
Harapan terakhir eps.3
__ADS_1
Dan sejak itu paman steve tidak pernah ada kabar dan tidak pernah mampir kerumah
__ADS_1
“kring……….” Suara bel sekolah berbunyi yang menandakan berakhirnya pembelajaran hari ini dan aku berjalan menuju ke parkiran dan mengambil sepedaku “rey” tiba tia ada yang memanggilku aku menoleh kebelakang dan menjawab “ha, ada apa aku sibuk hari ini” “oh begitu, maunya aku mau mengajakmu untuk mengerjakan matematika di rumah” dan ternyata dia adalah sahabatku mulai aku SD yang bernama reki “jam berapa aku harus kerumahmu” aku bertanya kepadanya dan dia menjawab “hmm…. Terserah kau mau datang kapan lagian besok kan hari minggu kau bisa datang pagi besok” “baiklah,aku datang besok jam 10 pagi” dan aku pergi meninggalkanya lalu menuju ke mini market terdekat untuk membeli makanan sesampainya handphone ku berbunyi dan aku mengangkatnya “oh, adikku gimana kabarnya maaf kakak bulan ini tak bisa berkunjung, kakak harus ke inggris untuk menghadiri sebuah acara peresmian senjata rudal WX2013MAX” dan aku menjawab kakak dengan santay “kukira kau sudah mati juga” “dasar punya adik tidak ada sopan santun, ngomong ngomong aku sudah transfer uangmu bulan ini, baiklah kakak mau bersiap siap dah..” aku menutup telfonya dan pergi berbelanja setelah aku berbelanja aku sempatkan untuk pergi ke makam ayah dan ibu “hah, susahnya jadi anak tidak punya ayah dan ibu jadinya aku harus sendiri dalam melakukan apapun, tapi aku berjanji aku akan membunuh pelaku dari pembunuhan kedua orang tuaku aku sangat tidak terima ayahku dibunuh dengan ditusuk oleh pedang dan aku tidak terima ibuku terbunuh oleh kangker di otaknya” gumamku dalam hati sambil mengayuh sepedaku menuju makam kedua orang tuaku dan akhirnya aku sampai dan menghampirinya dan membersikan batu nisan ayahku yang dipenuhi rumput “krek…” “apa ini sebuah kalung…. Hah se se sebuah kalung” dan aku teringat mimmpi 9 tahun lalu ketika ayah terbunuh “jangan jangan kalung ini, adalah kalung yang katanya memberikan aku kekuatan yang sangat hebat yang diwariskan oleh ayahku” gumamku dalam hati dan aku sengaja memakainya karna aku penasaran ekuatan macam apakah yang akan ku miliki setelah memakainya menungu beberapa menit sambil menutup mata “huh,kenapa ini tidak berfungsi. Mungkin aku harus lebih fokus” tiba tiba aku mendengar sebuah bisikan bisikan tidak jelas yang terdengar dari kedua telingaku dan angin bertiup kencang, petir menyambar kemana mana tetapi aku tidak berani membuka mata ku dan tetap fokus “ssssssshhhh…. DUAR…” suara ledakan terdengar sangat jelas di hadapanku dan bisikan, angin, dan petir tadi menghilang begitu saja aku pun memberanikan membuka mata sedikit demi sedikit dan akhirnya aku melihat sebuah pedang besar berwarna merah gelap dengan garis garis berwarna hitam yang tertancap di makam ayah aku berusaha memegangnya tapi ketika tangan ku mendekati pedang itu seakan akan tubuhku hancur berkeping keeping tapi memaksakan menarik pedang itu dari makam ayah dan akhirnya aku berhasil mencabut pedang itu dan mengangkat mengarahkan ke langit tiba tiba tanganku gemetar pedangnya pun mengeluarkan semacam asap tipis yang sangat hitam lalu meledakan sebuah cahaya yang sangat terang aku terpental ke belakang karna ledakanya tadi “ah, sakitnya” aku berusaha bangun mengambil pedang itu tapi tubuhku sudah tidak bisa bangun karna shock. tiba tiba ada yang mengulurkan tangan kepadaku “kau baik baik saja?” ujar seseorang yang mengulurkan tangan itu, aku masih belum jelas melihat wajahnya tapi aku yakin ia perempuan kelihatan dari suaranya setelah aku berkedip berkali kali aku melihatnya dengan jelas “heee….. ka ka kau telanjang” aku sangat terkejut karna ia tidak memakai pakaian dan aku memalingkan wajah ke belakang agar ia tidak malu “bodoh, jangan melihatku berikan jaketmu padaku” ujar wanita itu aku pun memberikanya dan ia memakainya “terima kasih” dan aku pun bertanya “siapa sebenarnya kau, kok tiba tiba muncul” “aku akan memberitahumu tapi jangan disini aku malu”
__ADS_1