
..
"Apa ada yang sakit? Katakan padaku yum."
Ayumi menggeleng lemah dan memegan tangan Kenji yang sedang mengusap wajahnya "Aku hanya lelah sayang."
Dan tak lama Ayumi tertidur akibat efek obat yang diberikan kepadanya, kentara sekali terlihat kalau istrinya sedang menahan sakit karena seluruh wajahnya memucat dan berkeringat.
"Apa anda tuan Kenji Haneul?"
Sebuah suara bertanya membuat Kenji yang sedang mencemaskan Ayumi menoleh sekilas dan kembali menggenggam tangan istrinya "Aku suaminya." Balas Kenji yang tak mempedulikan siapapun yang berada di ruangan ini kecuali istrinya.
"Saya Shin Han Dong, dokter yang akan memimpin operasi istri anda, apa bisa kita bicara sebentar? Ini mengenai hasil tes akhir dan kondisi istri anda."
Kenji memejamkan matanya erat, sebenarnya ia enggan untuk mendengarkan semua yang akan dikatakan dokter Shin, tapi dia tidak punya pilihan lain selain mengikuti seluruh saran yang diberikan dokter untuk kesembuhan Ayumi.
Kenji mengecup lama dahi Ayumi dengan sayang, dia kemudian berbalik arah menghadap dokter Shin "Baiklah, kita bicara."
..
..
Kenji sedang melangkah kembali menuju kamar Ayumi, seluruh hatinya hancur mengingat apa yang dikatakan dokter Shin tentang kondisi Ayumi.
"Apa kau melihat benjolan yang ada di jaringan Glia istri anda? Awalnya dia tidak mengganggu sistem saraf dan pergerakan Ayumi, namun ini berubah menjadi berbahaya karena terus membesar dan efek radiasi dari kemoterapi yang ia jalani. Jaringan ini mengikat sel saraf dan saraf tulang belakang, itulah mengapa dia selalu terlihat kelelahan dan mengalami muntah serta sakit kepala yang hebat".
Kenji berjalan sangat terhuyung karena kakinya melangkah sendiri tanpa arah mengetahui kemungkinan operasi Ayumi berhasil hanya 40%.
*Tapi bagaimana dengan operasinya? Semua akan baik-baik saja kan? Istriku akan sembuh total? Benarkan?
"Tergantung pada kondisinya saat operasi pengangkatan tumor dilakukan, jika dia stabil mungkin kami bisa mengangkat benjolan ini dari otaknya, tapi kemungkinan Ayumi dalam kondisi stabil hanya 30% mengingat janin yang dikandungnya juga mempengaruhi kondisi istri anda*."
Kenji terdiam di pintu masuk ruang perawatan Ayumi, dia hanya ingin menenangkan dirinya sebelum bertemu dengan istrinya. Berkali-kali dia menarik nafas namun berkali-kali pula dia gagal karena setiap ia mencoba mengembuskan nafasnya ada sesuatu yang mencengkram hatinya dengan erat membuat dia merasa sangat sakit dan ketakutan.
*Apa yang terjadi jika kondisi istirku memburuk selama operasi berlangsung?
Dia akan mengalami koma. Dan kemungkinan paling buruk kita akan kehilangan Istri anda jika kondisinya drop saat operasinya berjalan*.
Brak!
"Ayumi…" lirihnya yang kini terjatuh ke lantai dengan tangan yang masih memegang knop pintu kamar Ayumi.
"Yum….." ringisnya menggigit erat bibirnya agar tak mengeluarkan suara yang bisa membuat Ayumi mendengarnya.
Kenji merasa dirinya sedang menjalani hukuman dari Tuhan karena seluruh perbuatan buruk yang ia lakukan pada Ayumi di waktu lalu. Beberapa tahun yang lalu yang Kenji inginkan hanya melihat Ayumi kesakitan dan menderita, kemudian setelah dia menyadari semua kesalahannya, Tuhan mengabulkan permintaan kejinya karena saat ini istrinya sedang mengalami kesakitan luar biasa yang harus ia rasakan sendiri tanpa bisa berbagi dengannya. Kenji rela jika Tuhan menghukumnya dengan cara apapun tapi tidak melalui Ayumi, dia tidak bisa melihat kondisi Ayumi yang terus memburuk dan selalu merasa kesakitan setiap waktu.
"Maafkan aku yum…" isaknya kuat masih menggigit bibir bawahnya agar tak mengeluarkan suara.
..
Cklek!
Beberapa menit setelah bertarung dengan rasa kalutnya, Kenji akhirnya memutuskan untuk menenangkan diri agar selalu bisa bersama Ayumi, menenangkan dan menguatkan istrinya, meski dirinya sudah hancur dengan semua kemungkinan tentang kesembuhan Ayumi.
"Kenji…kenapa kau lama sekali?"
__ADS_1
Kenji tersenyum saat melihat Ayumi yang sedang disuapi Keiko cemberut memprotes dirinya.
"Banyak yang harus diurus sayang. Bagaimana dirimu apa merasa lebih baik?" Kenji berjalan mendekatinya dan mengecup sekilas bibir Ayumi.
"Masakan Keiko selalu membuatku lebih baik." Gumamnya dengan mulut yang penuh dengan makanan.
"Apapun aku lakukan agar dimaafkan." Kekeh Keiko mengingat pertengkaran hebatnya tentang kondisi Ayumi semalam.
"Kita tidak akan membahasnya lagi." Ayumi mengingatkan Keiko dan masih memeluk suaminya erat, tak mau melepaskan Kenji.
"Setelah aku makan, kita pulang kan?" Tanya Ayumi sedikit berbisik pada Kenji.
Kenji melepas pelukannya dan menatap dalam ke arah Ayumi, dia kemudian tersenyum dan mencium kening istrinya "Mulai malam ini kita akan menginap disini sayang."
"Kenapa mulai hari ini? Bukankah lusa aku baru menginap disini?" Tanya Ayumi memprotes Kenji.
"Itu karena kami harus memastikan kondisimu stabil dan tak kelelahan lagi yum.."
Sehun bersyukur melihat Kyuhyun memasuki ruangan Ayumi tepat waktu, membuatnya tak perlu mengatakan hal-hal yang membuat Ayumi marah atau takut.
"Tapi…"
"Kami sudah memeriksa calon bayimu, dia sangat sehat..jadi tidak ada alasan untukmu menolak kan?"
Ayumi mendelik sebal pada Kyuhyun kemudian dengan cepat membawa tangan Kenji ke perutnya "Bayi kita sehat." Gumamnya mendongak melihat Kenji yang hanya bisa tersenyum pahit berharap dia dan keluarga kecilnya dapat segera berkumpul bersama.
"Baiklah…aku akan tinggal disini, lagipula kamar ini nyaman." Gumam Ayumi membuat seluruh yang berada di ruangannya tersenyum lega karena dirinya tak merengek meminta pulang.
..
"Aku akan baik-baik saja." Lirihnya memberitahu suaminya yang keadaanya lebih buruk dari keadaannya sendiri.
Kenji tak membalas apapun, dia hanya terus menggenggam Ayumi dan berusaha terlihat kuat didepan istrinya yang selama dalam masa perawatan tak pernah benar-benar dalam kondisi stabil "Aku dan bayi kita bergantung padamu sayang. Bertahanlah."
Ayumi pun mengangguk mengiyakan permintaan Kenji sebelum akhirnya dia benar-benar tertidur karena efek obat bius yang disuntikan padanya.
"Berdoalah."
Tak lama Kyuhyun dan beberapa dokter yang akan ikut melakukan operasi pada Ayumi memasuki ruang perawatan Ayumi dan membawa Ayumi masuk ke ruang operasi meninggalkan Kenji, Keiko dan Derick yang hanya bisa berdoa agar Ayumi bisa bertahan dan kembali bersama mereka.
"Kyu…" Kenji memegang pergelangan tangan Kyuhyun yang sedang mendorong Ayumi menuju ruang operasi, Kyuhyun menoleh dan melihat kea- rah Kenji yang luar biasa pucat dengan tangan yang bergetar.
"Aku mohon selamatkan Ayumi." Lirihnya tercekat menggenggam erat tangan Kyuhyun.
"Aku akan berusaha membuatnya stabil selama operasinya berjalan, dia terikat janji padaku. Aku berjanji akan membuat bayinya lahir dengan selamat asal dia bertahan pada operasinya kali ini. Tenang dan berdoalah untuknya."
Kenji kemudian melepas Ayumi dengan tak rela memasuki ruang operasi, bagaimana bisa tenang jika semalam Ayumi kembali merasakan sakit di kepalanya dan terus menjerit kesakitan, Kenji bahkan ingin sekali membawa Ayumi pergi dari rumah sakit dan menenangkan istrinya dengan caranya sendiri, namun dia tahu itu sama sekali tidak membantu Ayumi, justru sebaliknya Ayumi akan semakin kelelahan dan kesakitan.
Tanpa sadar pun Kenji melewati Derick yang sedang memeluk erat Keiko yang terus bergetar, kakinya terus berjalan menyusuri lorong rumah sakit. Kenji tidak tahu harus melakukan apa saat ini sementara istrinya berjuang hidup mati didalam sana. Bukan hanya istrinya, calon bayi mereka juga sedang berjuang didalam sana. Hal itu membuatnya semakin tak berguna karena sama sekali tak bisa melakukan apapun untuk istri dan calon bayi mereka.
Kenji terus berjalan sampai akhirnya dia berhenti di sebuah gereja kecil yang terdapat di rumah sakit, dia kemudian memasuki gereja tersebut dengan sedikit terhuyung menebak dan mengira-ngira apakah istrinya bertahan didalam sana.
Brak!
Kenji terjatuh, berlutut dan terisak, dirinya kemudian memejamkan matanya mengucap doa agar Tuhan memberikan kelancaran untuk operasi yang sedang Ayumi jalani.
__ADS_1
"Tuhan….Maafkan aku yang tak pernah bersyukur atas apa yang engkau berikan."
Bagaimana kondisinya?
Kesadaran pasien menurun.
"Aku mengabaikan seseorang yang dengan bodohnya begitu tulus mencintaiku tanpa cela sedikitpun, aku menyakitinya dengan keji, merendahkannya dan membuatnya merasa terhina."
Dokter, kita tidak bisa meneruskannya kesadaran pasien menurun karena kondisi janin melemah.
Kita teruskan..! jika berhenti seperti ini kita bisa kehilangan pasien.
"Sekarang dia harus menanggung akibat dari kejahatan yang aku buat. Dia sedang berjuang didalam sana bersama calon malaikat kecil kami Tuhan, bantulah wanita mungilku melewati masa kritisnya"
Semua tanda-tanda vital melemah, tekanan darah turun, denyut jantung melemah. Pasien kehilangan kesadarannya.
"Aku mohon selamatkan Ayumi dan bayiku Tuhan."
Ayumi….!
"Aku mohon…Aku mohon bertahanlah sayang"
Tiiiiiiiiit…
_______________________H________________________
_______________________A________________________
_______________________R________________________
_______________________A________________________
_______________________P________________________
_______________________A________________________
_______________________N________________________
💞
_______________________T_________________________
_______________________E_________________________
_______________________R________________________
_______________________A________________________
_______________________K________________________
_______________________H________________________
_______________________I________________________
_______________________R_______________________
__ADS_1