Harapan Terakhir

Harapan Terakhir
Episode 50


__ADS_3

"I will fight for what i love."


____________________________


..


..


"Ke…Kenji…"


Ayumi tergagap masih tak percaya mendapati Kenji didepannya setelah dia melepaskan ciuman lembut yang sudah lama tak Ayumi rasakan lagi.


"Kita pulang."


Dan tanpa berbasa-basi Kenji menggenggam erat tangan Ayumi, menolak memberikan penjelasan pada Ayumi tentang segudang pertanyaan yang berada di benaknya, saat ini Kenji hanya ingin membawa Ayumi pulang dan tak mau mendengarkan celotehan Ayumi yang terus membicarakan tentang bagaimana dia akan segera menyusul kedua orang tuanya dan anak mereka. Kenji menggeram kesal dan tentu tak akan membiarkan Ayumi pergi. Dia akan melakukan apapun untuk menyembuhkan Ayumi, apapun yang bisa membuat wanita cantiknya kembali sehat, dia bahkan rela Ayumi tak bisa memaafkannya asal Ayumi hidup dengan sehat dan bahagia.


"Tapi Kenji.."


Ayumi sedikit menoleh ke makam anak mereka saat Ayumi terus menggenggam erat tangan nya dan membawanya menjauh dari pemakaman kedua orang tua Kenji serta anak mereka.


Dan sepanjang perjalanan pulang tak ada satupun dari mereka yang bersuara, keduanya memilih diam dan hanya menikmati pemandangan dari dalam bus.


Sebenarnya banyak yang ingin Ayumi tanyakan, misalnya seperti kenapa Kenji ada disana, kenapa Kenji tak marah ia mendatangi makam kedua orang tuanya, dan kenapa Kenji terlihat sangat tegang dan terlihat mengkhawatirkan sesuatu.Tapi semua itu hanya pertanyaan yang berada di benak Ayumi, karena dia tak berani mengeluarkan sedikit suara pun untuk bertanya pada Kenji.


Namun satu hal yang membuatnya bingung sekaligus senang adalah kenyataan Kenji yang tak pernah melepaskan genggaman tangannya dari tangan Ayumi. Sepanjang perjalanan keluar dari pemakaman, saat mereka menunggu bus hingga saat ini saat keduanya duduk di bus, Kenji terus menggenggamnya dan menatap lurus tak berkata apa-apa. Hal ini membuat Ayumi hanya bisa menahan debarannya karena merasa sudah sangat lama tak merasa hangatnya genggaman Kenji di tangannya.


Ayumi sedikit berjengit saat tiba-tiba Kenji berdiri dan menggenggam tangannya menuruni bus, Ayumi kemudian melirik keluar jendela dan merasa ini bukan halte yang tepat menuju kerumah, dia kemudian berusaha memberitahu Kenji, namun seperti biasa Kenji mengabaikannya.


"Kenji.. Kita masih beberapa halte lagi, ini bukan halte yang tepat." Ujarnya memberitahu Kenji yang hanya memandangnya tajam membuat Ayumi kembali menunduk karena merasa takut Kenji akan marah lagi.


"Kita akan naik mobilku, aku tahu kau sedang kedinginan." Katanya membawa Ayumi ke dekapannya dan memeluk istrinya dengan erat.


Ayumi yang memang sedari tadi kedinginan tiba-tiba merasa hangat saat Kenji mendekapnya, dia tak banyak bicara dan bergerak, dia hanya membiarkan Kenji melakukan apapun yang menurut Kenji benar. Karena sepertinya Ayumi benar-benar harus berterimakasih pada Tuhan yang telah mengembalikan Kenjinya yang dulu sedikit demi sedikit.


Dan tak terasa pun, keduanya sampai dirumah. Kenji masih menggenggam tangan Ayumi memasuki rumah mereka membuat para pelayan dan pengurus rumah tangga keduanya mengernyit bingung dengan perubahan sikap Tuan besar mereka pada istrinya. Semua kebingungan itu juga dirasakan oleh Keiko yang diam-diam memperhatikan Ayumi dan Kenji memasuki rumah mereka, dia kemudian tanpa sadar tersenyum melihat Ayumi yang hanya bisa menunduk malu karena semua pengurus rumahnya menatapnya dengan tatapan menggoda namun ikut berbahagia.


Cklek!


Kenji membuka pintu kamarnya dan membawa Ayumi duduk di ranjang mereka. "Aku harus kembali kekantor ada yang harus aku urus. Kau istirahatlah, kita bicara nanti." Kenji memberitahu Ayumi yang mendongak lucu menatapnya dan mengangguk disetiap ucapan yang Kenji katakan.

__ADS_1


"Kau mengerti?" Tanya Kenji dan Ayumi mengangguk menandakan ia mengerti.


"Jawab aku." Perintah Kenji merasa ingin mendengar suara Ayumi yang hanya diam sedari tadi.


"Ya Kenji, aku mengerti." Balasnya cepat membuat Kenji menahan senyumnya dan segera pergi meninggalkan Ayumi dikamarnya sendiri. "Kenjii." Panggil Ayumi sebelum Kenji keluar dari pintu kamar mereka.


Kenji berhenti sejenak dan menoleh ke arah Ayumi "Ada apa?"


"Umhh.. Apa boleh aku membuka jendela kamarmu? Disini terlalu gelap." Tanya Ayumi menunduk tak berani menatap Kenji.


"Lihat aku." Perintah Kenji dan Ayumi perlahan mengangkat wajahnya menatap Kenji dengan ragu.


"Kamar siapa ini?" Tanya Kenji dengan suara dinginnya.


"Kamarmu Kenji.. Baiklah, aku tidak akan minta yang macam.."


"Kamar siapa ini?" Kenji memotong celotehan Ayumi membuat Ayumi sedikit bingung.


"Kamarmu Kenji." Balas Ayumi dengan jawaban yang sama.


"Ayumii… aku Tanya ini kamar siapa?" Kenji kembali bertanya dan kali ini sedikit kesal karena Ayumi yang terus menjawabnya tak mengerti.


"Apa-…Apa ini kamarku juga?" Tanya Ayumi sangat ragu dan ketakutan.


"Ya.. Ini kamarmu juga, jadi lakukan semua yang kau suka. Jangan meminta izin lagi." Balas Kenji dan bergegas meninggalkan Ayumi yang merona karena ucapan Kenji yang terdengar begitu lembut ditelinganya.


"Ya Tuhan…Jantungku terasa ingin berhenti." Gumamnya memegangi dadanya yang terus berdebar tak karuan.


Cklek!


Pintu kamar Kenji kembali terbuka kali ini Keiko yang memberanikan diri memasuki kamar Kenji "yum, apa kau baik-baik saja?" Keiko perlahan memasuki kamar Kenji dan memergoki Ayumi yang sedang senyum-senyum sendiri.


"KEIKOO!" pekik Ayumi menghambur memeluk Keiko erat.


"Astaga…Kau kenapa yum?" kekeh Keiko tak menyangka Ayumi akan seheboh ini.


"Kau tahu Kei… Tadi Kenji menciumku, dia menciumku didepan makam kedua orang tuanya Keii..Dia men-cium—ku."


Ayumi berteriak dan mengatakan kabar gembira ini berulang-ulang pada Keiko yang tampak bingung "Eh? Bagaimana bisa?" tanyanya menatap Ayumi yang masih berbinar menceritakan tentang Kenji yang tiba-tiba menciumnya.

__ADS_1


"Entahlah...yang jelas dia datang dan menggenggamku di sepanjang perjalanan pulang ke rumah."


Keiko tak bisa menyembunyikan wajah bersyukurnya melihat Ayumi yang begitu bahagia, dia ikut tersenyum sampai menyadari kalau Ayumi pergi keluar rumah untuk memeriksakan dirinya ke dokter.


"yum, apa kata dokter tentang kesehatanmu?"


Dan pertanyaan Keiko pun membuat Ayumi mendadak terdiam dan tiba-tiba terduduk lemas disamping Keiko, bersandar di bahu teman dekatnya ini "Kau baik-baik saja kan?" tanya Keiko yang kini membaringkan kepala Ayumi di pahanya dan mengusap lembut surai Ayumi yang tampak pucat.


"Keiii…" panggil Ayumi mendongak ke arah Keiko yang tersenyum padanya.


"Ada apa yum, ceritakan padaku bagaimana kondisimu." Pinta Keiko masih bermain di rambut Ayumi yang terasa sangat halus.


"Tumor… Dokter bilang aku mengidap tumor dan itu sudah stadium tiga." Lirihnya bergetar dan berkaca memandang takut pada Keiko yang juga menatapnya pucat.


Usapan lembut Keiko pada Ayumi pun terhenti karena saat ini Keiko sedang mencerna apa yang dikatakan Ayumi dan berharap kalau dirinya salah dengar dan Ayumi segera tertawa karena sedang menakutinya. Namun kemudian hanya hening yang ia rasakan karena Ayumi juga tak berbicara lagi dan hanya memandangnya ketakutan dengan mata berkaca-kaca.


Ayumi mendesah pelan dan segera bangun untuk duduk dan berhadapan dengan Keiko yang masih menolak untuk berbicara. "Keii kenapa kau diam saja? Bicara sesuatu padaku." Ayumi berusaha menggoda Keiko dengan menyenggol bahu Keiko yang entah kenapa terasa sangat tegang.


"Aku akan baik-baik saja Keii… Aku tidak mau merasa sakit lagi… Jikalau Pun Tuhan memanggilku dengan cepat, aku harap itu tanpa rasa sakit."


Ayumi tak bisa menahan air matanya lagi, tiba-tiba dia bisa mengingat semua ucapan dokternya pagi tadi dengan baik, perlahan dia berjalan menuju jendela kamar Kenji dan membukanya agar cahaya masuk menerangi kamar yang begitu gelap dan sangat dingin ini.


Ayumi berdiri termenung melihat pemandangan taman belakang rumah Kenji yang begitu indah dan kemudian dia hanya bisa tersenyum pahit menerima kenyataan kalau kemungkinan dirinya untuk sembuh sangat kecil bahkan hampir tidak ada sekalipun dia menjalani operasi.


"Tuhan baik sekali padaku Keii..disaat Kenji sudah sedikit baik padaku, kami akan segera dipisahkan kembali karena sakitku. Aku takut-…Takut merasakan sakit dan takut tak bisa melihatmu, Derick dan Kenji lagi Keii…Aku-.."


Grep!


Ayumi merasa tubuhnya dipaksa berbalik dan Keiko saat ini sedang memeluknya erat sambil terisak tak menentu dengan bahu yang bergetar hebat "Kau akan sembuh yum. Kau tidak akan meninggalkan aku dan Deruck. Aku-…Aku tak mengijinkannya Ayumi… Kau harus terus sehat." Ujarnya mencengkram erat bahu Ayumi membuat Ayumi meringis sakit namun terenyuh bahagia mengetahui masih ada yang mengiginkan dirinya untuk hidup.


Ayumi pun semakin takut dan semakin tak rela meninggalkan Keiko yang begitu baik dan sangat menyayanginya, dia kemudian memutuskan untuk membagi rasa takutnya dengan Keiko, mengeluarkan seluruh rasa sesaknya keluar sehingga dia bisa merasa sedikit lega dan bisa bernafas dengan baik.


..


..


..


Next...

__ADS_1


__ADS_2