
Refan memandang wajah sembab istrinya yang sudah terlelap kembali setelah habis diperiksa oleh dokter. Entah berapa lama istrinya menangis semalam hingga mata nya sampai bengkak seperti itu
Refan menggenggam tangan Istrinya yang sudah terpasang Selan infus. Rasa bersalahnya membuat Refan enggang meninggalkan istrinya barang sedikitpun.
"Maafkan aku sayang." Lirih Refan mengecup singkat bibir dan kening istrinya.
****
Kini kehidupan Refan sudah terlihat bahagia, kehamilan serin yang sudah 9 bulan membuatnya jadi protektif terhadap istrinya.
Serin merasa kesal sendiri. Melihat suaminya yang selalu melarangnya melakukan sesuatu.
"Kak.." Rengek serin merasa tidak nyaman dengan Aturan suaminya yang melarangnya ini itu. bahkan serin ingin mengambil minum ke dapur pun Refan melarangnya dan membiarkan dirinya yang mengambilkan nya.
"Maaf sayang.
" Aku gak sakit kak, Aku masih bisa jalan. Kenapa kakak seolah melarang ku beraktivitas. " Keluh serin tak terima.
"Pokoknya duduk saja biar aku saja yang mengambilkan kamu minum.
" Kak. " Protes serin lagi
Sudah jangan membantah. Ucapan tegas Refan mampu membungkam mulut serin untuk diam.
Sementara ditempat berbeda disebuah perusahaan terlihat Leon melempar berkas kehadapan sekretaris nya yang kini berdiri di depannya dengan raut wajahnya yang terlihat sangat takut.
"Maafkan saya Tu-tuan." ucapnya terbata.
" Pokoknya kau harus mengurus semuanya Saya tidak mau tau. laporkan kembali jika sudah beres." Setelah mengatakan itu Leon berdiri dan meninggalkan Ruangannya begitu saja.
__ADS_1
Melangkah dengan gaya Angkuhnya sorot matanya yang tajam membuat bulu kuduk karyawannya meremang.rasa takut terpancar dari wajah mereka.
Kini Leon merasa pekerjaan nya terasa berat semenjak Refan keluar dari perusahaan nya. dan sekarang ia harus menghadapinya sendiri.
Leon banyak berubah semenjak saat dimana kebenaran yang sesungguhnya terkuat. Ia tidak lagi bermain dengan wanita ia hanya fokus dengan pekerjaannya. dan menunggu waktu yang tepat untuk menemui mantan Asisten pribadinya untuk meminta maaf.
Leon berjalan masuk kesebuah restoran dimana ia akan bertemu dengan klien penting. Leon duduk, Alisnya terangkat kala melihat seorang gadis remaja yang masih memakai pakaian seragam sekolah ia nya. duduk bersebelahan dengan rekan bisnis nya.
"Maaf tuan Leon. putriku ikut dalam pertemuan ini. " Sesal orang itu
"Ah. tidak apa apa tuan mari silahkan kita mulai.
" Ditengah tengah perbincangan mereka, Pria paruh baya itu pamit ketoilet sementara putrinya yang duduk diam disampingnya hanya memainkan ponselnya.
"Sayang. Ayah kebelakang sebentar. "Pamit Daiyan pada putinya.
Hening tercipta diantara mereka Baik Leon maupun gadis itu tak mengeluarkan suara.
Hingga pelayan itu datang menghampiri mereka dengan membawa bungkusan makanan yang banyak. Membuat Leon melirik herang kearah gadis itu.
"Ini nona makanannya."
"Terimakasih" ucapnya pada pelayan itu sembari tersenyum manis
Leon hanya diam memperhatikan gadis remaja didepannya.
Sudut bibir Leon terangkat saat melihat gadis itu keluar dari restoran dan memberikan bungkusan itu kepada pengamen jalanan yang ada diluar restoran.
Leon terus memperhatikan nya dari kejauhan hingga suara Daiyan rekan bisnisnya datang menghampirinya.
__ADS_1
Mereka kembali membahas mengenai pekerjaannya, Sampai gadis itu sudah kembali dan bergabung lagi dengan mereka.
"Jadi bagaimana tuan. Apa kita bisa bekerja sama ?" Tanya pria paruh baya didepannya
"Baiklah saya setuju bekerja sama dengan Anda . Saya harap kita bisa bekerja sama dengan baik." Ucap Leon sesekali melirik kearah gadis itu yang sudah kembali sejak beberapa menit yang lalu.
" Kalau begitu bagaimana kalau Tuan saya undang makan malam kerumah saya Nanti malam. Pinta Daiyan pria paruh baya itu
jiwa penasaran Leon terhadap gadis remaja di depannya membuat nya menerima Ajakan pria itu.
"Baiklah. Aku akan datang.
"Terimakasih tuan Leon.
" Sama sama tuan.! Leon tersenyum tulus.
Setelah pertemuan itu. Senyum tak pernah hilang di bibir Leon semenjak bertemu dengan gadis remaja berhijab tadi. rasa penasaran nya sangat tinggi membuatnya mau tidak mau harus menerima Ajakan rekan bisnisnya.
untuk pertama kalinya Leon tertarik untuk mengenal lebih dekat dengan perempuan.
Dan siapa sangka jika Leon akan tertarik dengan gadis yang masih berseragam putih Abu-abu.
"Ken." Panggil Leon saat mereka sudah berada dalam mobil mewahnya
"Iya tuan.
" Cari tau tentang gadis yang bersama dengan tuan Daiyan tadi, Aku mau besok pagi sudah ada diatas meja kerjaku.
" Baik tuan.!
__ADS_1