Harapan Terakhir

Harapan Terakhir
Episode 59


__ADS_3

Dan dari semua ucapan Kenji, hanya pernyatann cinta Kenji yang diingat baik oleh Ayumi, seolah itu adalah kalimat berharga yang tak akan sering dia dengar oleh karena itu Ayumi benar-benar tidak ingin menyia-nyiakan pernyataan Kenji yang begitu menyenangkan untuknya.


Kenji juga menyadari hal itu, dia tahu Ayumi selalu mempunyai rasa cinta yang begitu besar untuknya, hampir tak pernah marah apalagi benci pada dirinya, hal itu semakin membuat Kenji merasa bersalah pada sosok malaikatnya yang begitu baik padanya, dia hanya membiarkan Ayumi terus menggumamkan balasan pernyataan cintanya dengan terus mengusap lembut punggung Ayumi yang kini berada di pangkuannya.


"Gomawo yum." Lirihnya memeluk erat tubuh istrinya yang begitu hangat dan terasa pas dalam pelukannya.


Setelah beberapa menit dalam posisi terduduk dilantai dengan Ayumi berada di pangkuan Kenji, akhirnya Kenji melepas pelukannya dan menatap wajah istrinya "Mau sampai kapan kita duduk disini tuan putri?" kekehnya menggoda Ayumi yang merona.


"Aku suka saat duduk di pangkuanmu, wajahmu terlihat sangat tampan dan sangat jelas untukku." katanya mengusap wajah Kenji secara berulang.


"Kau bisa melakukannya kapanpun kau mau."


Ayumi kemudian terlihat sangat bahagia mendengar ucapan Kenji "Benarkah?"


"Iya sayang…sekarang kita pulang karena kau belum makan dan minum obatmu." Ujarnya yang sedikit susah untuk berdiri merasakan keram di kakinya karena Ayumi duduk terlalu lama di pahanya dan kini harus berdiri dengan membawa Ayumi di gendongannya.


"Kenji turunkan aku…"


"Kau minta diturunkan tapi malah mengeratkan pelukanmu di leherku.. such a princess."


Kekeh Kenji yang mulai membenarkan posisi gendongannya untuk Ayumi dan berjalan keluar kafe untuk membawa istrinya pulang.


Ayumi hanya diam tersenyum senang sambil menyembunyikan wajahnya di perpotongan leher Kenji.


"Kenji…"


"Ada apa?" tanya Kenji masih berjalan ke pintu keluar.


"Aku belum bayar bubble tea ku. Aku tidak bawa uang." Katanya malu-malu bergumam di telinga Kenji.


"Dompetmu dimana?" tanya Kenji yang merasa istrinya sangat ceroboh.


"Ada di mobil Shindong hyung."


"Berapa kali aku bilang kalau kau harus selalu membawa dompet dan ponselmu, kau akan dalam kesulitan jika tidak membawa keduanya sayang, beruntung kau membawa ponselmu." Balas Kenji panjang lebar membuat Ayumi melihat ke arahnya.


"Aku juga tidak membawa ponselku. Semuanya tertinggal di mobil Shindong hyung," Katanya memberitahu Kenji yang tampak bingung sekarang.

__ADS_1


"Bagaimana bisa? Paman itu menghubungiku dari ponse…"


"Ah…sekarang aku tahu siapa yang melakukannya." Gumam Kenji yang matanya kini tertuju ke arah Shindong yang sedang membungkuk menyapanya, terlihat jika penjaga istrinya ini sedang membayar minuman yang Ayumi minum.


Merasa bingung dengan ucapan Kenji, Ayumi ikut menoleh dan tersenyum senang melihat Shindong "Hyung!" ujarnya berjingkak di gendongan Kenji.


"Hay Ayumi.." sapa Shindong membungkuk sopan pada Ayumi.


"Apa kau yang melakukannya?" suara Kenji menginterupsi menuduh Shindong.


"Ya direktur. Maafkan kelancanganku." Katanya membungkuk meminta maaf.


"Kenjiaa ada apa?" tanya Ayumi tak mengerti namun Kenji mengabaikannya.


"Jadi dari awal kau sudah tahu Ayumi berada disini?" katanya kembali bertanya.


"Saya tidak pernah kehilangan Ayumi drektur. Ayumi bilang dia haus dan meminta untuk dibawa kesini, lalu dia membuat janji dengan saya untuk tidak pergi kemana-mana sebelum saya datang karena saya mengatakan padanya bahwa anda juga akan datang kesini, setelah memastikan Ayumi mendengarkan, saya langsung menuju kantor anda dan…"


"Dan memulai aktingmu yang luar biasa." Sindir Kenji membuat Shindong kembali membungkukan badan meminta maaf.


"Maafkan saya direktur. Mari kita pulang, mobil anda sudah dibawa penjaga yang lain. Saya sendiri yang akan membawa anda dan istri anda sampai dirumah." Katanya memberitahu Kenji yang menatapnya tak percaya.


"Baik direktur" balas Shindong kembali membungkuk.


Dan setelahnya Kenji berjalan mendului Shindong menuju ke mobil yang biasa Ayumi gunakan. "Kenjiaa aku tidak suka kau bicara kasar pada Shindong hyung." Ayumi memarahi Kenji tapi tak berani menatap mata suaminya.


"Dia harus dimarahi." Balas Kenji yang merasa dipermainkan oleh penjaganya sendiri.


"Kalau Shindong hyung tidak mengejarku tadi siang, aku sudah hampir diganggu oleh pria-pria tua yang menyeramkan Kenji." Protes Ayumi membuat Kenji sedikit membelalak.


"Kau tidak apa kan? Tidak ada yang mengganggumu kan?" tanya Kenji memastikan keadaan Ayumi.


Ayumi menggeleng dan mengerling Shindong yang sedang berjalan mengikuti mereka dibelakang "Berkat Shindong hyung." Katanya mempromosikan Shindong.


"Kau harus memaafkannya." Ayumi kembali merajuk di gendongan Kenji.


"Akan aku pikirkan nanti." Balas Kenji memasuki mobilnya setelah Shindong membukakan pintu untuknya dan Ayumi.

__ADS_1


Ayumi sedikit marah karena Kenji terus mendelik ke arah Shindong, menyadari hal itu pun membuat Kenji menarik paksa Ayumi agar bersender di pelukannya "Istirahatlah." Katanya memaksa Ayumi "Aku tidak lelah." Katanya memberitahu Kenji agak dingin.


"Ayumi.." Kenji mulai memperingatkan Ayumi dengan nada khasnya.


"Baiklah..Baiklah…Aku tidur." Katanya berpura-pura memejamkan matanya agar Kenji tak memarahinya membuat Kenji hanya terkekeh melihatnya.


Saat sedang memandangi Ayumi, tak sengaja mata Kenji bertatapan dengan Shindong yang sedang tersenyum memperhatikan keduanya dari kaca spion miliknya, merasa dilihat oleh direkturnya, Shindong kembali fokus menyetir dan berpura-pura tak melihat.


"Hyung.." panggil Kenji tiba-tiba.


"Eh..?" Shindong sedikit tak biasa dengan panggilan hyung dari Kenji pun hanya bisa memastikan tak yakin, membuat Ayumi juga membuka kedua matanya mendengarkan suaminya.


"Shindong hyung.." katanya kembali memanggil Shindong.


"Ya direktur." Balas Shindong menoleh sekilas.


"Gomawo…" katanya membuat Shindong kembali menoleh sekilas.


"Untuk apa direktur?" tanya Shindong tak mengerti.


"Terimakasih karena tak pernah membiarkan istriku sendirian selama aku tak bisa menjaganya." Katanya terdengar sangat tulus oleh Shindong dan Ayumi.


"Tidak perlu berterimakasih tuan muda, itu tugasku." Gumam Shindong membalas dengan senyum.


Sementara Ayumi juga tersenyum senang dan mulai melingkarkan kedua tangannya di pinggang Kenji dan bersandar nyaman dipelukan suaminya "Apa kau benar-benar akan tidur sekarang?" tanya Kenji menggoda istrinya.


"Aku sudah tidur sedari tadi." Gumam Ayumi dan mulai benar-benar tertidur karena sedari tadi memang dirinya merasa sakit kepalanya semakin terasa.


"Aku mencintaimu."


Dan kalimat yang Ayumi dengar sebelum benar-benar tertidur adalah pernyataan cinta Kenji yang selalu berhasil membuatnya sangat senang dan terasa hangat dihatinya.


..


..


..

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2