
Dua bulan berlalu waktu semakin cepat kini serin menjalani kehidupan nya tanpa disamping suaminya. Refan semakin sibuk dan sudah seminggu ini ia jarang menghubungi istrinya, Yang biasanya ia tiap hari menghubungi Istrinya hanya sekedar bertanya kabar dan menanyakan keadaan putranya.
Serin duduk di taman belakan rumahnya, Menatap kearah langit yang di penuhi dengan bintang yang bersinar terang dimalam ini.
Pikirannya berkecamuk dalam hati berusaha untuk menyakinkan dirinya jika saat ini Suaminya sangat sibuk sehingga dia lupa memberi kabar kepada Nya.
Serin terlihat menarik Nafas dalam-dalam kemudian menghembuskan kembali terasa berat menjalani kehidupannya tanpa suaminya didekatnya saat ini
Ia lantas masuk kedalam dengan perasaan yang sama, Pikirannya sudah dipenuhi oleh suaminya, Rasa rindunya yang kian semakin besar ingin bertemu dengan suaminya saat ini juga
Serin menghampiri kamar putranya. Ia melangkah menghampiri putranya yang sudah tertidur pulas di dalam box tempat tidur nya.
"Sayang. Kita harus kuat ya, Ayah sedang sibuk kita tak boleh berpikir Aneh Aneh terhadapnya. "serin berbicara sendiri didepan tempat tidur putranya seolah Aidan bisa mendengar semua keluh kesahnya saat ini
serin mengangkat tubuh mungil sang putra kemudian membawa Aidan kedalam kamarnya. Serin tertidur bertepatan saat suara telpon dari Refan Suaminya.
*
*
*
__ADS_1
*
Sementara Refan yang berada di negri orang sedang duduk bersandar di sofa tempat tinggal nya, Menatap langit langit ruangan itu, pakaian kerjanya masih melekat ditubuhnya, Hari ini sangat melelahkan baginya sudah hampir seminggu ini ia merasa sangat disibukkan dengan pekerjaannya membuat dirinya sulit untuk membagi Antara pekerjaannya dengan istrinya. Refan mengusap wajahnya kasar ia merasa bersalah dengan istri nya sat ini, ia tau betul. jika serin saat ini merasa sedih. dilihat dari cctv-nya yang tersambung di ponselnya. ia dapat melihat semua yang dilakukan istrinya bahkan istrinya serin menangis seorang diri di taman belakang rumahnya yang sudah menjadi tempat favorit istrinya semenjak ia pergi.
Rasa bersalah Refan kian merasukinya saat ia mendapati sebuah rekaman Cctv-nya yang ada didalam kamarnya melihat istrinya memeluk baju kaosnya sambal menangis sesenggukan.
Refan bangkit dari duduknya kemudian melangkah masuk kedalam kamarnya membereskan semua pakaiannya. Malam ini juga ia akan terbang ke Negaranya, tidak peduli lagi dengan pekerjaannya saat ini. ia hanya percayakan dengan Asisten Ayahnya.
Rasa bersalah serta rasa rindu yang kian semakin besar membuat Refan tidak mempedulikan lagi pekerjaan.
*****
Pelan pelan serin mengerjakan matanya saat tangan kekar sudah melilit pinggangnya begitu posesif. Kesadarannya Belum sepenuhnya kembali, ia membalikkan tubuhnya. Tatapannya beralih menatap kearah seseorang yang masih tertidur pulas di sampingnya, Serin masih dalam diamnya belum sepenuhnya percaya, Berulang kali ia menggosokkan matanya untuk sekedar meyakinkan dirinya. matanya membulat menatap pria yang sudah membuatnya hampir gila selama beberapa hari ini sudah tertidur disampingnya.
Matanya melotot tak percaya saat Ia sudah ditarik kedalam dekapan Suaminya, Refan semakin mempererat pelukannya membuat serin menangis keras-keras, Refan reflek melepaskan pelukannya dan menatap istrinya meneliti setiap bagian wajahnya kali aja ia menyakiti Istrinya.
"Apa Aku menyakitimu sayang.?" Tanya Refan panik dan tambah panik lah saat serin menganggukkan kepalanya.
Refan kembali meneliti setiap wajah serin mencari bagian yang sakit, Namun serin malas menunjuk kearah Hati nya membuat Refan merasa bersalah.
"Ini yang sakit kak, kakak Jahat " Serin memukul pelan dada bidang Suaminya
__ADS_1
"Maafkan aku sayang. Disana benar benar aku sangat sibuk. "Lirih Refan dan kembali mendekap tubuh istrinya memberinya sedikit ketenangan.
"Apa kau merindukanku?" Pertanyaan bodoh menurut serin, Membuatnya ingin menonjok wajah suaminya saat ini juga. "jelas rindu lah. ! " Ketus serin menatap jengah kearah Suaminya
Refan tersenyum ingin rasanya mengerjai sedikit Istrinya itu. "Masa sih kamu merindukanku, Apa buktinya coba jika kamu merindukanku." Goda Refan yang masih Menatap kearah Istrinya yang dengan bodohnya masih kebingungan mencari jawaban yang tepat untuk meyakinkan suaminya jika dirinya memang benar merindukan nya
"Aku sangat merindukanmu sayang." serin sudah tidak sanggup lagi menahan gejolak rindunya saat ini ia lantas memeluk dan memberinya ciuman bertubi tubi di wajah Refan dan dengan gerakan cepat Refan sudah mengunci pergerakan tubuh serin. Tatapan mereka bertemu, Tatapan yang sama sama sudah dipenuhi oleh kabut gairah yang sudah lama mereka tidak merasakannya dan Saat inilah kesempatan bagi keduanya untuk memadu kasih.
Refan sudah mengungkung serin, Refan Mengintari setiap sudut wajah istrinya dengan menggunakan jarinya membuat serin terpejam menikmati sentuhan lembut tangan suaminya, Refan memberi rangsangan rangsangan kecil untuk istrinya dengan mulai mencium kening kemudian pindah ke mata lalu hidung dan terakhir ke bibir serin yang sudah sedari tadi menggodanya
Refan ******* bibir istrinya begitu lembut saling Sesap. kepalanya berpindah ke kanan dan ke kiri untuk mencari kenikmatan.
Serin membalas ciuman itu tak kalah Agresif nya hingga ciuman itu semakin ingin menuntut meminta lebih.
Lidah Refan terus bermain cantik didalam rongga mulut serin, mereka sama sama bermain lidah didalam sana saling bertukar Saliva,.
Ciuman itu kini berpindah keleher jenjang sering dan memberinya jejak kepemilikannya disana
"Aaaakh..
Suara serin tak tertahan saat tangan Refan sudah tak terkontrol lagi meremas kedua bukit kembar yang masih terbungkus Oleh baju tipis serin.
__ADS_1
"Boleh ya Aku melakukannya sekarang."Pinta Refan dengan suara seraknya. saat Refan sudah melepaskan tangannya ke bukit kembar serin.