Hasrat Cinta Asisten Pribadi

Hasrat Cinta Asisten Pribadi
Bab 68


__ADS_3

Sepanjang hari Refan terus mendengus kesal, lantaran Leon seolah sengaja ingin membuat nya kesal, Ia kembali menguasai Aidan tanpa memberinya kesempatan untuk berdiam dengan putranya.


"Hari sudah sore, Kapan kamu akan pulang," Ketus Refan menatap sengit kearah Leon


"Aidan sayang, Ayah kamu jahat banget sayang, Paman diusir," Rengek Leon pada bocah kecil didepannya Leon sengaja merubah mimik mukanya yang terlihat sedih agar Aidan membelanya.


"Ayah!, No. Gak boleh usil Paman Leon.,


"Tapi nak, Paman Leon udah jahat sama Ayah.," Refan pun mulai melancarkan aksinya untuk Meracungi otak Putranya agar Aidan berada di pihaknya.


"Paman Leon, No, gak boleh jahat sama Ayah.," Tegur Aidan dengan tingkah lucunya.


Refan menjulurkan lidahnya kearah Leon seperti anak kecil,


"Baiklah paman pulang dulu, " Leon pura pura ngambek membuat Aidan menahan tangannya agar Leon tidak pergi.


"Paman gak boleh pelgi belesin mainan Aidan dulu Balu boleh pelgi, Nanti Unda malah.,' Kata Aidan dan seketika tawa Refan meledak mana kala melihat wajah Leon terlihat kesal.

__ADS_1


"Dasar bocah," Umpat Leon kesal


Namun tak urung membantah perintah bocah itu ia pun memungut satu persatu mainan Aidan dan menaruh kedalam box besarnya sementara Refan yang sedari tadi tertawa lepas melihat Leon terus menggerutu tak jelas. Dan seketika tawa itu berhenti saat Aidan menyuruh nya untuk membawa box mainan itu kedalam kamarnya .


Dan kini giliran Leon yang tertawa lepas melihat Refan tiba tiba diam menatap box yang berukuran besar itu


"Rasain loh!.


Leon pun meninggalkan mereka tak peduli dengan wajah Refan yang nampak kesal menatap ke arahnya.


***


Serin mengelus elus punggung tangan suaminya sembari tersenyum, Jujur saja serin pun sangat merindukan Suaminya saat ini


perlahan Serin membalikkan tubuhnya menghadap suaminya tanpa melepas tangan Refan yang sudah melilit di pinggang nya.


Kini tangan serin sudah menggantung di leher suaminya tatapan mereka bertemu dan saling mengunci, perlahan Refan meraup bibir mungil serin Refan ******* sedikit rakus Bagaimana tidak Refan seolah haus belaian.

__ADS_1


Refan terus mengerami tubuh serin, namun Refan tetap melakukannya dengan sangat lembut mengingat istrinya yang saat ini tengah hamil besar.


"Aaaakh..," Suara d*s*h*n serin membuat Refan semakin menggila hingga ia sudah tidak sabar untuk melakukan penyatuannya


kini mereka sudah sama sama polos Refan sudah memposisikan senjatanya ke milik serin. dengan sekali sentakan senjata milik Refan sudah terbenam kedalam milik serin


Refan berhenti sejenak melirik sekilas kearah serin, ia tidak ingin menyakiti Istrinya yang saat ini tengah hamil besar.


Perlahan tapi pasti Refan mulai melancarkan aksinya memompa dengan ritme permainan semakin cepat membuat serin melenguh seiring hentakan demi hentakan yang di berikan oleh suaminya.


"Aaaakh... Serin...sayang..," Rancau Refan terus memacu permainannya


Hingga suara erangan panjang mengakhiri pergulatan panas mereka, Serin sudah terkulai lemas didalam dekapan suaminya.


"Terimakasih Sayang," Ucap Refan Kemudian melayangkan kecupan singkat dikening istrinya.


Serin sudah tak berdaya hanya untuk menyahut, ia hanya mempererat pelukannya mencium Aroma tubuh suaminya yang sudah lama ia rindukan selama ini.

__ADS_1


Refan pun tak kalah eratnya memeluk serin seolah tak ingin melepas pelukannya menciumi kepala serin penuh sayang


__ADS_2