Harapan Terakhir

Harapan Terakhir
Episode 39


__ADS_3

"*You can hate me. You can go out there and do anything you want to me,


But you will love me later because I told you the truth*."


________________________________________________


Kenji membuka kaca mata hitamnya saat ia sampai di kantor polisi, tempat dimana pembunuh kedua orang tuanya kembali ditahan. Kenji memasuki kantor polisi tersebut dengan kemarahan dan seringaian yang tergambar jelas di wajahnya.


"Aku ingin bertemu dengan mereka."


Kenji memberi perintah kepada detektif sekaligus pengacaranya untuk mempertemukan dia dengan pembunuh kedua orang tuanya.


Kim Junmyeon, mengangguk mengerti dengan kemauan klien sekaligus teman dekatnya sewaktu di bangku kuliah ini, dan juga sebagai pemilik kafe tmpt Ayumi bekerja dulu.


Dan tak lama, Kenji pun memasuki ruangan tempat dimana dia akan berbicara langsung dengan kedua orang tua Ayumi dan memastikan hukuman yang diterima mereka kali ini benar-benar berat.


"Aku sudah duga bocah sombong ini yang memaksa bertemu." Terdengar suara seorang wanita yang dibawa oleh petugas polisi untuk bertemu dengan Kenji, dan tak lama petugas itu meninggalkan Kenji dan ibu Ayumi berdua didalam ruangan.


"Aku senang melihat kau dengan pakaian itu lagi." Ujar Kenji dengan nada penuh kebencian di suaranya.


"Cih, sayang sekali si bocah idiot itu menyelamatkanmu, karena kalau dia tidak datang dengan tiba-tiba, aku pasti sudah berhasil membunuhmu." Geram nyonya Kim menatap benci pada Kenji yang terus menyeringai ke arahnya.


"Apa kau sedang dikhianati putrimu sendiri hmmh?" Kenji mengejek nyonya Kim membuat ia mengernyit bingung menatap Kenji.


"Dia sudah mengkhianatiku sejak orang tua sialanmu membelinya dari kami dan mengangkatnya menjadi anak!" gertak nyonya Kim membuat Kenji yang kini mengernyit.


"Jika tahu dengan mengangkatnya sebagai anak membuat kedua orang tuaku terbunuh, aku juga tidak akan membiarkan anakmu diadopsi orang tuaku." Kini Kenji yang berteriak membuat nyonya Kim terkekeh mendengarnya.


"Cih, aku juga bersyukur si sialan itu bukan anakku. Dia sama sekali tak berguna." Desis nyonya Kim membuat Kenji kembali terpancing emosinya.


BRAK!

__ADS_1


"Bagaimana bisa orang sepertimu bisa menjadi seorang ibu. Kau bahkan tak pernah memanggil namanya. APA KAU SUDAH GILA?" Kenji setengah berdiri dan menggebrak meja menatap marah pada wanita paruh baya yang tampak sangat membencinya ini. Tapi ada hal yang mengganjal untuk Kenji, entah kenapa dia merasa sangat tak suka Ayumi dipanggil sialan oleh wanita pembunuh didepannya ini, dia merasa ada sesuatu yang selalu ia lewatkan sedari dulu.


"Kau tetap bocah sombong yang tak peduli dengan sekitarmu hah?"


"APA SI SIALAN ITU BELUM MEMBERITAHUMU KALAU DIA BUKAN ANAK KAMI? APA SI SIALAN ITU JUGA TAK MENGATAKAN PADAMU KALAU AKU BERSUMPAH AKAN MEMBUNUHNYA SETELAH KAMI MEMBUNUHMU?"


Suasana di ruang pertemuan itu seketika hening, keduanya masih menetralkan nafas karena emosi masing-masing. Namun berbeda dengan wanita yang selama ini ia anggap sebagai orang tua Ayumi, Kenji merasa sesuatu menghantam keras hatinya membuat dirinya seketika melemas dengan ucapan tak terduga yang keluar dari mulut wanita tua ini.


"A-apa maksudmu?" Kenji kembali terduduk di kursinya karena tiba-tiba kakinya melemas.


"Sepertinya aku terlalu banyak bicara." Nyonya Kim tak berniat melanjutkan pembicarannya.


"Katakan padaku." Desis Kenji namun sebelum berhasil membuat wanita tua ini bicara, dua penjaga sudah datang masuk kedalam ruanganya dan mengatakan waktu berkunjung telah habis.


"Cepat bawa aku pergi darisini." Ujar nyonya Kim menyeringai ke arah Kenji yang tampak frustasi.


"Tidak-.. Dia tak boleh pergi. jangan bawa dia." Kenji meronta masih menuntut jawaban dari wanita tua ini yang membuatnya sangat frustasi.


"Lepaskan aku hyung! Dia menyembunyikan sesuatu." Teriak Kenji namun tak ada yang mendengarnya.


"KENJI!"


Teriakan Junmyeon membuat Kenji kembali terduduk di kursinya "Aku rasa aku melewatkan sesuatu." Gumamnya yang langsung pergi meninggalkan Junmyeon di ruang tunggu sel tahanan.


..


..


Malam harinya Kenji kembali kerumahnya dengan rasa frustasi dan terlihat sangat berantakan. Bagaimana Kenji tak terlihat kacau, hari ini dia menemukan kenyataan yang sangat sulit untuk diterimanya, dia pergi kerumah sakit hari ini dan bertanya tentang apa yang terjadi 29 tahun yang lalu di Seoul Hospital. Dan kenyataannya yang diterimanya ialah, bahwa Ayumi-.. wanita yang selama ini ia tuduh sebagai anak pembunuh dan komplotan kejahatan Tuan dan Nyonya Kim ternyata sama sekali tak memiliki hubungan darah dengan tuan dan Nyonya Kim, Ayumi hanya korban penculikan dan sialnya, harusnya Kenjilah yang berada di posisinya, bukan Ayumi.


Cklek!

__ADS_1


Kenji membuka pintunya dan masuk kedalam rumahnya dengan gontai.


"Kenji kau sudah pulang? Duduklah, aku sudah membuatkan makan malam untukmu."


Terlihat Ayumi yang memakai perban di lengannya dan plester di sekitar pelipisnya menyapa Kenji seperti biasa dengan senyum tulusnya. Kenji sendiri hanya tersenyum pahit mengingat dialah orang yang harusnya bertanggung jawab atas luka dan memar Ayumi.


**Pada bulan April tahun 1990, ada dua bayi yang lahir di rumah sakit kami. Satu bermarga Oh dan satu tak memiliki marga, karena setelah melahirkan, ibunya melarikan diri dari rumah sakit**.


Kenji terenyuh mengingat ucapan pihak rumah sakit mengenai status Ayumi yang memang sudah dibuang dan tak diinginkan sejak bayi.


Kenji memperhatikan sosok Ayumi yang tampak kesakitan karena lengannya cidera akibat ulahnya dan tetap sibuk menyiapkan makan malam untuknya.


**Namun pada malam berikutnya, salah satu bayi hilang dan tak berada di box bayi. Menurut laporan polisi, bayi itu diculik dan diperkirakan si penculik salah mengambil bayi. Karena seharusnya bayi Oh yang dibawa pergi. ID bayi Oh dan bayi tak bermarga itu terjatuh, membuat si penculik kebingungan dan mengambil asal salah satu bayi, tetapi kami bersyukur karena bukan bayi Oh yang diculik, karena jika mereka berhasil mengambil bayi Oh, sudah dipastikan mereka akan menyakiti bayi Oh karena meminta tebusan uang yang sangat banyak**.


Kenji kembali tersenyum pahit dan sedikit mendesah tak percaya menemukan kenyataan bahwa Ayumi sudah melindungi dirinya bahkan saat mereka masih bayi, Kenji juga mengira-ngira pasti kedua ******** itu sudah menyiksa Ayumi sejak bayi.


Kenji perlahan bangun dari kursi meja makannya dan berjalan menghampiri Ayumi yang tampak kesulitan menyiapkan makan malam untuknya.


**Tidak- Bayi tak bermarga itu tak pernah kembali, kami menebak mungkin si penculik sudah menjualnya dan kemungkinan paling buruk adalah mereka menyiksa bayi tak berdosa itu**.


"Mereka menyiksanya." Kenji bergumam mengepalkan tangannya erat dan terus mendekati Ayumi secara perlahan.


Sret!


Kenji menggenggam erat lengan Ayumi yang diperban membuat tubuh Ayumi refleks menegang karena takut Kenji akan kembali memukulnya.


..


..


Masih penasaran kagak nih😁 Lanjut gk nih Aku sih lanjut :)

__ADS_1


__ADS_2