Hasrat Cinta Asisten Pribadi

Hasrat Cinta Asisten Pribadi
Bab 49


__ADS_3

"Sayang, Apa kamu senang sudah melihat baby Aidan ?" Tanya Leon menatap istrinya penuh sayang


Kanaya tersenyum mengangguk. "Terimakasih Sayang," Kanaya langsung memeluk suaminya erat


Kanaya tau jika suaminya lah yang memaksa Serin untuk membawa Aidan kerumah sakit.


"I Love you,"Ucap leon Leon semakin mengeratkan pelukannya


"I love you too.


Razi yang baru saja datang langsung menyelonong masuk merusak suasana mereka yang sedang bermesraan.


Sontak Leon terkejut, Ia langsung melepas pelukannya menatap tajam kearah om istrinya yang tak berakhlak itu


"Mengganggu aja, Kayak gak ada kerjaan lain aja, Cari cewek sana ," Cibir Leon


"Sayang.," Tegur Kanaya menatap suaminya


Entah kenapa jika ada orang yang memojokkan Om kesayangan nya Kanaya langsung marah meskipun itu suaminya sendiri.


Razi tersenyum senang melihat ponakannya membelanya.

__ADS_1


"Sayang, bagaimana keadaanmu.," Razi seolah ingin memanas manasi Leon dengan menekankan kata sayang, Kemudian mencium kening Kanaya membuat Leon mendengus kesal akan kelakuan Razi.


Ingin rasanya ia menelang hidup hidup Om Kanaya itu.


Razi tersenyum mengejek menatap Leon. ia tau saat ini Leon merasa sangat geram terhadapnya namun ia seolah tak peduli malah ia semakin membuat Leon kesal dengan perhatian kecil nya untuk Kanaya


"Sayang. Suami kamu disini loh, Masa kamu abaikan suamimu.," Leon yang kesal menghampiri istrinya dan langsung menggeser sedikit Razi hingga Razi berpindah kesamping Ranjang rumah sakit.


"Gak usah lebay deh.," cibir Razi


"Yang jomblo diam aja deh.," Leon kembali melayangkan Tatapan tajamnya


mereka saling cibir cibiran membuat Kanaya pusing menghadapi kedua pria kesayangan nya itu.


Mereka terdiam, Tak ada bersuara, Leon menatap istrinya seolah meminta pembelaan namun Kanaya cuek ia kembali merebahkan tubuhnya, menyuruh mereka untuk keluar


"Keluar aku mau istirahat.," Ketus Kanaya langsung membungkus dirinya dengan selimut


"Tapi sayang.," Leon terlihat melemas memohon pada istri nya namun Kanaya tak bergeming malah ia kembali mengusir mereka


Leon melangkah keluar dengan sedikit lesuh tak bersemangat,

__ADS_1


"Ini semua gara gara kamu," Sentak Leon kearah Razi namun pria itu seolah tak peduli dengan ucapan Leon


Sebelum keluar Razi menghampiri Kanaya dan pamit untuk pulang, Karena hari ini ada banyak pekerjaan yang tak bisa ia tinggalkan


***


Berbeda dengan keluarga Refan. Serin menatap dirinya dalam pantulan cermin jantungnya berdegup sangat kencang, Entah kenapa ia masih terlihat sangat gugup jika ia berdekatan dengan suaminya.


Dengan balutan Lingerie berwarna merah muda Serin berjalan keluar dari kamar mandi.


Serin menghampiri suaminya yang tengah sibuk menatap laptop dipangkuan nya.


Refan melirik sekilas istri nya yang sudah berjalan menghampiri nya namun seolah Refan tak menyadarinya. Hingga detik berikutnya Refan pun mulai tersadar dan kembali menatap istrinya susah payah ia menelan ludah nya melihat pemandangan didepannya sungguh menggoda iman Refan saat ini.


Refan meletakkan laptopnya diatas nakas kemudian melangkah lebih dekat dengan istri nya.


melihat tubuh serin yang hanya tertutup dengan kain tipis dan bisa melihat dengan jelas lekuk tubuh istrinya membuat Jiwa lelaki Refan seketika bangkit.


"Sa-sayang.," Refan terbata


Serin hanya tersenyum menampakkan deretan giginya. meskipun serin berusaha untuk terlihat baik baik saja namun ketahuilah saat ini jantungnya berdetak sangat kencang

__ADS_1


"Apa kamu sengaja menggodaku sayang.?", Refan mulai mengelus wajah serin dan sedikit menggoda Istrinya itu


Serin menggeleng cepat membuat Refan tersenyum melihat kegugupan istri nya.


__ADS_2