Harapan Terakhir

Harapan Terakhir
Episode 42


__ADS_3

"*Kenapa Ayumi." desisnya menatap tajam pengurus rumah tangganya.


"Ayumi,, dia.."


"AYUMIII*"!!


..


..


Kenji sedikit tersentak mendengar teriakan Keikoo yang ia tebak berasal dari kamar Ayumi, dan tak selang berapa lama kemudian dia merasa bahunya disenggol secara kasar oleh seseorang yang berlari masuk kedalam rumahnya, mengabaikan dirinya sebagai pemilik rumah.


"Derick." Gumamnya yang semakin bingung mendapati keadaan rumahnya yang tampak mencekam.


"Keii.. apa maksudmu Ayumi pergi?" Derick sedikit berteriak dan mengguncang bahu Keiko yang tampak terpukul dan pucat.


"Tidak mungkin.."


Kenji membeku ditempatnya saat mendengar penuturan Keiko yang mengatakan Ayumi pergi, dia tak bisa bergerak dari tempatnya sekarang, ada sesuatu didalam dirinya yang terasa sangat mengganggu. Kenyataan kalau dia pulang untuk mengawasi Ayumi dengan kedua matanya sendiri sepertinya hanya harapan, karena Ayumi sudah membuat keputusannya untuk berjalan menjauh dari rumah yang sudah menjadi saksi betapa kuatnya Ayumi bertahan selama ini.


..


..


Seminggu kemudian...


"HEY CANTIK! BERIKAN MINUMANKU... KENAPA KAU LAMBAT SEKALI."


Terdengar suara pria yang sudah mabuk berat memanggil wanita cantik yang baru saja beristirahat dan baru duduk di pojokan sebuah klub malam.

__ADS_1


"Iya tuan." Wanita cantik yang memakai nametag Ayumi itu pun, segera berlari menghampiri pria yang mabuk berat itu sampai sebuah tangan menahannya.


"Ha eun.." pekik Ayuki karena teman kerja satu klubnya, Park Ha eun tampak kesal pada tamu yang mabuk berat itu.


Park Ha-eun adalah Kekasih dari Park Dong min yang bekerja sebagai Penasehat di kantor Kenji sekaligus Manager perencanaan Kepercayaan Kenji .


"Biar aku yang mengurus pria mabuk itu Eonni, kau duduklah." Katanya memberi perintah seolah dia adalah bos Ayumi.


"Tapi..."


Ucapan Ayumi terhenti saat Ha eun melotot ke arahnya. "Baiklah cantik, terimakasih." Kekeh Ayumi membuat Ha eun mendelik ke arahnya.


"Ishh... kau yang paling cantik disini." Gerutunya meninggalkan Ayumi yang hanya bisa menatapa Ha eun penuh rasa terimakasih.


Flasback on


"Ya, malam itu saat Ayumi pada akhirnya memutuskan untuk meninggalkan rumah Kenji dirinya bertemu dengan Ha eun yang baru pulang bekerja. Ha eun menarik Ayumi yang dengan sengaja menyebrang saat ada sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi, dan sialnya si pemilik mobil adalah kekasih Ha eun yang sedang terburu-buru karena terlambat menjemputnya, dan bukannya memarahi Ayumi, Ha eun memarahi kekasihnya yang merupakan direktur muda dari perusahaan yang Ayumi ketahui bergerak dibidang hiburan sekaligus rekan bisnis suaminya, Pria yang sangat suka tertawa itu bernama Park Dong min, pria yang mengklaim dirinya adalah separuh jiwa Ha eun dan tak ada yang bisa memisahkan mereka, begitulah yang Dong min katakan.


Dan sejak hari itu, Ha eun yang langsung menyukai Ayumi bahkan sebelum mengenal siapa Ayumi, meminta Ayumi untuk tinggal bersamanya di apartemen kecil yang ia sewa dari hasil jerih payahnya sendiri. Ha eun memang mempunyai kekasih yang kaya raya, namun dia tak pernah memanfaatkan sedikitpun kekayaan kekasihnya itu, Ha eun hidup seorang diri seperti Ayumi, namun nasib Ha eun jauh lebih baik karena Ha eun masih memiliki kedua orang tua yang tinggal didesa.


Dong min pun dengan berat hati mengijinkan Ha eun bekerja seperti itu, namun karena Ha eun lebih keras kepala darinya, dia tak mempunyai pilihan lain selain menjaga kekasihnya dari jarak jauh, tanpa membuat Ha eun merasa terlalu dikekang namun tetap menjamin kalau kekasihnya akan baik-baik saja selama dia melakukan pekerjaannya, terutama di klub malam.


Ha eun juga mengajak Ayumi bekerja sepertinya, dan tentu saja Ayumi tak menolaknya karena bagaimanapun dia harus menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri mulai saat ia membuat keputusan untuk membuat Kenji merasa lebih baik tanpa kehadiran dirinya, Ayumi juga tak banyak memberitahu tentang Kenji pada Ha eun dan Dong min. Kedua temannya hanya tahu kalau Ayumi dan Kenji sedang bertengkar kecil dan Kenji akan segera datang menjemputnya, memikirkannya saja membuat Ayumi tersenyum lirih, karena tentu saja Kenji tak akan pernah datang menjemputnya.


Flasback off


PRANG!


Lamunan Ayumi seketika buyar saat menyadari kalau Ha eun dalam masalah, karena tampaknya si tamu marah mengetahui bukan Ayumi yang melayaninya.

__ADS_1


"AKU MAU WANITA ITU!" teriaknya menunjuk ke arah Ayumi yang tampak ketakutan.


Ayumi pun segera berlari menghampiri Ha eun, sebelum tangannya kembali dicengkram oleh seseorang. Saat ini Ayumi menoleh dan luar biasa lega mendapati Dong min sudah berada disini, dan jika Dong min sudah berada disini, itu artinya Ha eun akan aman.


"Duduklah Eonni, pria tua itu biar aku yang urus." Desisnya berkata kepada Ayumi sambi tak berkedip memandang kekasihnya yang sedang dibentak.


Ayumi mengangguk dan membiarkan Dong min mengambil alih keributan yang terjadi.


"AKU MAU DIA, BUKAN KAU! KAU MEMBOSANKAN." Katanya masih berteriak membuat Ha eun mendesis kesal.


"Yak! Pria botak… siapa yang kau bilang membosankan?" teriak Ha eun tak mau kalah.


"KAU PRIA MESUM TAK TAHU DIRI. MATI SAJA KAU!" katanya semakin marah dan berteriak menyumpahi pria tua tersebut.


"Kurang ajar!"


Tangan pria itu hampir saja mengenai wajah mulus Ha eun kalau Dong min terlambat satu detik saja, Ha eun yang sudah memejamkan matanya pun perlahan membuka matanya dan mengintip kemudian menyeringai saat kekasihnya sudah berdiri didepan "Kau lihat pria botak? Kekasihku sudah disini..bweee!" Ha eun menjulurkan lidahnya membuat si pria tua membelalak takut.


"Yak! lepaskan aku! Wanita kurang ajar itu harus diberi pelajaran." Teriaknya kesakitan karena Dong min mencengkram erat tangannya.


"Ck… Kau yang harus diberi pelajaran..botak." desis Dong min yang tak lama melempar si pria tua ke meja, membuat gelas dan botol anggur pecah berkeping-keping.


"Kalau kau berani menyentuh kekasihku atau wanita itu lagi. Aku pastikan kepala seksimu ini akan mengeluarkan isi otak udangmu dari kepalamu, mengerti." Katanya mencengkram kemeja si pria yang sudah teler tersebut kemudian menghempaskan kasar si pria tua ke meja membuatnya kembali tak sadarkan diri.


"Kita pergi, Kau membuatku hampir mati." Katanya menatap galak pada Ha eun yang hanya menyengir lebar menatap kekasihnya.


..


..

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2