Harapan Terakhir

Harapan Terakhir
Episode 66


__ADS_3

Cklek….!


Kenji baru saja memasuki rumahnya setelah mengurusi urusan bisnisnya yang sangat menyita waktu dan tenaganya, namun hari ini dia memutuskan untuk pulang lebih awal karena merasa sangat lelah, ada sesuatu yang membuat pikirannya terus terganggu dan saat membuka pintu.


Grep..!


"APPA…!"


Panggilan putra tunggalnya Oh Haowen membuatnya rasa lelahnya hilang seketika.


"Lihat jagoan ayah yang sangat tampan." Kenji menciumi bergantian pipi Haowen dengan gemas.


"Appa kenapa sudah pulang?" Tanya Haowen saat Kenji membawanya ke sofa dan menciumi seluruh wajah putra tunggalnya.


"Appa rindu pada jagoan appa nak." Katanya mencium telak bibir Haowen yang kini sudah mulai membengkak karena ulah Kenji.


"Jadi tidak merindukanku?"


Dan suara yang menjadi alasan utama Kenji pulang lebih cepat kerumah pun menginterupsi, terlihat istrinya yang begitu sempurna berdiri mengenakan apron favoritnya sambil berkacak pinggang memarahi Kenji.


"Tentu saja aku merindukanmu sayang."


Kenji pun langsung membiarkan Haowen kembali bermain dan segera berlari menuju istrinya yang terlihat cantik walau terlihat lelah dan pucat.


"Apa kau sudah minum obatmu?" Tanya Kenji mengelap keringat diwajah Ayumi.


"Kau harusnya menciumku bukan menanyakan obat mengerikan itu."


"Ah begitu….baiklah sayangku."


Dan tanpa ragu pun, Kenji memegang tengkuk Ayumi dan melum*t lembut bibir istrinya mengabaikan Haowen yang menatap mereka dengan bingung.


"Jadi apa kau sudah minum obatmu?" Kenji kembali bertanya sambil mengusap bibir Ayumi yang tampak basah karena ciumannnya barusan.


"Sudah sayang."


"Apa kau kembali merasakan sakit?" Tanya Kenji yang kentara sekali terlihat cemas.


"Hmm…sedikit." Gumam Ayumi memberitahu Kenji.


"Kau harus banyak beristirahat sayang."

__ADS_1


"Aku tahu, jangan terlalu mencemaskan aku."


Kenji hanya terdiam memandangi Ayumi yang walaupun berhasil melewati masa kritisnya lima tahun yang lalu harus kembali merasakan tumor yang telah berubah menjadi kanker otak yang menghinggapi tubuh rapuhnya.


..


*F**LASHBACK ON*


*Selesai menjalani operasi lima tahun yang lalu, dokter memprediksi bahwa Ayumi hanya akan bertahan paling lama enam bulan. Namun entah karena keajaiban Tuhan atau karena tekad Ayumi untuk bertahan hidup sangat tinggi, dia bisa bertahan hingga sekarang bahkan tanpa kesulitan melahirkan malaikat kecil mereka secara normal.


Namun keduanya harus kembali menerima kenyataan pahit tatkala Ayumi didiagnosa mengidap kanker otak stadium tiga enam bulan yang lalu. Semenjak operasi Ayumi memang masih sering merasakan sakit kepala yang teramat, namun tepat enam bulan yang lalu, Ayumi harus sampai dirawat di rumah sakit karena sakit kepalanya tak kunjung reda, dan saat itu juga tumor yang masih berpotensi tumbuh di otak Ayumi kini berubah menjadi kanker otak yang ganas dan dengan cepat mempengaruhi kondisi tubuh Ayumi yang kian memburuk.


FLASHBACK OFF*


..


"Kenji…jangan lupa untuk menghadiri ulang tahun Ziyu malam nanti, kita tidak boleh terlambat."


Ayumi yang sedang dipapah Kenji memberitahu suaminya yang tampak bingung "Kenapa memberitahuku? Undangan itu atas nama Haowen, iya kan nak?"


"Haowen tidak mau datang kesana, Ziyu menyebalkan."


Kenji dan Ayumi terkekeh mendengar keluhan putra mereka yang kesal Karena kalah bermain game dengan putra Derick dan Keiko, Kim Ziyu.


"Tidak...! Pokonya Haowen tidak akan datang."


"Dan Ziyu sudah bilang tidak akan meniup lilin kalau jagoan eomma tidak datang. Apa kau tega melihat Ziyu ditertawakan teman-teman kalian?" Ayumi memberitahu putranya yang mau bagaimanapun selalu bilang kesal pada putra Keiko, dia akan selalu berakhir mengalah dan selalu menjaga Ziyu.


"Baiklah Haowen datang. Tapi sebental saja. Eomma harus istilahat."


Dan putra mungilnya pun berlari lucu menuju kamarnya meninggalkan kedua orang tuanya yang memandangnya bersyukur karena diberikan putra yang begitu lucu dan pintar.


"Haowen bahkan tahu kalau aku sakit." Gumamnya memeluk Kenji dan bersandar nyaman dipelukan Kenji yang hanya tersenyum lirih mendengarnya.


"Kami menjagamu sayang." Balas Kenji bergumam membenarkan pelukan Ayumi disandarannya. Bagaimana putra mereka tidak mengkhawatirkan ibunya, Haowen kecil pernah melihat Ayumi yang sangat kesakitan beberapa minggu yang lalu. Dia menangis hebat saat ibunya tiba-tiba tak sadarkan diri dan harus dirawat dirumah sakit, hal itu membuatnya selalu memperhatikan Ayumi dan tak suka kalau ibunya terlalu banyak melakukan sesuatu yang bisa membuatnya kelelahan.


"Aku ingin sekali melihat putra kita tumbuh besar Kenjiaa."


"Tentu kau akan melihatnya tumbuh besar sayangku."


..

__ADS_1


..


"Yumi...bangun sayang, kita harus bersiap pergi ke pesta ulang tahun Ziyu."


Kenji sedang membangunkan Ayumi yang tampak tertidur dengan nyenyak, awalnya dia ragu untuk membangunkan istrinya atau tidak, tapi karena Ayumi memintanya untuk membangunkannya dan karena Haowen yang keras kepala tidak mau datang jika Ayumi tidak ikut, maka Kenji dengan berat hati sedang membangunkan istrinya yang terlihat kelelahan.


"Sayang...mana Haowen?"


"Kenapa kau berkeringat? Apa sakitnya sedang terasa?" Kenji pun membantu Ayumi bersandar di ranjang mereka dan menghapus keringat yang membanjiri wajah istrinya.


"Dingin..."


Kenji mengernyit mendengar jawaban Ayumi, bagaimana bisa istrinya kedinginan sementara seluruh tubuhnya berkeringat dan cuaca diluar begitu panas, Kenji bahkan sama sekali tak menyalakan ac dikamarnya karena ingin Ayumi tidur dengan nyenyak.


"Sayang apa kau sedang kesakitan? Kita ke rumah sakit sekarang." Kenji sudah menggendong Ayumi, namun Ayumi menggeleng dan meronta dari dekapan Kenji.


"Aku ingin ke pesta Ziyu... aku merindukannya." Ayumi pun turun dari gendongan suaminya dan berjalan terhuyung menuju lemari pakaian nya.


"Aku harus pakai apa? Bagaimana ini bajuku tidak ada yang bagus." Ayumi memilah milih pakaiannya dengan asal, membuat Kenji tersenyum lirih karena sangat menyadari kalau istrinya sedang tak fokus dan sedang merasa kesakitan.


Dia pun berjalan mendekati Ayumi dan mendudukan istrinya di kursi rias, sementara dirinya mencari pakaian yang cocok untuk dikenakan Ayumi, merasa menemukan yang cocok untuk Ayumi, Kenji kembali menghampiri istrinya dan membuka pakaian yang Ayumi kenakan, dia dengan sabar memakaikan baju untuk istrinya yang terlihat sangat lemas bahkan hanya untuk mengangkat tangan.


"Kenji..." ujarnya merona saat Kenji melepas seluruh pakaiannya dan memakaikan pakaian yang cocok untuk istrinya.


"Jangan memanggilku yum, aku bukan tipe penyabar." Gumam Kenji menolak menatap wajah Ayumi yang diyakininya sedang luar biasa sangat cantik jika merona, yang bisa membuat dia kehilangan pertahanan dirinya dan dengan tidak tahu diri kembali memasuki istrinya.


"Selesai."


Setelah memakaikan syal di leher Ayumi, Kenji kembali menatapnya dan mencium bibir istrinya sekilas.


"Kenji...ini kan musim panas." Protes Ayumi hendak melepaskan syalnya.


"Pakai atau kau tak boleh pergi." Katanya mengancam Ayumi membuat Ayumi mencibir kesal.


"Aku tidak mau kedinginan." Gumam Kenji mengusak lembut kepala Ayumi.


"Aku tahu sayang. Gomawo." Ujarnya berjinjit dan mengalungkan lengannya di leher suaminya, setelahnya dia mencoba untuk menguasai bibir Kenji dengan me*****nya cepat, Kenji tersenyum merasakan usaha istrinya, dia kemudian merengkuh pinggang ramping istrinya dan dalam sekejap menguasai ciuman Ayumi dan membawa keduanya merasakan sensasi yang selalu menyenangkan.


..


..

__ADS_1


See you and the next chapter...


__ADS_2