Hasrat Cinta Asisten Pribadi

Hasrat Cinta Asisten Pribadi
Bab 58


__ADS_3

Perlahan Leon menghampiri tempat tidur serin, Serin masih enggang membuka matanya meskipun saat ini serin sudah tersadar dari pingsang nya.


Air mata yang sedari tadi ia tahan pun kini kembali membasahi pipinya saat ia mendengar suara Leon.


" Kamu harus kuat, aku yakin jika Refan saat ini masih hidup, Bertahanlah demi Aidan dan calon bayi mu.," Ujar Leon sendu jujur saja Leon pun tak sanggup jika Refan benar benar meninggal dunia.


Serin semakin terisak, ia tidak tau lagi harus bagaimana suami yang sangat ia cintai sudah meninggalkannya.


Leon merasa tak tega melihat serin terisak, tangannya pun terulur meraih tubuh mungil itu kedalam dekapannya, Bagi Leon serin sudah ia anggap seperti adik sendiri,


"Kamu jangan seperti ini, Aku janji akan menemukan suamimu. ," Kata Leon berusaha meyakinkan serin


Serin tak menjawab ia hanya larut dalam tangisannya hingga tanpa sadar ia kembali terlelap dalam dekapan Leon.


Pagi harinya, Leon masih setia menunggu serin sampai ia tertidur di sofa panjang yang ada didalam ruangan serin.


Pintu diketuk namun tak ada yang menyahut, serin masih dalam pengaruh obatnya hingga ia benar benar terlelap sementara Leon baru saja memejamkan matanya.


Pintu terbuka, Kanaya datang dengan menenteng bekal sarapan dan baju ganti untuk suaminya.


Kanaya menatap suaminya yang tertidur pulas di sofa panjang, Kanaya langsung menghampirinya kemudian membangun nya.


"Mas," Panggilnya dengan lembut


"Leon menggeliat membuka matanya pandangannya tertuju pada tangan Istrinya yang menyentuh wajahnya, Leon tersenyum kala melihat senyuman dari istri nya yang mampu membuatnya merasa nyaman.

__ADS_1


" Sayang kamu datang," Tanya Leon dan langsung diangguki oleh Kanaya


Leon bangkit dari tidurnya kemudian duduk dihadapan istrinya, " Kamu kesini diantar sama siapa," Tanya Leon lagi saat melihat istrinya datang sendiri


"Tadi ayah yang antar aku kesini sayang." jawab Kanaya," Kamu makan ya, Aku sudah bawakan kamu sarapan sama baju ganti untuk mas." Sambung Kanaya lagi


"Terimakasih sayang.,"Ucapnya sembari mengecup singkat bibir Kanaya


"Maaaas..," Rengek Kanaya manja,


"Morning kiss sayang.," Sahut Leon


Kanaya hanya menggelengkan kepalanya, Suaminya benar benar tidak tau tempat "bagaimana jika mba serin melihat nya tadi," Pikir Kanaya.


Kanaya menggenggam tangan serin sedikit memberi kekuatan, perlahan mata serin pun terbuka dan melihat Kanaya sedang menggenggam tangan nya ada perasaan haru didalam diri serin saat ini, Disaat ia seperti ini masih ada orang yang memperhatikan nya.


"Mbak serin butuh sesuatu, atau mba mau makan Atau minum.?" Tanya Kanaya antusias


Serin tersenyum sembari menggelengkan kepalanya.


"Mbak harus sabar, Kami akan selalu ada untuk mbak jadi jangan merasa sendirian," Tutur Kanaya lembut


"Terimakasih.," Ucapnya pelan


***

__ADS_1


Dua hari kemudian serin pun sudah bisa pulang setelah berbagai macam pemeriksaan dilakukannya, dokter pun membiarkan Serin pulang dengan catatan serin tidak boleh terlalu banyak pikiran apa lagi sampai stress.


Dengan setia Kanaya bersama Leon mengantar serin pulang ke rumahnya bahkan selama dua hari ini Aidan tinggal bersama Kanaya dan Leon.


Leon bahkan sudah mengerahkan seluruh anak buahnya untuk mencari keberadaan Refan saat ini. menurut dari laporan anak buahnya yang berada diluar negeri saat ini.


Ada yang tidak beres dengan hilangnya Refan. Ada yang sengaja mencelakai Refan dengan sengaja menyabotase mobil yang di kendarai Refan.


Visual


Refan



Serin



Leon



Kanaya


__ADS_1


__ADS_2