Hasrat Cinta Asisten Pribadi

Hasrat Cinta Asisten Pribadi
Bab 55


__ADS_3

Jika Leon tak ingin jauh jauh dengan Kanaya beda halnya dengan Refan, Yang kini harus berpisah dengan istri dan anaknya untuk sementara karna tuntutan pekerjaan yang harus ia selesaikan,


Perusahaan Ayahnya yang ada diluar negri sedang mengalami masalah dan mengharuskan Refan kembali ke luar negeri mengurus perusahaan nya. ini kali kedua Refan meninggalkan serin dan putranya.


Dalam balutan selimut yang sama serin dan Refan masih enggang untuk melepas pelukannya setelah mereka menghabiskan malam panjangnya yang bermandikan keringat.


"Mas..,"Rengek serin manja dilengan Refan.


"Maafkan mas, Sayang, mas harus berangkat kesana kalau tidak perusahaan disana akan bangrut.,"Bujuk Refan pada istrinya


"Tapi mas..," Serin seolah berat melepas Refan pergi.


Jika dulu serin dengan senang hati membiarkan Refan berangkat, beda halnya dengan sekarang serin merasa berat untuk berpisah dengan suaminya apalagi dalam waktu lama sampai sebulan atau lebih.


Refan membawa serin kedalam dekapannya, dan seketika tangis Serin pecah entahlah kenapa serin jadi cengeng seperti ini padahal ini bukan kali pertamanya Refan pergi meninggalkannya karna pekerjaan.


"Sudah ya, sayang ,Aku janji akan secepat nya menyelesaikan pekerjaan ku disana ," Refan berusaha memberi pengertian terhadap istrinya.


"Mas harus janji tiap saat mas harus memberi kabar," Kata serin mulai bernegosiasi dengan suaminya bukan apa apa dulu waktu Refan luar negeri Refan sering lupa memberi kabar ke Istrinya.


"Iya, mas janji.


"Udah ya, kita tidur sekarang. ," Refan merapikan selimut istrinya kemudian berbaring didekatnya sambil berpelukan


*


*

__ADS_1


*


*


Sudah 2 Hari kepergian Refan membuat serin lebih banyak diam sekarang ia sering menangis di dalam kamarnya saat merindukan sosok suaminya yang selalu memanjakannya.


"Mas..,"Lirih serin yang saat ini tengah memeluk baju Refan yang terakhir Refan pakai sebelum berangkat. Serin sengaja tidak mencuci nya jika ia merindukan suaminya ia bisa memeluk baju itu, Entah kenapa saat ini serin sangat merindukan bau badan suaminya.


Suara ketukan pintu kamar membuat serin tersadar, Ia lantas menyimpan baju Suaminya kemudian melangkah untuk membuka pintu kamarnya


Terlihat baby sister Aidan berdiri diambang pintu dengan menggendong baby Aidan dengan setengah terisak.


"Aidan kenapa mbak.?" Tanya serin langsung mengambil alih putranya dari gendongan Baby sister Aidan


" Baby Aidan nangis mencari nyonya.," Ucap Baby sister Aidan yang bernama Siti


"Cup..cup..Maafkan Bunda sayang.," Sesal Serin karna sudah mengabaikan putranya


"Maafkan bunda sayang.," Serin terus menyesali perbuatannya.


*


*


*


*

__ADS_1


Leon berlari kekamar mandi saat rasa mual kembali menyerang. ya, sedari tadi Leon mual mual membuat Kanaya merasa sangat khawatir


"Sayang kamu tidak apa apa.?" Tanya Kanaya merasa sangat menghawatirkan suaminya


"Aku gak apa apa sayang cuma merasa pusing saja.," Jawab Leon sedikit menenangkan Istrinya


"Aku keluar sebentar ambilin teh hangat ya.?" Pinta Kanaya namun Leon menggelengkan kepalanya dengan cepat


"Tetap disini, Sayang. Jangan jauh jauh.," Leon semakin mempererat pelukannya mencium Aroma tubuh istrinya dalam dalam.


Kanaya mulai merasa sedikit aneh akan tingkah suaminya yang sudah beberapa hari ini terlihat sangat Aneh. Bukan aneh sih tapi sangat MANJA.


"Sayang. aku ambilkan makanan dulu ya, Dari tadi kamu belum makan.," Kanaya berusaha membujuk suaminya agar mau makan. Namun lagi lagi Leon menggeleng cepat membuat Kanaya menghembuskan nafas nya.


Kanaya membiarkan suaminya melakukan apapun terhadap dirinya, Kanaya pikir suaminya memang tidak enak badan saat ini


Setelah Leon tertidur barulah Kanaya bisa lolos keluar dari kamar, mengambil makanan untuk suaminya.


"Sayang, Kamu kok tidak ikut sarapan.?" Tanya Daiyan menatap putrinya yang baru saja keluar dari kamarnya.


"Itu.. Mas Leon sakit dari tadi mual mual, tidak mau jauh jauh dari Kanaya., " Sahut Kanaya kemudian mengambilkan satu piring makanan untuk Suami nya.


sepasang suami istri itu saling pandang ada senyum terukir di wajah mereka, Senyum yang sulit diartikan.


"Kanaya kekamar dulu. Yah, Bun. "Pamit Kanaya dan di angguki oleh kedua orang tua Kanaya


"Yah. Apa mungkin...," Seli menggantung ucapannya dan diangguki oleh suaminya

__ADS_1


"Jadi itu artinya kita akan segera...," Lagi lagi seli tak melanjutkan ucapannya dan langsung diangguki oleh suaminya.


Seli tak dapat membendung rasa bahagianya. Ia lantas meraih ponselnya dan menelpon dokter keluarganya. Ia sudah tidak sabar ingin mendengar kabar baik .


__ADS_2