan semua rasa sakit ini."
"Kau tidak boleh bicara seperti itu yum, aku-..aku akan mencari cara untuk menyembuhkanmu." Kenji terlihat tegang dengan ucapan Ayumi yang menyatakan dirinya menyerah terhadap penyakitnya.
__ADS_1
"Sakit Kenjiaa…aku tidak bisa lagi," gumam Ayumi yang benar-benar sudah tidak bisa menahan rasa sakit yang dirasakannya.
"Kalau begitu bertahanlah untukku, tidak-…untuk Haowen, anak kita membutuhkanmu yum, dia bahkan menangis tak henti saat melihatmu pingsan tadi." Ujar Kenji mencari semua kemungkinan yang bisa membuat Ayumi mengerti.
"Dia akan baik-baik saja tanpaku, dia memiliki ayah yang hebat dan akan menyayanginya dengan hidupnya."
"CUKUP YUM..! jangan bicara seolah kau akan meninggalkan aku. Aku tidak bisa." Kenji menaikkan suaranya dan bergetar hebat karena ketakutan Ayumi akan benar-benar meninggalkannya.
"Maaf sayang." Lirih Ayumi yang kembali merasakan sakit yang mulai tak tertahankan di seluruh tubuhnya.
"Tapi aku benar-benar lelah…..relakan aku Kenji, aku mohon." Pintanya mencengkram lengan Kenji yang terasa begitu tegang.
Kenji sudah terlihat marah, dia menghapus cepat air matanya dan menatap tajam istrinya yang terlihat semakin melemah.
"Bagiamana bisa-…bagaimana bisa aku membesarkan Haowen sendirian? Bagaimana bisa aku melihatnya tumbuh sementara saat dia tersenyum, dia akan mengingatkanku padamu. Bagaimana bisa?...bagaimana bisa aku menatap putra kita saat yang aku lihat adalah matamu. Aku tidak bisa yum…Aku mohon jangan tinggalkan aku. Aku takut sayang." Katanya histeris membuat Ayumi semakin merasa bersalah dan tak rela untuk meninggalkan suami dan anaknya.
Ayumi menatap suaminya dengan samar karena semua mulai kembali terlihat gelap untuknya, dia kemudian kembali mengusap wajah Kenji dan tersenyum kepadanya "Maafkan aku Kenji.. Aku mohon." Lirihnya kembali membuat Kenji merasa frustasi dan tak rela.
"Jangan tinggalkan aku sayang….aku mohon." Lirih Kenji memohon pada Ayumi.
"ARGHHH…..!"
Kenji kemudian berjalan menjauh menjaga jarak dengan Ayumi kemudian menjerit pilu memukulkan tangannya ke dinding untuk menyalurkan rasa ketakutannya yang luar biasa, Ayumi menatap suaminya lirih dan ikut terisak menyadari kalau waktunya untuk bersama dengan suaminya sampai mereka tua hanya harapan yang tak mungkin terwujud.
"ARGHHHHH….!"
Kenji kembali menjerit dan terisak tak kuasa menanggung semua rasa pedihnya sendiri.
..
..
__ADS_1
"Eomma…..!"
Haowen yang hampir tiga hari tak bisa menemui Ayumi, sangat bahagia saat Keiko membawanya ke rumah sakit. Ayumi pun yang sudah dipindahkan ke ruang perawatan biasa, terbangun mendengar suara putranya yang sangat ia rindukan.
"Haowennie.." katanya berusaha memeluk Haowen namun gagal karena dirinya sangat lemas. Dengan bantuan Derick, Haowen pun dibawa naik ke ranjang Ayumi dan langsung memeluk ibunya.
"Eomma….Haowen rindu." Lirihnya memeluk erat sang ibu yang terlihat sangat tak berdaya.
Ayumi hanya memejamkan matanya erat dan kembali terisak menyadari tak bisa memeluk putranya lagi dan tak bisa melihat putranya tumbuh besar.
"Ha-..Haowen." lirih Ayumi memanggil putranya.
"Ummh…kenapa eomma menangis?" tanya Haowen menyadari kalau ibunya sedang terisak dan terlihat sangat sedih.
"Haowen sayang apa kau mau berjanji pada eomma?" tanya Ayumi menciumi seluruh wajah putranya.
"Nee..apapun eomma." Katanya menghapus air mata yang terus berjatuhan di wajah ibunya.
"Haowen mau kan menjaga appa untuk eomma? Pastikan ayahmu tidak terlambat makan, tidak kelelahan dan jangan membuat ayahmu merasa kesepian. Haowen mau kan?" katanya menatap Kenji yang berdiri tak jauh dari mereka dan bertanya pada Haowen yang tampak bingung.
"Memangnya eomma mau kemana?" tanya Haowen tak mengerti.
"Eomma akan pergi jauh dan beristirahat sayang."
"Haowen ingin ikut eomma." Katanya mulai menangis menyadari Ayumi akan segera pergi.
Ayumi menggeleng lemah dan kembali tersenyum "Kau harus menjaga appa untuk eoma nak. Eomma akan selalu menjaga dan mengawasi Haowen di tempat eomma yang baru nanti nak" katanya meyakinkan Haowen yang masih menangis.
..
..
__ADS_1
..
See you and the next chapter...