
Refan berjalan dengan santainya menuju ruang kerjanya setelah pagi ini kembali menuntaskan hasratnya dengan penuh ekstrim. Refan masih terkekeh geli mengingat wajah kesal sang istri atas perbuatannya.
"Pintu terbuka dan....
"Kakak.."Teriak Rara berlari kearah Refan. hendak Memeluknya Namun Refan reflek menghindari nya. Membuat gadis itu mendengus kesal
"Ngapain kemari pagi pagi begini.?" Tanya Refan dengan tatapan sinisnya menatap kearah wanita itu
"Kak.."Rengek Rara manja membuat Refan ingin muntah mendengar nya
"Gak usah bertingkah seperti itu. Kita tak sedekat itu juga." ketus Refan merasa malas meladeni wanita didepannya itu
"Kak, Aku kesini hanya ingin minta bantuan mu." Ucap Rara sedikit pelan Namun masih bisa didengar oleh Refan.
Refan terus melangkah menuju kursi kebesarannya tanpa mau menanggapi perkataan Rara.
"Kak. Kamu dengar gak sih." Kesal Rara melangkah Menghampiri meja kerja Refan
Alis Refan terangkat sebelah menatap kearah Wanita itu. Ia sudah bisa menebak jika wanita itu ingin meminta bantuan nya untuk mendapatkan kepercayaan Ayahnya kembali setelah ibunya pergi meninggalkan Ayahnya.
"Saya sibuk, silahkan keluar sekarang.! "Usir Refan sembari menarik Napas panjang
Sementara wanita yang ada di hadapannya mendengus kesal, Tak bisa berbuat apa apa. ia sangat tau jika Refan sudah begini mustahil untuk meminta bantuannya.
Dengan menghentakkan kakinya Wanita itu keluar dari Ruangan Refan dengan sejuta rasa kesalnya yang bersarang di dalam perasaan nya.
__ADS_1
*******
Mobil Refan membelai jalan raya menuju ke kediamannya setelah bekerja seharian, rasa Lelah terpancar di wajahnya,
Pikirannya berkecamuk Meskipun ia sudah memaafkan Ayahnya. Namun ia tidak boleh lengah akan Ibu tirinya. Mungkin saja saat ini ibu tiri refan akan mengganggu kehidupannya bersama istri dan Anaknya
Refan turun dari mobil yang dikendarai nya. Di pintu masuk serin sudah menunggunya, sudut bibirnya tertarik membentuk sebuah senyuman manis melihat istri tercintanya menyambutnya dengan penuh semangat.
"Assalamualaikum" sapa Refan saat sudah berada di hadapan istrinya
"Walaaikumsalam" Jawab serin seraya menyalami suaminya dan dibalas kecupan singkat di keningnya
Serin meraih tas kerja suaminya kemudian melangkah masuk sambil menggandeng tangan suaminya
"Sayang. Baby Aidan gak rewel kan?" Tanya Refan
mereka kemudian masuk kedalam kamarnya. Refan seakan tak ingin melepas istrinya walau sebentar.
"Kamu kenapa Hm..!" Tanya serin sedikit heran melihat suaminya terus memeluknya dari belakang tanpa mau melepasnya
"Aku ingin seperti ini dulu." Refan memejamkan matanya menikmati Aroma tubuh istrinya,
Serin terdiam membiarkan Suaminya pada posisinya yang memeluk nya dari belakang,
"Sayang. " Panggil Refan terlihat ragu ,. Refan seolah mencari kata yang tepat untuk mengatakan kepada istrinya.
__ADS_1
"Kenapa hm.." Tanya serin mulai merasakan keanehan dari Suaminya.
Diam beberapa saat Refan kemudian melepas pelukannya dan membalikkan tubuh istrinya. terlihat serin tersenyum manis kearah nya." Senyum itu yang selalu membuat Refan selalu merasa nyaman "
"Minggu depan Aku harus terbang ke luar Negeri untuk mengurus perusahaan Ayah yang bermasalah disana." Ucap Refan pelan sembari menunggu jawaban dari istri nya
Serin terdiam tak ada kata terlontar dari mulutnya ia sedikit syok mendengar kabar dari suaminya yang terkesan mendadak.
Masih dalam diamnya, Membuat Refan merasa bersalah.
"Maafkan Aku sayang. Refan membawa serin kedalam dekapannya. memberinya sedikit ketenangan.
"Berapa hari "Akhirnya Pertanyaan itupun terlontar begitu saja dimulutnya setelah terdiam beberapa saat
Refan menarik Nafas panjang, Iapun merasa sangat berat meninggalkan istri dan anaknya, yang masih membutuhkan dirinya saat ini.
"Mungkin Sebulan atau lebih." Lirih Refan dengan suara nyaris tak terdengar.
"Serin melepas pelukannya kemudian menatap wajah suaminya dengan mata berkaca-kaca. Dari sorot matanya mengatakan berharap bsuaminya jangan pergi.
"Itu Artinya kita Akan berpisah dalam waktu yang lama?" Sahut serin dengan suara serak menahan tangisnya.
jika boleh jujur serin tidak ingin berpisah dengan suaminya saat ini. ia masih sangat membutuhkan suaminya untuk merawat putra semata wayangnya. Namun serin tak boleh egois juga hanya mementingkan dirinya sendiri, Suaminya pergi hanya tuntutan pekerjaannya
"Aku janji setelah selesai pekerjaanku disana Aku akan segera pulang." lirih Refan
__ADS_1
Serin diam terdiam beberapa saat, ia tak dapat berkata Apa-apa lagi selain hanya diam. Ia lantas meninggalkan suaminya begitu saja.
Refan mengusap wajahnya kasar. kembali menarik nafas dalam-dalam kemudian menyusul istrinya yang saat ini sedang menyiapkan baju ganti untuk nya...