
"*Ayo kita pulang." Ayumi menyeruak diantara Derick dan Keiko kemudian berjalan gontai melewati ketiga orang yang menatapnya dengan pikiran masing-masing mengenai keputusan Ayumi.
Kenji sendiri langsung mengejar Ayumi yang berjalan didepannya dan berniat memastikan kalau Ayumi benar-benar pulang kerumahnya. Rumah mereka*.
..
..
Cklek!
Kenji membukakan pintu rumahnya dan Ayumi mengikutinya dari belakang, tak banyak bicara, Ayumi pun segera menuju gudang yang sudah menjadi kamarnya selama tujuh tahun ini, meninggalkan Kenji yang kembali hanya bisa melihat Ayumi tanpa berbicara apapun.
Ayumi sedikit takut untuk masuk kekamarnya, karena disana, di gudang yang merupakan kamarnya sudah menjadi saksi dimana Ayumi dan bayinya menghabiskan waktu bersama, waktu dimana Ayumi merasa sangat mual, waktu dimana bayinya menendang dan waktu dimana Ayumi bercerita banyak hal tentang hari yang ia jalani dan bagaimana Kenji bersikap lebih baik padanya. Ayumi awalnya enggan masuk kedalam gudang itu, namun dia tak punya pilihan lain karena satu-satunya tempat yang boleh ia tempati adalah gudang tua tersebut.
Ayumi kemudian perlahan membuka pintu gudangnya dan seketika bayang-bayangnya sewaktu mengandung terus berhamburan di benaknya, menyeruak keluar seolah meminta Ayumi untuk tidak melupakannya.
Hatinya kemudian memelas melihat satu lemari kecil yang ia tahu benar isinya adalah pakaian, sepatu dan beberapa kaus kaki hangat yang sengaja ia siapkan untuk calon bayinya nanti. Ayumi perlahan mendekati lemari itu dan berjongkok membuka lemari yang berisi pakaian calon bayinya dulu.
Matanya memanas saat dia mengambil sepasang kaus lengkap dengan jasnya yang berwarna biru bergambar rusa ditangannya, Ayumi membayangkan bagaimana tampannya putranya nanti jika dia memakai jas itu, kemudian dia mengambil dress biru selutut seperti Snow white dan membayangkan jika putrinya yang memakai dress tersebut.
Saat ini Ayumi sedang menahan rasa sakit luar biasa yang ia rasakan setiap dia menghembuskan nafasnya, dia kemudian memeluk erat baju-baju yang ia siapkan. "Maaf nak. Maafkan eomma nak. Eomma ingin sekali melihat kalian tumbuh dan memakai pakaian yang aku siapkan, maaf nak. Maafkan eomma. Eomma sangat menyayangi kalian."
Ayumi menggigit keras bibir bawahnya, menahan teriakan yang sepertinya tak kuasa ia tahan lagi. Dia kemudian tertidur lemas masih memeluk erat jas dan dress yang sengaja ia pilihkan untuk calon bayinya nanti "Ya Tuhan. Aku mohon kembalikan anakku. Kembalikan anakku arghhhhhhh." Ayumi kembali menggigit keras bibirnya hingga berdarah dan tak lama tertidur karena terlalu lelah dan berharap kalau semua yang ia alami segera berakhir.
Kenji yang memang sengaja mengambil air minum didapur, mendengar semua teriakan Ayumi, dirinya hanya bisa memejamkan matanya mendengar setiap rintihan Ayumi yang terdengar sangat putus asa tanpa tahu harus melakukan apa.
..
__ADS_1
..
Ayumi terbangun tengah malam, karena merasa kepalanya sakit dan dia sangat haus, namun dia mengernyit bingung karena dia tahu benar dia bangun bukan di gudang tempat biasa ia tidur. Dia bangun di kamar yang ia ketahui kamar tamu. Kamar yang selalu membuatnya dipukuli oleh Kenji karena tak sengaja tertidur disana.
Tak mau membuat Kenji kembali marah, Ayumi perlahan bangun dari tidurnya dan kembali mengernyit saat melihat dirinya memakai piyama yang ia tebak milik Kenji, karena aroma Kenji sangat tercium dari piyama tersebut. Ayumi semakin bingung dan memutuskan untuk mencari Kenji dan bertanya pada Kenji.
Namun sesampainya di ruang kerja Kenji, Ayumi tampak ragu bertanya karena sepertinya Kenji sedang terburu-buru ingin pergi, dia pun berbalik arah dan berniat menuju gudang sampai suara khas Kenji menginterupsinya.
"Kau mau kemana?" tanya Kenji pada Ayumi yang sudah mendekati gudang.
Ayumi berbalik arah dengan takut dan memandang Kenji yang sedang menatapnya tajam "Kembali kekamarku." Balasnya memberitahu Kenji.
"Kamarmu disana sekarang. Tak perlu tidur di gudang. Lagipula aku sudah membuang barangmu yang di gudang, barang itu nampak tak berguna lagi."
Ayumi tampak membelalak dengan ucapan Kenji dan bergegas melihat ke gudang yang memang benar sudah kosong tak tersisa apapun. Ayumi merasa sangat sakit hati dan perlakuan Kenji yang selalu sesukanya terhadap barang-barangnya.
"Kenapa kau membuang barang-barangku. Kenapa kau membuang kenangan tentang anakku." Katanya menjerit mendekati Kenji dan untuk pertama kalinya berani memukuli tubuh Kenji yang tentu tak terasa sakit sama sekali.
"Untuk apa kau melihat barang-barang itu lagi? Kau hanya akan teringat pada anak yang tak akan pernah lahir itu." Geram Kenji mencengkram erat pergelangan tangan Ayumi.
'DIA ANAKKU KENJIIAAA" Ayumi kembali menjerit mencengkran kemeja Kenji erat.
"DIA SUDAH MATI, KAU TAK MEMBUAT KEADAAN LEBIH BAIK." Kenji juga berteriak berusaha memberitahu Ayumi agar dia tak mengharapkan anaknya hidup kembali, karena itu sama sekali tak mungkin terjadi.
Ayumi tercengang dengan ucapan Kenji, dia tahu Kenji membencinya, tapi ucapan Kenji tentang anak mereka yang baru saja pergi selamanya, membuat Ayumi semakin yakin kalau Kenji sama sekali tak menginginkan kehadiran seorang anak untuknya.
Ayumi tertawa pahit dan jatuh memeluk kaki Kenji"Ya benar, anakku sudah mati." Katanya terisak mencengkram dadanya sendiri.
__ADS_1
"Kalau begitu, bukankah lebih baik untuk kita berdua jika aku juga mati? Aku mohon bunuh aku Kenjiaa, aku tak tahan." Katanya mendongak menatap Kenji dengan terisak. "Bunuh aku Kenjia, buat aku bertemu dengan ayah dan ibumu juga anak kita. Aku ingin bahagia." Katanya sedikit menjerit memeluk kaki Kenji erat.
Kenji tak tahu sebegitu besar keinginan Ayumi untuk mengakhiri hidupnya, dia tak tahu kalau semua yang Ayumi inginkan hanya sesuatu yang bisa membuatnya mempunyai alasan untuk bertahan hidup, dan Kenji jelas bukanlah hal yang bisa membuat Ayumi bertahan karena dia merupakan alasan terkuat kenapa Ayumi ingin mengakhiri hidupnya.
Kenji bergetar, namun bukan karena marah dia sedikit merasa takut jika pada akhirnya wanita yang memohon untuk mati dibawahnya ini benar-benar pergi selamanya dari hidupnya, harusnya Kenji berjongkok memeluk Ayumi dan menenangkan istrinya, harusnya dia mengucapkan kata-kata menghibur bukan kata-kata yang semakin membuat Ayumi frustasi. Namun semua keharusan yang harusnya dilakukan Kenji kembali tertahan oleh Kenji, dia masih menolak jika pada akhirnya dia kembali memiliki perasaan pada Ayumi.
Kenji berjongkok didepan Ayumi dan memegang dagunya sedikit kasar "Aku akan membunuhmu saat waktunya tepat nanti. Sekarang kau tak boleh memohon untuk dibunuh, karena semakin kau meminta, aku akan semakin mengabaikannya. Kau mengerti?" gertak Kenji membuat Ayumi kembali menatap Kenji dengan tatapan takut.
"Mungkin aku akan mengabulkan keinginanmu untuk mati lebih cepat saat aku pulang nanti, sekarang aku harus mengurus kedua ******** yang kembali telah tertangkap."
Pertanyaan Kenji membuat Ayumi bertanya-tanya, namun seolah bisa membaca isi pikiran Ayumi, Kenji tersenyum meremehkan dan kembali memegang dagu Ayumi "Orang tuamu sudah ditangkap, mereka akan segera diberi hukuman lebih berat. Tapi aku ingin berbicara dengan mereka. Ada banyak hal yang harus aku tanyakan pada mereka, termasuk apa kau terlibat dengan pelarian mereka atau tidak." Katanya menggeram marah memberitahu Ayumi.
Kenji memang selalu sangat emosi jika nama kedua orang tua Ayumi disebutkan, dia merasa ingin membunuh kedua orang itu dengan tangannya sendiri setiap mereka bertatapan. Namun kali ini, Kenji ingin memastikan sendiri bahwa hukuman yang diterima orang tua Ayumi berkali-kali lipat lebih berat bahkan tak ada kemungkinan untuk dibebaskan.
"Aku tak membantu mereka Kenjiaaa." Katanya memberitahu Kenji yang tak percaya pada semua ucapannya.
"Semoga ucapanmu benar. Karena jika benar kau terlibat, aku bersumpah kau akan menyesalinya." Gumamnya sedikit mencengkram dagu Ayumi kasar membuat Ayumi sedikit meringis kesakitan.
"Aku pergi. Jangan berbuat macam-macam selama aku pergi." katanya mengingatkan Ayumi dan melenggang pergi meninggalkan Ayumi yang masih terduduk dilantai.
"Kapan Kenjiaaa?"
"Kapan kau akan mencintaiku lagi?" lirih Ayumi tertidur di lantai dan mendekap dirinya erat, dia merasa sepi..sangat kesepian.. namun dia tahu tak ada lagi yang bisa menghiburnya karena sekali lagi Ayumi merasa tak memiliki harapan bahwa Kenji akan kembali mencintainya dan menjadi Kenjinya yang seperti dulu. "Aku mencintaimu." Gumamnya memperhatikan Kenji yang terus menjauh dan tak pernah kembali untuknya lagi.
..
Bersambung...
__ADS_1