
Sepanjang hari Leon seakan kehilangan daya pikirnya saat ini. Ingatan kembali teringat kejadian semalam waktu mengunjungi Kediaman Kanaya. Semua berkas yang menumpuk di meja kerjanya di biarkan nya begitu saja tanpa mau menyentuhnya.
Pandangan nya tertuju pada ponsel yang sedari tadi bunyi tanpa ingin mengangkatnya.
"Semua tergantung dari Kanaya, Jika memang Kanaya setuju maka kami hanya bisa mendukung keputusan nya. " Ucapan Ayah Kanaya terngiang dibenak Leon saat ini membuatnya tak bisa konsentrasi bekerja.
Jika Ayahnya menyerahkan semuanya ke Kanaya. Leon hanya Tinggal mencari cara bagaimana Agar Kanaya bisa luluh.
Lama berperan dengan pikirannya, Leon masih tak bergeming di tempatnya hingga suara ketukan pintu terdengar dari arah luar.
Seorang gadis remaja muncul dibalik pintu bersamaan dengan Leon yang hendak berdiri dari tempat duduknya.
Pria itu termenung tak percaya melihat gadis yang memenuhi otaknya sepanjang hari ini tengah berdiri diambang pintu dengan senyum mengembang.
"Kanaya..
"Apa Aku mengganggu om?" Tanya Kanaya terlihat lebih cantik dari biasanya.
Saat ini Kanaya hanya mengenakan baju muslim modern dengan gaya Anak remaja pada umumnya.
Leon hanya diam memperhatikan penampilan Kanaya dari atas sampai bawah, Leon terpaku ditempatnya seakan akal sehatnya menghilang beberapa saat.
"Om Leon. " Panggil Naya dengan suara lantang membuat Leon terlonjak kaget.
"Ah iya. Leon gelagapan.
"Om. Aku kesini ingin mengajak Om Leon Makan siang." Ucap Kanaya kembali melayangkan sebuah senyuman manis, Hingga membuat Leon seakan ingin melompat dari ketinggian Sakin terkejutnya.
"Apa. Kanaya mengajakku makan siang..?? Apa ini nyata..? Haruskah aku bahagia??" Leon terus berperan dalam pikirannya sendiri hingga detik kemudian Kanaya sudah berdiri tepat didepan sambil melambai lambaikan tangannya didepan wajah Leon.
Deg...
Jantung Leon seakan ingin melompat saat ini juga, Melihat wajah Kanaya dengan jarak hanya beberapa Senti saja.
Kanaya mendengus kesal sedari tadi pria itu hanya diam tak menyahut hingga , gadis yang masih terbilang remaja itu dengan jahilnya menjambak jambang Leon hingga Leon berteriak histeris karna kesakitan.
"Aaaakh...sakit sayang." Keluh Leon reflek memanggil Gadis itu dengan kata sayang hingga terciptalah semburan merah di wajah Kanaya.
"Maaf.! " ucap Leon masih memegang pipinya yang masih terasa sakit
__ADS_1
"Mau Apa nggak nih, klau gak mau Aku pulang saja." ketus Kanaya
"Jadi dong sayang." Sahut Leon cepat
"Aku yang tentuin tempatnya ya, pokoknya Om Leon ikut Aja." kekeh Kanaya
"Siap tuan putri.!" seru Leon penuh semangat.
Merekapun meninggalkan perusahaan dan menuju sebuah kafe sederhana tempat dimana para Anak muda berkumpul.
" Leon merasa enggang memasuki tempat itu karna merasa pakaiannya terlalu formal untuk sekedar bergabung dengan para Anak mudah zaman sekarang.
"Sayang. Apa sebaiknya kita cari tempat lain." Pinta Leon Pelan agar gadis pujaannya tidak tersinggung
"Ini tempat favorit Aku loh om. Jadi Om Leon harus tau itu jika memang om Leon ingin... Kanaya tak melanjutkan ucapannya ia lantas meninggalkan Leon begitu saja dan mencari meja untuk mereka
"Tunggu sayang. "Panggil Leon seraya mengikuti langkah Kanaya
"Tadi kamu mau bilang Apa." Tanya Leon lagi
"Tidak Ada."Jawab Kanaya cepat kemudian mengambil tempat duduk yang paling pojok
Mereka duduk diantara keramaian Ada beberapa Anak mudah sedang bermesraan dengan pasangannya membuat jiwa lelaki Leon meronta-ronta
"Nggak juga sih om, kadang kadang, Ayah mana mau ngizinin Aku ketempat ini seorang diri, kecuali Aku ditemani dengan Om Razi baru di bolehin. " Kata Kanaya
Mereka kemudian memesan menu makanan favorit Kanaya . Hingga terdengar panggilan seorang perempuan memanggil Nama Leon membuat pandangan mereka teralih menatap perempuan didepannya.
"Leon..
Leon menatap perempuan didepannya. Leon kembali berusaha mengingat perempuan didepannya,
"Kamu siapa.?" Tanya Leon datar
"Ya Ampun..Leon kamu benar benar ya. Kamu tega melupakanku." keluh perempuan itu dengan tak tau malunya duduk didekat Leon tanpa peduli jika Ada gadis didepannya sedang menatapnya dengan tatapan tajam.
"Sorry saya tidak ingat . " sahut Leon cuek
Pesanan merekapun datang dengan sedikit kesal, Kanaya menarik paksa minumannya di tangan pelayan itu tanpa mengalihkan tatapan tajam nya kearah wanita itu
__ADS_1
" Kamu lupa ya. Kitakan pernah berkencan." Ucap perempuan itu yang semakin merapatkan tempat duduknya kearah Leon Namun Leon berusaha menghindari perempuan itu.
"Sayang kamu mau minum ini.? Leon sudah menyadari raut wajah Kanaya yang tampak kesal semenjak kehadiran perempuan itu
" Nggak mau.!" Ketus Kanaya sambil menyeruput minumannya
"Sayang..?" Gumam perempuan itu hampir tak percaya mendengar panggilan sayang Leon terhadap gadis remaja di depannya.
"Maaf ya Tante. Bisa pindah ketempat lain nggak.! "
usir Kanaya merasa tidak nyaman melihat pemandangan di depannya karna perempuan itu terus menempel didekat Leon.
Leon tersenyum menatap wajah pujaan hatinya yang saat ini dipenuhi rasa cemburu, ia tau betul jika Kanaya saat ini sedang cemburu.
"Kau mengusirku.??" Bentak perempuan itu dengan menatap tajam kearah Kanaya
"Kalau iya kenapa." Tantang Kanaya membalas tatapan tajam perempuan itu
Kanaya berdiri sambil berkacak pinggang didepan perempuan itu.
"Leon . panggil perempuan itu dengan suara manjanya Namun Leon sedikitpun tak mengindahkan panggilannya ia hanya fokus menatap Kanaya yang terlihat sangat lucu jika sedang Marah.
" Adikmu kasar banget sih." Keluh Perempuan itu
"Adik..?" Ulang Leon." Dia bukan Adikku tapi calon ibu dari Anak anakku " lanjut Leon membuat perempuan itu tercengang dengan apa yang ia dengar.
"Apaa..' Pekik perempuan itu
Ia reflek berdiri dari duduknya menatap penuh tanda tanya kearah Leon yang saat ini masih asik memandangi wajah sang pujaan hati.
"Kau bercanda kan.?" Tanya perempuan itu untuk meyakinkan dirinya sekali lagi
Sementara Kanaya jangan ditanya lagi mendengar ucapan Leon tadi , Membuatnya merasa berbunga bunga, Hingga tercipta semburan merah di pipinya.
Kehadiran perempuan itu membuat selera makan Kanaya mendadak hilang.
" Om kita pulang sekarang. "
"Tapi sayang kamu belum menyentuh makananmu.
__ADS_1
" Selera makanku mendadak hilang, "Sahut Kanaya
"Kita bungkus aja ya, sayang kan Mubasir juga, kita makan di kantor saja." Usul Leon dan dijawab Anggukan kepala oleh Kanaya...