Hasrat Cinta Asisten Pribadi

Hasrat Cinta Asisten Pribadi
Mendapat Restu


__ADS_3

"Aaaaakh.....oohhh..aakh..Kak..


Suara serin semakin menjadi saat Refan sudah Memasukkan milkknya kedalam milik serin.


"yes Sayang." Rancau Refan matanya terpejam menikmati hangatnya sentuhan Milik istrinya didalam sana.


Refan mulai memompa, Hentakan demi hentakan dengan ritme pelan, Refan terus bergerak tidak lupa kedua tangannya tak tinggal diam seirin dengan hentakannya yang semakin cepat tangannya pun meremas kuat kedua tonjolan buah besar sumber kehidupan baby Aidan yang sangat menggoda Refan saat ini.


"Aaah...ohh...Mmmm...serin terus mendesah nikmat saat suaminya sudah menyesap ujung bukit kembarnya bermain dengan lidahnya.


"Kak...Aku mau keluar.."lirih serin sudah tak tertahan lagi.


"Keluarkan sayang. "Sahut Refan masih dengan pergerakannya memacu terus hingga erangan panjang mengakhiri permainan nya...


******


Leon menatap dirinya di depan cermin, sesekali meringis ke Sakitan saat tanpa sengaja tangannya menyentuh wajah nya yang sudah babak belur dipukuli oleh Razi.


Ya, Sejak beberapa jam sebelumnya Leon datang Melamar Kanaya dengan cara berbeda dari yang lain. Leon sudah memikirkan sebelum bertindak bahkan ia tau Akan mendapat perlakuan seperti ini dari keluarga besar Kanaya.

__ADS_1


Leon memperlihatkan foto dirinya yang sedang tidur berpelukan dengan Kanaya. Jika ditanya dimana Leon mendapatkan foto itu ya.. mudah saja. waktu itu Kanaya datang kerumah Leon dan disitulah Leon menjalankan semua rencananya dengan memberi Obat tidur ke minuman Kanaya, Cukup menantang Tapi inilah satu-satunya cara untuk mendapatkan restu dari orang tua Kanaya.


Dan masalah foto itu Kanaya tidak Tau apa apa. Ayahnya berpikir jika memang ini adalah kesalahan mereka yang kurang baik mendidik putrinya.


"Aku tidak percaya dengan foto itu "Hardik Razi tidak percaya jika Keponakannya melakukan hal itu.


"Apa maksudmu, Kamu pikir foto itu hanya rekayasa begitu.! " Sentak Leon menatap sengit kearah Razi.


"Mungkin foto itu Nyata cuma cara kamu yang salah, Saya curiga Kamu yang menjebak Kanaya." Selidik Razi membalas tatapan leon tak kalah sengitnya.


Sementara Sely sang bunda sudah menangis dalam dekapan suaminya, ia merasa Gagal menjaga putrinya saat ini.


Ayah Kanaya pun sama, Merasa sangat sedih melihat putri satu-satunya melakukan hal seperti itu.


"Kita jangan menghakimi Kanaya. Jadikan ini pembelajaran kedepannya akan kelalaian kita."Kata Ayah Kanaya sembari mengusap punggung Istrinya memberi sedikit ketenangan.


" Terus kita harus bagaimana yah, putri kita masih terlalu muda jika harus Menikah dengan laki laki itu.


"Tidak apa apa kalau harus Nikah muda Sayang, yang Aku takut kan jika Putri kita akan melakukan hal seperti itu lagi."Sahut Ayah Kanaya

__ADS_1


"Aliyah Adik kamu kan Nikah muda juga buktinya sekarang dia bahagia dengan suaminya." ujar Ayah Kanaya memberikan pengertian kepada istrinya


Sely mengurai pelukannya menatap manik mata suaminya Mencari kesungguhan disana, Masih terlalu berat rasanya untuk menikahkan putrinya yang masih berstatus Anak sekolah.


"Ayah yakin?" Sely seolah tak melihat keikhlasan dari sorot mata Suaminya.


Ayah Kanaya menarik nafas panjang menatap kearah Istrinya dengan tatapan sendu nya. "Ayah hanya belum bisa untuk berpisah dengan Kanaya."Lirih Ayah Kanaya kini menggenggam kedua tangan Istrinya.


Jika kedua orang tua Kanaya larut dalam kesedihannya lain halnya dengan kedua orang yang Sedari tadi bersitegang sama sama kekeh pada pendirian nya,


Jika Razi menentang untuk menikahkan keponakannya dengan pria didepannya. Beda halnya dengan Leon yang terus berusaha untuk meyakinkan kedua orang tua Kanaya agar mau menikahkan dirinya dengan putri nya.


Dan keputusan terakhir yang Ayah Kanaya sampaikan membuat Razi sangat kecewa terhadap keputusan kakak sepupunya itu.


Daiyan menepuk pundak Razi Adik sepupunya itu, Yang memang ia sudah Anggap seperti Adik kandung nya sendiri. Ia tau betul bagaimana Razi menjaga keponakannya selama ini bagaikan berlian tak tersentuh oleh orang lain hanya orang orang tertentu saja yang boleh mendekati Kanaya yang menurut nya pantas


"Kita harus merestui Kanaya, Biarkan dia bahagia Aku yakin jika laki laki itu akan menjaganya sama seperti kamu menjaganya selama ini." Tutur Daiyan Ayah Kanaya memberi Nasehat kepada sepupunya itu


Razi menarik nafas berat Sembari mengusap wajahnya kasar. Akhirnya Razi pun mengalah.

__ADS_1


__ADS_2