
Tangan serin terulur meraih wajah pria yang sudah sangat ia rindukan selama beberapa bulan ini, Wajah yang sudah terlihat kurus tak seperti dulu lagi,
"Mas Refan..," Serin bergumam lirih sembari mengusap wajah suaminya dengan tangan gemetar
Mata mereka saling mengunci hingga pelukan kerinduan pun tak terelakkan, Refan mendekap erat tubuh Istrinya. Rasanya seperti mimpi bisa bertemu kembali dengan istri tercintanya.
Mereka larut dalam pelukan hingga melupakan bocah yang tengah asik menikmati makanan didepannya.
"Unda...," Rengek Aidan manja saat melihat sang bunda berada dalam dekapan seseorang. Aidan masih terlalu kecil untuk mengerti semua yang terjadi di depannya bahkan ia belum sepenuhnya mengenali sang Ayah usianya masih terlalu dini untuk mengenal sosok sang ayah yang lama menghilang.
Perlahan Refan melepas pelukannya kemudian beralih menatap kearah bocah kecil itu, Kembali Refan meneteskan air matanya, Bayi mungil nya baby Aidan kini sudah tumbuh menjadi anak kecil yang lucu.
"Aidan..," Lirih Refan dengan suara nyaris tak terdengar, Ia menatap serin sejenak untuk meyakinkan dirinya jika yang didepannya itu benar benar Aidan putranya
Serin mengangguk pelan, Kini Refan melangkah menghampiri putranya.
"Sayang, " Panggil Refan saat sudah berada dihadapan Aidan.
__ADS_1
Namun seolah Aidan tak tau apa apa bahkan wajah ayahnya pun ia belum mengenalnya.
"Unda...Huaaa...," Aidan menangis histeris saat Refan mulai semakin mendekat.
"Sayang, Ini Ayah nak,". Refan berusaha menenangkan putranya namun Aidan seolah tak peduli ia merengek minta di gendong oleh bundarnya.
"Paman Leon..," Teriak Aidan saat melihat paman kesayangannya.
Seketika raut wajah Refan berubah sendu, Ia tidak menyangka jika putranya akan melupakannya.
Aidan berlari menghampiri Leon
"Hati hati sayang, Leon meraih tubuh mungil itu kedalam gendongannya memberi kecupan kevseluruh wajahnya membuat Aidan merasa kegelian.
Aidan mengalungkan kedua tangannya keleher Leon tak sedikitpun menoleh kearah Refan yang Aidan tahu sekarang ia merasa nyaman berada di gendongan Leon.
"Aidan rindu gak sm paman.," Tanya Leon sambil mentoel hidung mancung Aidan
__ADS_1
"Lindu..," Teriak Aidan Antusias
"Kalau begitu Aidan juga rindu dong sama Ayah, tuh kasian Ayah sudah jauh jauh datang kesini ," Tunjuk Leon menggunakan dagunya.
Aidan cuma melirik sekilas kemudian ia kembali menyembunyikan kepalanya dileher Leon.
Leon nampak menghelang nafas panjang, Menghadapai bocah seperti Aidan harus betul betul ekstra sabar.
" Kamu yang sabar mungkin Aidan saat ini hanya butuh waktu untuk menyesuaikan, Kamu meninggalkannya waktu masih umur yang belum tau apa apa lalu tiba tiba datang ,"Kata Leon
Refan mengangguk pelan meskipun raut wajahnya saat ini terlihat sendu. Namun ia bahagia melihat kedekatan Aidan dengan Leon merasa jika selama ini Aidan tak pernah merasa kehilangan sosok Ayah karna Leon selalu membuatnya menjadi sosok seorang ayah untuk putranya.
Bahkan saat ini Refan belum menyadari istrinya tengah berbadan dua ia hanya larut dalam perasaan bahagia karna bisa berkumpul bersama keluarga kecilnya.
Refan terus mengucapkan rasa syukur yang teramat dalam, Jika saja bukan karena Leon dan om Jerry mungkin saat ini ia masih berada dalam kuasa heslin.
Saat ini yang Refan bisa lakukan Bagaimana cara agar Aidan bisa seperti dulu lagi selalu dekat dengannya.,
__ADS_1