Harapan Terakhir

Harapan Terakhir
Episode 62


__ADS_3

Ayumi tersenyum mendengar ucapan suaminya yang terdengar sangat ingin menghiburnya. Hal ini semakin membuat Ayumi tersenyum getir menebak kalau dirinya memang semakin parah dan hanya ada sedikit harapan untuknya.


"Kenapa diam saja? Kau tak suka?" suara Kenji menginterupsi rasa sedih Ayumi yang teramat karena kondisinya.


Ayumi menggeleng lemah dan mengeratkan tangan Kenji di perutnya. "Aku senang kau menghiburku seperti itu sayang, tapi kau tak perlu melakukan itu. Aku dan penyakit ini sudah sangat bersahabat." Katanya bersender nyaman di pelukan suaminya.


Kali ini Kenji yang tersenyum pahit, dia tahu Ayumi akan berfikir kalau dia sedang menghibur dirinya dari penyakitnya. Andai saja benar dia hanya menghibur Ayumi, mungkin Kwnji akan sangat bahagia, tapi apa yang diberitahukan Kyuhyun setengah jam yang lalu adalah benar, istrinya sedang hamil dan sudah memasuki minggu kedelapan.


Kenji kemudian meletakkan kepalanya di bahu Ayumi, menghirup dalam-dalam aroma khas istrinya sambil membuat gerakan penuh arti di perut Ayumi "Aku tidak sedang menghiburmu yum, kau memang sedang mengandung calon anakku, buah hati kita." Balas Kenji dengan suara meyakinkannya.


Kenji kemudian merasakan tubuh Ayumi menegang, dia berbalik cepat menatap Kenji, seolah mencari kebenaran dari ucapan suaminya yang terasa nyata untuk didengarnya "Kenji…A-apa yang kau katakan? Apa aku benar-benar hamil?" tanyanya berkaca-kaca berharap Kenji tak tertawa setelah ini karena berhasil mengelabuinya.


Ayumi kemudian menghangat melihat senyum Kenji yang terlihat bahagia namun penuh kecemasan didalamnya, dia kemudian semakin bahagia saat Kenji menganggukan pelan kepalanya membenarkan pertanyaan Ayumi. "Kau hamil sayang."


Grep….!


"Kenjiaa astaga….. Ya Tuhan, aku-…aku hamil Kenjiaa." Pekiknya menangis bahagia di pelukan suaminya yang juga memeluknya erat.


Setelahnya Kenji hanya membiarkan Ayumi menangis bahagia di pelukannya, tubuh istrinya yang begitu rapuh dan lemah kini harus kembali bertahan dan kuat karena ada janin yang sedang tumbuh didalamnya.


"Apa kau bahagia?" tanya Kenji yang entah kenapa menurut Ayumi terdengar lirih.


"Sangat Kenji…Bagaimana denganmu? Kau bahagia juga kan?"


Ayumi sedikit mengernyit di pelukan Kenji saat tak mendapat jawaban dari suaminya "Kenji…" katanya lagi memanggil Kenji yang hanya diam.


Kenji kemudian tersenyum dan kembali memeluk Ayumi erat.


"Aku bahagia sayang…sangat bahagia…." Jawaban Kenji pun membuat istrinya tersenyum lega karena Kenji merespon pertanyaannya.


"Tapi maafkan aku yum…Kita tidak bisa memiliki bayi kita lagi kali ini."


DEG!


Ucapan Kenji kemudian terdengar sangat mengerikan untuk Ayumi, dia melepas cepat pelukan Kenji dan menatap suaminya yang terlihat memucat.

__ADS_1


"Apa maksudmu Kenji? Kenapa kita tidak bisa memiliki bayi kita? Kenapa?" tanya Ayumi merasa mual karena Kenji terlihat tak punya pilihan lain untuk mengatakan hal mengerikan itu.


"Kyuhyun mengatakan kita tidak boleh memiliki bayi ini sekarang yum." Katanya terdengar putus asa.


"Jangan dengarkan dia." Balas Ayumi terdengar sangat marah.


"Kau harus menjalani kemoterapi…Kau juga tidak dalam keadaan siap mengandung yum, dan jangan lupakan kalau kau harus menjalani operasimu. Aku tidak bisa kehilangan dirimu." Suara Kenji kali ini sedikit tinggi namun sepenuhnya bergetar frustasi memberitahu Ayumi yang tampak sangat kecewa padanya.


Ayumi hanya diam dan menutup kencang telinganya, dia tidak mau mendengar apapun alasan yang Kenji berikan, dia berjalan menjauh dari Kenji, kakinya sangat lemas dan kepalanya sangat sakit. Dia merasa seperti dibawa melayang oleh Kenji dan detik itu juga dia merasa Kenji menghempaskan tubuhnya kuat jatuh ke dasar jurang, rasanya sangat sakit dan sangat mengecewakan.


"Ayumi…." Kenji terlihat panik melihat Ayumi yang berjalan menjauh darinya.


"Aku akan mempertahankan bayi ini…apapun untuk bayi ini." lirihnya terdengar oleh Kenji.


"yum…Kau mau kemana-"


"LEPASKAN AKU KENJI! AKU MAU PERGI…AKU TIDAK AKAN MEMBIARKANMU MENGAMBIL BAYIKU KALI INI."


"Kau masih belum stabil sayang, berbaringlah."


"Sayang aku mohon jangan seperti ini…" pinta Kenji berusaha menenangkan Ayumi…


"LEPASKAN AKU KENJI..!"


"AYUMI…!"


Dan suara bentakan Kenji berhasil membuat Ayumi sedikit tenang, dia tak lagi meronta namun kali ini terduduk lemas memeluk erat kaki Kenji, memohon pada suaminya.


"Aku mohon jangan sakiti bayiku Kenji…Jangan lakukan sesuatu yang mengerikan pada bayiku Kenji..Aku-..aku tidak bisa kehilangan anakku lagi. Tidak lagi Kenjiaa…..aghhhhh!" katanya menjerit berlutut memohon pada Kenji.


"SESEORANG TOLONG KAMI…" Ayumi merasa sangat frustasi karena Kenji tak memberikan jawaban untuknya, dia takut jika dia terlengah dia akan kehilangan bayinya untuk yang kedua kalinya.


Kenji memejamkan matanya, dia tak kuat mendengar semua kesakitan yang diteriakan Ayumi saat memohon padanya, dia tidak bisa menjawab Ayumi bukan karena dia tidak mau, seluruh tubuhnya terasa kaku tak bisa merespon permintaan Ayumi yang bisa membuatnya kehilangan dirinya selamanya.


Dia kemudian membuka matanya dan menghapus cepat air matanya yang terus membasahi pipinya, setelahnya dia berjongkok menyamakan posisinya dengan istrinya.

__ADS_1


"Hey…kenapa berteriak seperti itu hmmm." Ujar Kenji menghapus air mata ketakutan Ayumi. Ayumi masih terlalu marah dan kecewa untuk menatap Kenji, dia tidak mau mendengar permintaan Kenji yang terdengar konyol untuknya.


"Ayumi…" suara lirih Kenji berhasil menarik perhatian Ayumi, dia perlahan mendongak menatap suaminya dan hatinya kembali berdenyut sakit saat melihat wajah Kenji yang tampak sangat menderita dan tak kalah sedih seperti dirinya.


"Kenji.." secara refleks pun Ayumi duduk di pangkuan suaminya dan menghapus air mata Kenji yang terus berjatuhan di pipinya.


"Aku hampir menjerit seperti orang gila saat Kyuhyun memberitahuku kau hamil sayang, tapi kemudian aku hampir membunuhnya karena di saat yang sama dia mengatakan kalau kau tak boleh mengandung anak kita. Lebih baik aku mati daripada harus memberitahumu. Karena aku sangat yakin kau tidak akan menyetujuinya, lalu dia memberitahuku jika kau tetap mempertahankan bayi kita, aku bisa kehilangan dirimu dan bayiku untuk yang kedua kalinya yum…Aku tidak bisa kehilangan dirimu yum, tidak-..karena semua hal buruk yang telah aku perbuat padamu." lirihnya tertunduk dan terdengar sangat putus asa.


Ayumi memeluk suaminya erat dan merasa menyesal mengira kalau ini semua adalah ide Kenji, mengira kalau Kenji tak menginginkan bayi mereka, dia menenangkan Kenji tetapi tetap pada pendiriannya untuk memiliki bayi mereka.


"Aku kuat Kenji….Aku lebih kuat jika ada kau dan bayi kita, aku mempunyai alasan untuk bertahan hidup karena kalian. Jadi bolehkah aku mengandung anakmu? Bolehkah aku memilikinya dan membesarkannya dengan kedua tanganku sendiri?" pinta Ayumi terdengar seperti omong kosong di telinganya sendiri, dia mungkin bisa bertahan sampai bayi mungilnya lahir ke dunia, tapi untuk membesarkannya dengan kedua tangannya sendiri terdengar seperti mimpi untuknya.


..


..


*Bersambung...


Ouh ya Sekar mau promoin novel Sekar yang baru ya😁 tenang aja di novel sekar yang baru ini gak ada kekejaman atau siksa menyiksa gitu dah...


🤔yakin thor ...


Yakin lah ehh tapi gk tau deng*😁


Dasar lu thor..🙄


Sorry✌😁


Mohon dukungannya ya guyss TAKDIR YANG TERIKAT


semoga suka ,jan lupa di fav ya😘


Ku tunggu komentarmu reads...👋👋


__ADS_1


__ADS_2