
Jika Leon masih terpaku ditempatnya lain halnya didalam mobil yang dikendarai Kanaya bersama pemuda itu.
Pemuda itu terlihat tertawa lepas Membuat Kanaya jadi heran sendiri melihat tingkah om nya . Sangat menyenangkan melihat reaksi pria tadi. begitulah kira kira dipikiran Razi pemuda itu saat ini
Razi pemuda tampang yang masih berumur 20 tahun. Hubungan antara Kanaya dengan Razi hanya sebatas Om dan keponakan, Razi sepupu dari Ayahnya Kanaya. Razi sangat menjaga keponakannya itu, Tidak membiarkan Kanaya hidup dengan pergaulan bebas Makanya hampir tiap hati Razi meluangkan waktunya mengantar jemput Kanaya kesekolah.
Masih dalam kebingungan nya menatap om nya yang sedari tadi tertawa tak jelas. Kanaya beranggapan jika om nya kesambet setan di sekolahnya tadi.
" kamu kenal pria tadi.?" Tanya Razi Tanpa mengalihkan pandangannya , Razi masih serius mengemudi mobil nya
"Om Leon rekan bisnis Ayah, Dia juga penyumbang terbanyak di kegiatan Amal ku. " Sahut Kanaya
"Kamu yakin jika kalian tidak ada hubungan??" Selidik Razi.
"Mana mungkin Aku memiliki hubungan dengan nya , Om Razi sama Ayah saja tidak memberiku cela untuk berdekatan dengan pria lain." keluh Kanaya
"Bagus. kamu tidak boleh berpacaran dengan siapa pun, Jika memang pria tadi serius denganmu. Dia akan menemui Kak Daiyan langsung." Tutur Razi
"Emangnya om Razi setuju jika Aku menikah muda.? " tanya Kanaya dengan serius
"Ya tergantung. jika pria itu serius kenapa tidak. Aku tidak ingin membiarkan pemuda manapun akan mempermainkan mu." Kata Razi
Baik Daiyan maupun Razi sama sama menjaga Kanaya sangat protektif . Razi tak memberi cela sedikitpun untuk pria yang mendekati Kanaya.
"Om. Aku ingin singgah kerumah Om Jerry. Aku ada janji dengan Zakila " Pinta Kanaya
"Siap tuan putri." seru Razi kini menuju rumah Om Jerry.
Begitu sampai Kanaya turun kemudian pamit sembari mencium tangan Om nya.
"Kamu telpon aja kalau sudah mau pulang." Kata Razi mengingatkan
"Iya Om.!
*****
Kanaya kini sudah berada didalam kamar Zakila sepupunya. jika Kanaya terlihat santai di depan Omnya lain hal nya jika hanya berduaan dengan sepupunya itu. ia akan menumpahkan segala sesuatu yang Menjanggal pikirannya saat ini.
"Kamu kenapa. wajah ditekuk kek gitu." Tanya Zakila sedikit heran dengan sikap Kanaya yang tiba tiba jadi pendiam.
"Aku..Aku.."Kanaya terlihat ragu untuk melanjutkan ucapannya.
"Ayo katakan saja. Siapa tau aku bisa bantu " Ucap Zakila melihat wajah sepupunya yang tiba tiba murung
__ADS_1
"Aku jatuh cinta Zak...!" Lirih Kanaya Dengan suara yang nyaris tak terdengar
"Jatuh cinta.??" Ulang Zakila belum sepenuhnya sadar dengan ucapan Kanaya
Kanaya mengangguk pelan. Membuat Zakila kembali histeris mana kala kesadarannya sudah kembali dan menyadari ucapan sepupunya itu
"Kamu jatuh cinta..!!" Pekik Zakila Antusias sampai sampai Kanaya membekap mulutnya dengan tangan nya karna ia takut jika suaranya terdengar sampai di telinga om dan Tante nya
"Hus jangan ribut. "bisik Kanaya , masih membekap mulut Zakila.
"Umm.."Zakila memberontak untuk melepas Bekapan sepupunya itu.
"Apaan sih !" Gerutu Zakila
" Kamu sih. Pelankan Suara mu. Bagaimana jika Om jerry dan Aunty Aliyah dengar" ketus Kanaya
Zakila hanya nyengir kuda. " Ganteng gak laki laki itu" Tanya Zakila penasaran
"Ganteng sih ia tapi..."Kanaya terlihat ragu untuk melanjutkan ucapannya
"Tapi Apa. " Timpal Zakila
"Umurnya jauh beda dengan ku..' lirih Kanaya pelan
"Berarti sudah kakek kakek dong."Cerocos Zakila cengengesan
"Enak aja Katai kakek kakek. Pria itu masih berumur sekitar 30 an " Lanjut Kanaya
Kini Zakila menggeser posisi duduknya menghadap kearah sepupunya itu, kemudian Menatapnya penuh serius.
"Kalau memang benar benar pria itu serius dengan kamu, Aku yakin dia akan datang ke Om Daiyan dan memintamu secara baik baik. yang jadi pertanyaan kamu mau gak menikah muda ?" Tutur Zakila
"Terus aku harus bagaimana, Dengan pria itu." Tanya Kanaya lagi sorot matanya mengatakan bahwa dirinya tidak akan bisa berpacaran dengan pria itu karna dalam keluarga mereka Baik Zakila maupun Kanaya Tak ada istilah pacaran. Mereka dilarang kerasa oleh orang tua mereka.
"Ya Allah dari tadi aku ngomong segitu banyaknya, Belum sampai sampai juga ke otak kecil mu itu" Gerutu Zakila tak habis pikir dengan kebiasaan Sepupunya itu. Ia hanya menggeleng kan kepalanya
"Kanaya putri Daiyan yang terhormat, Kalau dia benar benar serius dengan kamu dia akan datang menemui Ayahmu dan memintamu secara baik baik. Tinggal kamu nya Aja. mau gak nikah muda. Secara pria itu sudah dewasa umurnya sudah matang untuk menikah. Sampai sini sudah faham? " Ucap Zakila merasa jengah dengan gadis didepannya
"Begitu ya.! "Kanaya Nampak berpikir keras mengingat betapa posesif Ayah nya dan Om Razi terhadap nya.
"Iya memang harus begitu jika ingin restu dari Ayahmu. "
*
__ADS_1
*
*
*
Sementara ditempat lain Leon kini sudah berdiri tepat didepan Asistennya, Menatap nya dengan sengit, Rasa cemburunya terhadap Kanaya membuatnya tak bisa mengontrol emosi nya saat ini.
"Katakan kenapa kamu memberiku laporan hanya setengah setengah. Aku sudah bilang kan kamu harus mendapatkan informasi tentang gadis itu secara detail. Lalu bagaimana mungkin kamu bisa Seceroboh ini mendapatkan informasi tentang dia." Bentak Leon dengan suara lantang menggelegar diruangan nya sorot matanya saat ini siap untuk menguliti Asisten nya itu.
Ken Asisten nya diam menundukkan kepalanya ia terlalu takut saat ini melihat kemarahan bosnya.
"Maaf Tu-tuan Aku sudah memberi tuan informasi secara detail nya tentang gadis itu..
"Kamu bilang Detail..? Potong Leon cepat merasa murka melihat Asistennya berusaha mencari pembelaan untuk dirinya
" Iya tuan.
"Lalu bagaimana dengan tunangan gadis itu kenapa kau tidak melaporkan ke saya." Sekarang Leon sudah memelankan suaranya, Ia menarik Nafas dalam-dalam untuk menormalkan kembali Emosi yang sedang menguasai dirinya saat ini.
"Tunangan.?" Gumam Ken Namun masih bisa Didengar oleh Leon
"Iya tunangan yang selalu menjemput gadis itu kesekolahnya.
Alis Ken terangkat sebelah ia sudah dapat menangkap kemarahan bosnya itu." Ini hanya perkara Kecemburuan saja. Begitulah kira kira yang bersarang di benak Ken saat ini. Bosnya cemburu dengan pemuda yang selalu menjemput gadis itu. Ken terkekeh kecil melihat raut wajah bosnya yang sudah merah karna menahan emosinya.
"Maaf bos. pemuda itu bukan Tunangan Nona Kanaya. Tapi..sepupu dari Ayahnya yang selalu mengantar jemput Nona Kanaya." Lirih Ken seraya menundukkan kepalanya ia tak memiliki keberanian menatap wajah bos ya saat ini
"Sepupu Ayah Kanaya.? " Ulang nya lagi dan di balas anggukan kecil dari Asistennya.
Diam terpaku ditempatnya Mendengar ucapan Asistennya seolah Akal sehatnya mendadak hilang begitu saja, Leon belum bisa berpikir jernih saat ini Mendengar ucapan Asistennya.
Leon sekarang sudah dapat menyimpulkan jika pemuda tadi mengerjainya." Oh sit." Umpat Leon prustasi dengan menjambak rambutnya dengan keras.
"Berani bermain denganku Awas saja." Leon tersenyum menyeringai memikirkan cara untuk mengerjai balik pemuda itu.
"Sudah kamu boleh keluar sekarang. " Titahnya
Leon kini berjalan kearah kursi kebesarannya kemudian menyandarkan kepalanya kebelakang sembari memejamkan matanya untuk mengurai sisa sisa Emosi yang sedang menguasai dirinya saat ini
"Awas saja tunggu pembalasanku." umpat Leon tersenyum menyeringai.
Ia lantas keluar dari ruangannya dan langsung menuju parkiran, Leon mengendarai mobilnya sendiri menuju kediaman Kanaya untuk bertemu dengan Ayah gadis itu.
__ADS_1
Jangan lupa like koment nya 🙏🙏🙏🙏
* Yang ingin tau tentang kisah Daiyan Ayah Kanaya silahkan Mampir kekarya temanku -Menikahi istri keponakan