
Sosok tampan yang sedang tersenyum sangat bahagia, senyum yang tak pernah Ayumi lihat lagi selama tujuh tahun ini. dan yang membuat hati Ayumi menghangat adalah sosok yang tak lain dan tak bukan adalah suaminya itu tersenyum karena sedang memberikan sesuatu yang Ayumi tebak sepatu olahraga kepada anak kecil yang terlihat tak mampu.
..
..
Karena penasaran, Ayumi berusaha mendekati ke arah Kenji, dia memang tak bisa mendengar apa yang Kenji dan anak kecil itu bicarakan. Tapi yang jelas Ayumi bertekad berterimakasih pada anak itu setelah Kenji pergi nanti, karena telah membuat suaminya tersenyum.
Terlihat Kenji berpamitan dan berjongkok didepan anak kecil itu sambil memberi beberapa lembar uang kepada anak tersebut yang langsung berlari meninggalkan Kenji. Kenji hanya tersenyum dan sepertinya memutuskan untuk menyebrang jalan karena mobilnya diparkir di sebrang jalan.
Ayumi bersembunyi dibelakang toko kue yang berada tak jauh dari Kenji berdiri, dia diam-diam masih mengagumi ketampanan suaminya saat tersenyum. Namun tiba-tiba senyum di wajah Ayumi menjadi raut panik saat menyadari ada mobil dengan kecepatan tinggi menuju ke arah Kenji yang sedang sibuk dengan ponselnya, dan Ayumi membelalak menyadari siapa yang berada didalam mobil tersebut "Tidak!" gumam Ayumi berlari cepat ke arah Kenji.
TIIINNNNNNNNNN~
BRAAAAAKKKKK!
"Kenji merasa pusing karena tubuhnya terdorong sementara terdengar suara debuman keras di belakangnya".
"ASTAGA! ADA SESEORANG YANG DITABRAK!" terdengar sebuah teriakan yang membuat degup jantung Kenji tak beraturan.
"SESEORANG CEPAT TOLONG WANITA INI! DIA TERLUKA PARAH" terdengar teriakan lain yang membuat kepala Kenji berputar karena sangat takut.
Takut, karena dia tahu benar suara siapa yang memanggilnya beberapa detik yang lalu. Takut kalau dia harus mendapati kenyataan kalau orang itulah yang kembali menolongnya seperti saat mereka berusia sepuluh tahun dulu.
Semua ini seperti dejavu untuk Kenji, kemudian dengan perlahan dia membalikan badannya dan berjalan gontai menghampiri orang-orang yang sudah mengerumuni wanita yang baru saja menjadi korban tabrak lari itu.
Kenji menyeruak diantara kerumunan, matanya menganalisa mencoba menampik kalau ia mengenali wanita yang sedang terbaring dengan darah di seluruh tubuhnya ini, namun semakin Kenji menampik sosok yang ia kenal semakin terlihat jelas.
Jantung Kenji masih berdegup kencang, kepalanya berputar sangat memualkan. Sampai akhirnya dia memutuskan untuk mendekati sosok yang tak sadarkan diri itu.
__ADS_1
Brak!
Kenji terjatuh dan membawa wanita mungilnya ke pelukannya, dia membelalak sangat takut melihat darah yang sangat banyak di kepala seseorang yang sangat ia benci ini, namun rasa bencinya seakan menghilang saat melihat wajah wanita yang tak lain istrinya ini begitu pucat dan terlihat kesakitan.
"Ayumii.."
Itu adalah pertama kalinya Kenji memanggil nama Ayumi dengan penuh kelembutan selama tujuh tahun ini.
"h-hey bangun… Kau tak boleh mati begitu saja. Kau hanya boleh mati ditanganku." Desis Kenji mengancam namun air matanya tak berhenti menjatuhi pipinya.
"Seseorang-… SESEORANG PANGGIL AMBULANCE~" teriak Kenji memeluk Ayumi erat dengan sisa tenaga yang ia miliki.
..
Kenji sudah membawa Ayumi ke rumah sakit dan saat ini dia sudah menunggu berjam-jam diluar ruang operasi yang sedang mengurus Ayumi didalam. Kenji tidak sendirian, Derick dan Keiko sudah datang saat ia memutuskan kalau kedua orang itu mungkin akan membuat Ayumi merasa lebih baik merasakan kehadiran mereka. Namun Kenji merasa terganggu dengan tangisan Keiko yang sangat mengkhawatirkan Ayumi dipelukan Deruck, membuatnya juga ikut membayangkan bagaimana jika Ayumi tak bertahan?. Ayumi tak bisa diselamatkan?. Lalu dia akan bagaimana?
Semua pikiran itu Kenji buang jauh-jauh saat akhirnya ruang operasi terbuka dan Kyuhyun muncul dari dalamnya.
"Aa-ayumii bagaimana?" isak Keiko yang takut mendengar kenyataan Ayumi tak bertahan.
"Dia kritis. Tapi dia akan bertahan." Kyuhyun bergetar memberitahu kedua temannya.
Kenji hanya mematung mendengar penuturan Kyuhyun, ini adalah kali keduanya dia membuat Ayumi kritis karena menyelamatkannya.
Kenji sedikit mengernyit saat tiba-tiba Kyuhyun mendekati dirinya. "Kau tak perlu repot-repot lagi memukuli Ayumi saat akhirnya dia memberitahumu kalau dia hamil. Ayumi sudah kehilangan bayinya. Dia keguguran."
"Oh tidak… AYUMMIIIIII"
Keiko meraung saat Kyuhyun mengatakan kalau Ayumi sudah kehilangan bayinya, dia tidak bisa membayangkan bagaimana wajah mungil itu harus kembali merasakan kesakitan karena kehilangan bayinya.
__ADS_1
Derick sama syok dengan Keuko, namun dia hanya bisa terdiam sambil menikmati denyutan hatinya yang terasa robek mendengar kenyataan Ayumi kehilangan bayinya ditambah raungan Keiko yang terdengar sangat memilukan.
Sementara Kenji.. dia tak bicara sama sekali, kenyataan yang baru ia dengar terasa menampar keras wajahnya, dia sama sekali tak mengerti apa yang Kyuhyun bicarakan. Dan untuk meredakan rasa sakit yang tiba-tiba datang menghinggapinya. dia memutuskan untuk meninggalkan rumah sakit, melewati ketiga temannya yang terlihat sangat syok dan tak berani membayangkan wajah Ayumi saat dia bangun nanti.
Kenji berjalan gontai dan membiarkan orang-orang menabraknya di perjalanan ke tempat parkir, sampai akhirnya dia berhasil masuk kedalam mobilnya dengan keadaan berantakan, Kenji menyalakan mobilnya dan mencengkram erat kemudi mobilnya, kata-kata Kyuhyun masih sangat terdengar jelas di benaknya, dia kemudian meletakkan kepalanya di kemudi mobil sambil bergumam "Apa maksudnya Ayumi keguguran? Apa dia hamil? Lalu jika dia keguguran apa itu artinya aku baru saja kehilangan calon anakku." Lirihnya memegangi dadanya yang terus berdenyut sakit.
Kenji kemudian menatap kedepan dan bersiap menginjak gas mobilnya "Ini tidak mungkin" ujarnya menghapus cepat air matanya yang jatuh.
Itu adalah kali pertama setelah tujuh tahun berlalu seorang OH KENJI HANEUL menitikkan air mata. Karena dia bersumpah pada dirinya sendiri terakhir dia meneteskan air matanya adalah saat pemakaman kedua orang tuanya. Entah kenapa ada sesuatu di diri Kenji yang terus menghantamnya keras, membuatnya berperang menahan sakit yang ia rasakan. Kenyataan Ayumi yang sedang kritis karena menyelamatkannya cukup membuatnya merasa bersalah, namun kenyataan lain saat Kyuhyun memberitahu Ayumi kehilangan bayinya adalah kenyataan yang kembali membuat dirinya mati. Saat ini Kenji sedang merasakan kekosongan yang teramat. Kekosongan yang sama saat ia kehilangan kedua orang tuanya dan itu terasa begitu menyesakkan untuknya saat ini.
Bersambung..
_________________________________________________
**sebelum cuap-cuap gue mau kasih WARNING KE KALIAN.. BIG WARNING!
.
dan awalnya gue bilang kan ini Happy ending.. Ini happy ending emang.. tapi untuk tokoh didalam cerita ini, kalau buat kalian yang baca, ending ini bakalan kaya cerita Sad Love story gitu deh.. maksudnya kaya True love gitu.. elah kasarnya ini sad ending..tapi ga sad-sad banget si menurut gue..
.
jadi, Harapan Terakhir udah gue tulis sampai endingnya.. nah ternyata kurang bagus kalo dibuat happy gitu guyss.. sorry :(
.
tapi klo menurut gue ini si masuk kategory sweet sad love story gitu deh :p.. *itubocoran
.
__ADS_1
pilihan ada di tangan kalian.. mau dilanjut atau tidak terserah ya #akusihlanjut 😁😜**