Harapan Terakhir

Harapan Terakhir
Episode 28


__ADS_3

"*Aku juga melihat perubahannya, dia bahkan tak membentakmu lagi." Balas Keiko yang cukup takjub dengan perubahan Kenji yang bisa dibilang mendadak ini.


"Benarkan? Ah.. Aku senang sekali." Gumam Ayumi tersenyum sangat manis membuat Keiko tertawa senang melihat Ayuminya sangat bahagia.


"Ayumi.." sebuah suara dingin menginterupsi percakapan Ayumi dan Keiko*.


..


..


Ayumi yang walaupun tahu Kenji tak lagi memukulnya, tetap saja selalu merasa was-was setiap kali suara dingin itu memanggilnya


"Ya Kenji.. Ada apa?" Tanya Ayumi menghampiri Kenji tapi tak berani menatapnya.


"Jangan membuatku kesal." Kenji memperingatkan Ayumi dan Ayumi langsung menatap wajah Kenji tak mau membuat suaminya marah.


"Ambil ini, beli semua yang kau butuhkan. Belilah pakaian yang layak dan beberapa obat untuk wajahmu."


Kenji menyerahkan beberapa lembar won pada Ayumi, sekali lagi.


Ayumi tampak takjub dengan kenyataan bahwa Kenji tak lagi melempar uang padanya. Dia memberikannya dengan lembut dan meminta Ayumi untuk membeli keperluannya.


"Cepat ambil." Desak Kenji dan Ayumi dengan segera mengambil uangnya "Terimakasih Kenji." Katanya sedikit menundukkan kepalanya.


"Belilah pakaian yang baru. Aku perhatikan semua pakaianmu kekecilan, sepertinya kau agak gemuk." Racau Kenji meninggalkan Ayumi dan Keiko yang berdebar takut kalau Kenji mengetahui perubahan tubuh Ayumi yang sedang mengandung.


"Keiko, aku rasa aku harus memberitahu Kenji." Ayumi kembali berlonjak senang mengetahui Kenji memperhatikannya.


"Tidak.. Tidak boleh. Jangan sekarang. Kita belum tahu kenapa dia berubah sikap seperti itu." Keiko dengan tegas melarang Ayumi untuk memberitahu Kenji tentang kehamilan Ayumi.


"Umm Baiklah.. nanti saja. Kalau begitu temani aku belanja yaaaa." Pinta Ayumi sangat senang karena untuk pertama kalinya dia menerima uang tanpa dilempar ke wajahnya.


"Maaf yumi sayang. Aku harus bekerja. Bagaimana kalau besok?" tawar Keiko yang dibalas gelengan cepat oleh Ayumi.

__ADS_1


"Ani, Kenji bisa marah kalau aku belum membelanjakan uangnya. Aku akan membeli keperluanku dan baju untuk bayiku." Gumamnya senang memberitahu Keiko.


"yum, usia kandunganmu bahkan belum masuk bulan ketiga. Lagipula aku dan Derick.. kami akan membelikan perlengkapan untuk bayimu. Tak perlu dibeli sekarang." Keiko menasihati Ayumi yang kembali menggeleng cepat.


"Aku akan tetap membelinya. Dah Keiko", Ayumi melenggang pergi dan meninggalkan Keiko yang hanya bisa maklum dengan kebahagiaan Ayumi seminggu ini.


..


" Sesampainya ditoko"


Ayumi sudah selesai membeli perlengkapan untuk dirinya, dia sengaja memilih baju yang murah namun layak pakai untuk dirinya agar bisa membeli sepatu dan baju bayi untuk anaknya. Dia sudah membeli beberapa pasang sepatu berwarna biru dan merah dan beberapa potong pakaian dengan warna yang sama. Namun seakan belum puas, Ayumi berpindah dari satu toko ke toko yang lainnya sampai..


"Ayumi?" panggil sebuah suara dan saat Ayumi menoleh dia mendapati Dong min, pria yang dia ketahui adalah penasihat di kantor Kenji sekaligus Manager perencanaan kepercayaan Kenji menyapanya.


"Ah-.. Dong min-ssi" sapa Ayumi sedikit membungkukan badannya.


"Tak perlu bersikap formal padaku. Kebetulan sekali aku bertemu denganmu disini." Ujar Dong min yang sepertinya ingin mengatakan sesuatu.


"Ada apa? Memangnya kau ingin bicara padaku?" Tanya Ayumi mengernyit bingung.


"Ada apa?" Tanya Ayumi sedikit khawatir.


"Apa kita bisa bicara sebentar?" Tanya Dong min penuh harap.


"Tentu."


..


Selang beberapa menit kemudian, Dong min membawa Ayumi ke kafe yang berada tak jauh dari tempat Ayumi memilih baju bayi, keduanya kini sedang memesan minuman sampai akhirnya Ayumi kembali bertanya pada Dong min.


"Sekarang bisa kau beritahu aku ada apa dengan Kenji ?" Tanya Ayumi tak sabaran.


"Umm.. sebenarnya Kenji melarangku untuk menemuimu. Tapi beruntung sekali kita bertemu disini." Katanya tersenyum pada Ayumi.

__ADS_1


"Ada apa dengan Kenji?" Tanya Ayumi tak mengerti.


"Kerjasama perusahaan kami dengan klien dari Jepang dan Cina terancam gagal.


Jika benar gagal, Kenji akan kehilangan usaha yang sudah dibangun ayahnya dari nol.


Dia sedang mencari segala cara untuk membereskan masalahnya tanpa melibatkanmu. Tapi aku rasa hanya kau yang bisa membantu kami." Katanya memberitahu Ayumi.


"Aku? Kenapa aku?" Ayumi bertanya dengan bingung.


"Karena kau istrinya." Balas Dong min.


"Lalu kenapa?" Tanya Ayumi semakin tak mengerti


"Tersebar rumor kalau Kenji memperlakukanmu layaknya hewan, dia sering memukulimu dan sering menyiksamu sebagai pelampiasan kematian kedua orang tuanya. Ditambah fotonya yang sedang bercumbu dengan sekertaris kami di rumah kalian tersebar luas. Hal itu membuat klien dan pemegang saham yang sudah lama bekerja dengan tuan dan nyonya Oh kecewa pada Kenji yang dianggap mereka tak manusiawi dan tak punya hati, berbanding sangat terbalik dengan tuan dan nyonya Oh yang sangat baik dan dermawan."


"Kenji sedang diawasi dirumahnya sendiri. Mereka ingin tahu bagaimana kau diperlakukan olehnya." Katanya menambahkan memberitahu Ayumi


"Ayumi hanya diam mencerna setiap ucapan Dong min yang menurutnya sangat mengejutkan ini. kemudian dia tersenyum lirih mengetahui hal yang membuat Kenji berubah bersikap baik padanya adalah karena dia sedang diawasi oleh pemegang saham dan klien di kantornya."


"Kau pasti bingung karena tak seharusnya urusan rumah tanggamu dipublikasikan seperti ini. Tapi mereka kecewa dengan rumor yang beredar dan jika benar Kenji melakukan semua yang dituduhkan padanya, dia akan kehilangan semua Usaha yang telah dibangun oleh kedua orang tuanya."


"Andwae!.." gumam Ayumi menggeleng cepat dan tak bisa membiarkan suaminya kembali merasa kehilangan lagi. Kenji sudah kehilangan orang tuanya karena dirinya, dan kini Kenji juga terancam kehilangan satu-satunya peninggalan kedua orang tuanya karena dirinya juga, dia tidak akan membiarkan itu terjadi.


"A-apa yang harus aku lakukan?" Tanya Ayumi sangat cemas.


"Datanglah ke rapat pemegang saham esok hari. Mereka akan memutuskan untuk melanjutkan kerjasama atau membatalkannya begitu saja. Kenji tidak akan hadir di rapat itu, karena dia tidak pernah tahu kalau rapat itu diselenggarakan. Kau mau datang kan? Hanya kau satu-satunya suara yang bisa dipercaya yum" Dong min menatap memohon pada Ayumi.


"Tentu" balas Ayumi yang bertekad membantu Kenji yang terlihat tertekan belakangan ini.


..


..

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2