
Setelah selesai menghabiskan malam indah mereka yang bermandikan keringat serin kini sudah tertidur dalam pelukan Refan.
Refan terbangun pagi pagi sekali, Karena pagi ini Refan akan menjemput Ayahnya di bandara, Asisten pribadi ayahnya sudah mengabarinya jika kesehatan Ayahnya saat ini sudah membaik. setelah berobat selama 7 bulan lamanya diluar negeri kini kesehatan Ayah Refan sudah membaik
Setelah berpamitan dengan Istrinya Refan kemudian mengendari mobilnya dengan kecepatan sedang menuju bandara.
Selama Ayahnya berobat diluar negri hanya beberapa kali Refan datang menjenguknya. Pada saat itu Serin masih tengah hamil tua jadi Refan tidak bisa menjaga Ayahnya dan memerintahkan Asisten ayahnya untuk menjaganya
"Refan turun dari mobil begitu sampai parkiran. Setelah melihat keberadaan ayahnya ,Refan menghampirinya dan langsung menyalaminya kemudian mendorong kursi roda menuju mobil.
Sementara Asisten pribadi Ayahnya sudah pergi setelah mobil Refan melaju meninggalkan bandara
"Bagaimana keadaan cucu ku.," Ucap Ayah Refan dengan rona bahagia terpancar di wajah keriputnya.
"Alhamdulillah,Baik yah.," Jawab Refan sambil menyetir mobilnya
terlihat dari wajah pria tua itu sudah tidak sabar untuk bertemu dengan cucu satu satunya.
Mobil Refan berhenti tepat didepan pintu rumah kediaman nya.
Refan menurunkan kursi roda Ayahnya kemudian mengangkat tubuh ayah untuk duduk dikursi roda nya.
__ADS_1
Refan mendorong kursi roda Ayahnya masuk kedalam rumah,Didalam sudah ada serin yang menyambutnya dengan hangat, serin menyalami Ayah mertua nya.
Ayah Refan terharu melihat bocah kecil yang ada didalam gendongan serin.
Tangannya terulur untuk menggendong cucu nya.
Serin pun membawa Aidan kedalam pangkuan sang mertua. Ayah Refan tak kuasa menahan air matanya mengalir dari kelopak matanya
"Cucuku..,"Lirih Ayah Refan
Serin menatap haru kearah suaminya seolah tatapan serin mengatakan ia sangat bahagian karna Ayah Refan menerima dengan baik kehadirannya bersama Aidan
***
Tatapan intimidasi serin kearah Sonya membuat Sonya tersenyum mengangguk, Seolah Sonya tau dari tatapan serin saat ini
"Benarkah...," Seru Serin tak dapat membendung rasa bahagianya saat ini
"Kami kesini mau mengundang kalian datang kepesta pernikahan kami. ," Sahut Sonya sembari menyodorkan sebuah kartu undangan pernikahan
"Siapa sayang.," Refan berjalan menghampiri istrinya di ruang tamu, Refan belum melihat tamunya yang duduk membelakangi nya saat ini
__ADS_1
"Ini ada dokter dewa bersama Sonya sepupu aku sayang.," Serin menyahut menatap kedua pasangan itu bergantian
Refan menyapa sahabatnya kemudian beralih menatap kearah sepupu serin. sama dengan serin Refan pun menatap mereka bergantian seolah tatapannya itu sebuah pertanyaan yang butuh jawaban dari mereka.
"Gak usah ngeliatin nya kek gitu ," Ketus Dokter dewa menatap kearah Refan
Refan hanya tersenyum mengejek kearah dokter dewa.
Aku pikir kamu akan menunggu cinta pertama mu itu.," Cibir Refan yang langsung dapat teguran dari istri nya.
"Sayang.!
Refan langsung diam mendengar suara Istrinya.
"Ck ternyata kamu lebih takut dengan istrimu.," Dokter dewa seakan mengejek Refan
Baik serin mau pun Sonya hanya mampu menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua pria itu yang tak pernah akur
"Selamat ya, Aku turut bahagian ," Ucap Serin tulus pada sepupunya yang kini duduk bersebelahan dengan nya.
"Terimakasih.," Sonya membalas nya dengan Senyuman.
__ADS_1
Sementara dewa dan Refan setelah saling mencibir mereka terlibat pembicaraan yang serius mengenai pekerjaan.