
"Aku Bersedia..."
..
Dan setelah Keiko menjawab pertanyaan pendeta dan berjanji untuk sehidup semati dengan Derick, maka pendeta menyatakan bahwa Derick dan Keiko telah resmi menjadi sepasang suami istri.
Pernikahan yang diadakan seminggu setelah Derick melamar Keiko itu pun berjalan dengan sangat khidmat dan penuh rasa bahagia dari kedua pasangan.
Pesta yang diadakan di rumah Derick itu pun terlihat sederhana namun terkesan mewah karena Keiko sendiri yang mengatur dan mendekorasi pesta pernikahannya, dengan bantuan Ayumi keduanya pun menjadikan pesta pernikahan Keiko seperti apa yang diinginkan oleh Keiko, dan hasilnya para tamu undangan pun terlihat menikmati pesta pernikahan Derick dan Keiko.
Sementara Ayumi hanya bisa memandang kedua pengantin yang masih sibuk menyapa tamu undangan yang hadir. Dia berada agak jauh dari kerumunan karena takut tiba-tiba dirinya pingsan dan mengganggu acara bahagia Derick dan Keiko.
"Appa...aku ingin menikah seperti ini saat aku besar nanti."
Suara gadis kecil yang sedang berjalan dengan ayahnya terdengar oleh Ayumi saat mereka melewati melewati Ayumi, membuat Ayumi tersenyum mendengarnya. Ayumi hanya tersenyum miris menyadari kalau dirinya tidak memiliki kesempatan untuk merasakan pernikahan yang indah dengan Kenji, karena saat Kenji menikahi dirinya hanya beberapa orang yang menghadiri acara pernikahan yang penuh kebencian saat itu.
"Aku mencarimu kemana-mana yum."
Ayumi tersenyum saat merasakan Kenji memeluknya dari belakang dan kedua tangan Kenji melingkar dipinggangnya.
"Aku sedikit pusing Kenjiaa." Katanya mengambil tangan Kenji yang melingkar dinpinggangnya dan mengecupnya dalam.
"Apa kau ingin pulang?" Tanya Kenji melihat wajah Ayumi yang memang tampak memucat.
Ayumi menggeleng lemah "Aku ingin tetap berada disini sampai acaranya selesai. Karena si hitam itu akan langsung membawa Keikoku ke Jepang." Balas Ayumi dengan menggebu.
Ayumi terkekeh mendengarnya dia kemudian kembali memeluk Ayumi dan mengecupi tengkuk istrinya "aku mengawasimu." Katanya membuat Ayumi mengangguk mengerti.
Dan setelahnya keduanya hanya diam menikmati semilir angin yang menerpa lembut wajah mereka. Mereka juga tersenyum menyadari kalau Derick dan Keiko terlihat sangat bahagia.
"Maafkan aku sayang."
Ucapan Kenji membuat Ayumi mengernyit bingung "untuk apa?"
"Maaf karena tak bisa memberikan pesta pernikahan yang indah seperti ini" gumam Kenji yang terdengar sangat menyesal.
Ayumi membalikan tubuhnya menghadap Kenji. "Kenapa kau bicara seperti itu? Aku bahagia dengan pernikahan kita. Kau tahu kan aku benci keramaian, jadi aku bersyukur karena kau hanya mengundang beberapa orang Kenjiaa." Protesnya memberitahu Kenji yang terus memandangnya menyesal.
"Kau tahu aku tidak mengundang siapapun yum, aku hanya menyuruh pembantu rumah kita untuk menghadiri pernika..."
Ucapan Kenji terhenti saat Ayumi tiba-tiba menciumnya lembut, Kenji tahu kalau Ayumi hanya beruasaha untuk membuatnya nyaman, dia kemudian memilih diam dan menikmati ******* lembut istrinya.
"Aku bahagia Kenji...sungguh" ujar Ayumi melepaskan lumatannya dan memberitahu suaminya.
Kenji hanya tersenyum lirih mendengarnya "Apa benar kau bahagia dengan monster sepertiku?" Kenji kemudian meragukan ucapan Ayumi.
"Ish...kau ini! Kalau kau monster aku ini apa? Istri monster? Oh tidak...aku tidak mau... mereka sangat jelek!" Protes Ayumi membuat Kenji tertawa mendengarnya.
"Araseo...araseo...kau tuan putri yang cantik." Ujar Kenji membawa Ayumi kembali ke pelukannya.
"Kalau begitu kau pangeran tampanku." Katanya memberitahu Kenji.
__ADS_1
Kenji hanya diam menanggapi celotehan yang teramat baik dari istrinya, dia hanya mengeratkan pelukannya pada Luhan sebagai jawaban dan keduanya kini kembali menikmati pesta pernikahan Derick dan Keiko yang berlangsung dengan sangat indah.
..
..
Derick langsung membawa Keiko ke Jepang seminggu yang lalu saat upacara pernikahan mereka digelar, hal ini membuat Ayumi menjadi sangat manja karena tak biasa memakan masakan selain masakan Keiko.
Dia sempat kesal pada Derick yang terburu-buru membawa Keiko pergi, padahal 2 minggu lagi adalah jadwal operasi yang menyebalkan untuk Ayumi.
Keduanya berjanji akan pulang saat Ayumi menjalankan operasinya, hal itu membuat Ayumi sedikit lebih tenang dan mengijinkan Keiko untuk pergi.
Namun entah mengapa sudah tiga hari ini Ayumi merasa sangat mual dan pusing, dia juga sering muntah tengah malam tapi memutuskan untuk tidak memberitahu Kenji. Ayumi menebak ini akibat kemoterapi yang ia jalani dan obat-obatan yang ia konsumsi selama tiga bulan ini. Hal ini membuatnya sangat kesal karena harus makan dengan terpaksa, karena kalau tidak Kenji akan mengancam membawanya ke rumah sakit untuk dirawat.
Cklek!
"Apa Ayumi sudah makan?"
Kenji yang juga tampak kelelahan dan berantakan bertanya pada pengurusnya yang menyambut kedatangannya.
"Sudah tuan, tapi hanya sedikit, sekarang istri anda sudah tertidur."
Kenji kembali menghela nafasnya sambil melonggarkan dasinya "baiklah...yang penting dia makan. Aku harus segera membawa Keiko pulang." Gumam Kenji menaiki tangganya dengan lemas memikirkan Ayumi yang terus menerus menolak makan.
Cklek!
Kenji membuka pintu kamarnya dan mengernyit mendapati Ayumi tak berada dikasur mereka.
huwek!...
huwek!...
"Sayang kau kenapa?"
Ayumi mencuci cepat mulutnya dan menoleh ke arah Kenji.
"Ke-Kenji...aku mual sekali." Katanya mengadu pada Kenji dengan air mata diwajahnya.
"Apa sudah merasa lebih baik? Ayo kita berbaring." Kenji membantu Ayumi memijat tengkuk lehernya.
"Sudah lebih baik." Gumam Ayumi terdengar sangat pelan.
"Kita berbaring hmmm…" pinta Kenji dan Ayumi mengangguk pelan.
"AYUMI..!"
suara teriakan Kenji adalah suara terakhir yang Ayumi dengar sebelum dirinya benar-benar tak sadarkan diri.
..
..
__ADS_1
Ayumi baru saja kembali membuka matanya setelah hampir dua jam tak sadarkan diri, saat membuka matanya pertama kali yang Ayumi lihat adalah Kenji yang duduk di kursi tak jauh dari tempatnya berbaring dengan wajah yang tampak cemas seperti ada sesuatu yang mengganggunya.
"Kenji…" paraunya memanggil Kenji.
Kenji menoleh kemudian tersenyum melihat Ayumi "Hey sayang." Ujarnya berpindah ke tepi ranjang Ayumi dan mengelus dahi Ayumi yang masih berkeringat.
"Apa sudah merasa lebih baik?" tanya Kenji memastikan keadaan istrinya.
"Apa aku semakin parah?'
"Eh?' Kenji kembali menatap Ayumi dan menyadari kalau Ayumi sedang mempelajari ekpresi wajahnya yang terlihat berantakan.
"Tidak sayang, kau baik-baik saja." Balasnya mengecup bibir Ayumi sekilas.
"Lalu kenapa mual sekali? Aku sudah merasakannya hampir seminggu." Katanya mengeluh membuat Kenji mau tak mau tertawa dan membantu Ayumi bersandar di pelukannya.
"yum…." Kenji kemudian memanggil Ayumi sambil mengusap sayang lengan Ayumi.
"umh…kenapa?" tanya Ayumi menjawab.
"Apa yang kau rasakan saat pertama kali kau tahu sedang mengandung anak kita?"
"Eh? Kenapa bertanya seperti itu?" tanya Ayumi tak mengerti.
"Hanya ingin tahu." Balas Kenji mengecup pucuk kepala Ayumi.
"Aku selalu merasa mual, tidak nafsu makan dan aku sering muntah seperti ta.."
Ayumi menyadari sesuatu, dia menghentikan ucapannya dan menoleh ke arah Kenji "Kenji jangan bilang aku sedang…"
Kenji kembali mengecup bibir Ayumi dan membawa Ayumi kembali bersandar padanya dan mengelus lembut perut Ayumi secara berulang, dia tahu Ayumi tak berani melanjutkan ucapannya karena takut terlalu banyak berharap pada kalimat selanjutnya.
"Aku tidak tahu bagaimana memberitahumu…..Tapi tadi Kyuhyun kesini untuk memeriksamu dan tebakanmu benar…. Didalam sini sedang tumbuh calon anak kita sayang…Kau hamil."
..
..
tobecontinued...
_________________________________________________
**Hayyyy...:)))))
sebelumnya Sekar mau minta maaf atas keterlambatan update yang dikarenakan aku juga punya kesibukan di dunia real☺🙏
gimana? Ayumi mau punya baby lagi yey...
tapi kedepannya gmana biar gw yang urus..gw yang memutuskan Ayumi boleh punya baby lagi apa ngga.. tapi kalau baby nya Kenji si boleh :)
ditunggu kelanjutan next episodenya..
__ADS_1
karena next episode akan jadi menuju ending..😁
Papay👋😘**