Harapan Terakhir

Harapan Terakhir
sehari bersama lia


__ADS_3

“tit..tit..tit..” suara alarm berbunyi yang menendakan pukul 5 pagi dan aku pun terbangun “huaah… oh sudah pagi” aku bangun dan berdiri segera menuju ke toilet untuk mandi, setelah itu aku segera memasak untuk sarapan paginya aku dan lia “hmm…. Pagi kak” “pagi, cepatlah mandi dan sarapan habis itu kakak mau kerja kelompok di rumah teman kakak, kau mau ikut” “heee…. Kerja kelompok?, Hari ini kakak tidak boleh kemana mana. Kakak harus latihan denganku di atap gedung ini” “latihan?, kau ingin melatihku agar aku bisa menggunkan sihir dan pedang itu?” “yap, kakak harus mempelajari cara menggunakan pedang black malshiv” “tapi kakak harus mengerjakan tugas matematika buat besok” “masalah pelajaran biar lia yang akan mengerjakan semuanya, dan besok lia juga akan sekolah bersama kakak” “haa…. Apa boleh lia deh” aku sempat menelepon reki dan bilang aku tidak bisa kerumahnya karena aku sedang kedatangan tamu tiba tiba lia memanggiilku dan suruh ke atap gedung untuk latihan “selamat datang diatap gedung dan disinilah kita akan berlatih untuk mengalahkan dewa api” “baiklah, lia tolong ajari aku cara menggunakan pedang ini” “baiklah kak, yang harus kau lakukan pertama adalah fokus kepada pedang itu lalu jika kau sudah terhubung dengan pedang itu kau tinggal bilang black malshiv sekencang kencang nya” “baiklah, akan kucoba” aku pun mencoba yang dikatakan lia barusan, aku fokus sambil menancapkan pedang itu ke lantai dan berusaha terhubung ke pedang itu setelah beberapa menit aku merasakan ada yang mengalirkan sebuah energi di tangan ku, aku tidak tau pasti energi apa yang masuk didalam tubuhku tapi itu sangat berat dan aku merasa sakit diabagian dada, kepala, dan mata. Akhirnya aku merasa diriku yang sekarang merasa lebih kuat yang pertanda aku sudah terhubung dengan pedang itu dan aku tinggal bilang “BLACK MALSHIV” duuar… aku mendengar ledakan dan spontan aku membuka mata dan melihat tubuhku “waw… lia apa ini, apakah ini zirah” lia sangat terkagum melihat ku “kakak, kau sangat hebat lihatlah zirahmu itu. Sunnguh mengagumkan sekali, dengan ini lahirlah seorang raja iblis yang agung” aku sangat terkejut mendengar omongan lia barusan “heee….. aku seorang raja iblis?” “ya, tentu saja” “tapi, aku adalah orang yang sangat lemah” tiba tiba saat aku ingin melanjutkan kata kataku lia membentak “HEY, KAU SEKARANG DENGAN YANG DULU BERBEDA. Sekarang kau jauh lebih kuat dari sebelumnya” “maafkan aku lia, baiklah ayo ajari aku biar jadi yang terbaik dan akan mengalahkan si brengsek api itu” mereka pun latihan dan tanpa sepengatahuan mereka, ternyata ada yang mengawasi dari atas dia tersenyum sinis dan berkata “hmm…. Aku melihat munculnya raja iblis berarti aku harus yang membunuhnya dan menghancurkan dunia demi sang dewa api, aku akan membunuhmu rey…” tiba tiba aku mendengar suara yang terlintas begitu saja “aku akan membunuhmu rey…” “ha.. suara itu” “kenapa kak” “tidak apa apa, ayo kita akhiri latihan hari ini aku sangat capek” “hm… baiklah ayo, lagian bau badanmu sangat menyengat aku sudah tak tahan lagi” aku menjawabnya di dalam hati sambil memalingkan wajah “dasar wanita blak blakan” dan aku pun pulang ke apatermenku lalu mandi air hangat dan berendam dikolam sambil menutup mata setelah beberapa menit aku sempat tertidur dan ketika aku membuka mata “hmm… aku sempat tertidur ya?” lalu ada yang menjawab “ya” aku sangat terkejut bahkan mataku yang sebelumnya masih ngantuk seketika melotot dan melihat kedepan “HAAaaaAAA…” aku sangat terkejut karena lia berada satu kolam denganku, aku berusaha tenang dan mengontrol pikiranku agar tidak memikirkan yang tidak tidak “kak, kenapa kakak terkejut?” lia menanyakan dengan penuh kepenasaran “eee… adikku sayang kenapa adik tiba tiba masuk kamar mandi padahal sudah tau kakak disini” aku menjawabnya dengan santai dan lia menjawab “tidak apa apa, aku cuma ingin mandi bersama kakak saja” aku terheran heran denganya bagaimana bisa dia bilang tidak apa apa, dan akhirnya aku menjawab dengan membentak nya dan penuh amarah “TIDAK APA APA, MBAHMU!!!!” tiba tiba lia merengek dan menangis sekencang kencangnya dan berkata “pa pa padahal a a aku cuma I igin melakukan ke kebiasaan di a alam iblis” “eh… kebiasaan?, bentar lia jangan menangis. Nanti kamar lain terganggu” lia tambah menagis sangat kencang dan berkata “a a aku mau diam ta tapi ka ka kak harus memelukku” dan aku bergumam dalam hati “sial kenapa itu permintaanya, lagian kenapa… ayah mengutus wanita ini untuk melindungiku, tidak ada pilihan lain aku harus memeluknya” tanganku saat mau memeluknya serasa mengangkat 10 bola bowling dan aku sangat ragu ragu tapi akhirnya aku memeluknya “cup cup.. sudah” lia pun berhenti menangis dan aku bertanya kepadanya “kau tadi bilang ini kebiasaan?” dan lia pun menjawab dengan cemberut dan memalingkan wajahnya “ya, ini adalah kebiasaan di alam iblis ketika baru kenal dengan orang lain” aku setelah mendengarnya aku langsung berdiri dan mengambil handuk tetapi lia terlihat masih marah kepadaku aku pun berusaha untuk meminta maaf sambil mengelus elus bagian rambutnya “maafkan kakak, kakak tidak tau kalau itu kebiasaan di alam iblis. Sudah jangan cemberut lagi kamu kalo cemberut jadi jelek, coba mana senyumnya” lia yang tadinya cemberut dan memalingkan wajahnya mulai melihat reyhan dan tersenyum “nah, gitu dong lebih cantik dan imut. Baiklah aku akan tidur, nanti kalo sudah selesai mandinya sudah aku siapin piyamanya” “baik, kak”


__ADS_2