Hasrat Cinta Asisten Pribadi

Hasrat Cinta Asisten Pribadi
lahirnya Baby Boy


__ADS_3

Dengan menggandeng tangan istrinya Refan memasuki rumah mewah Tuan Bisma, Ada rasa takut terkuras di wajah serin saat ini. Setelah sekian lama Ia akan dipertemukan kembali Dengan mantan suaminya yang kejam itu.


Genggaman tangan Refan semakin kuat saat melihat raut wajah istrinya sudah pucat pasi. Refan melirik kearah serin sambil tersenyum dari sorot matanya seolah mengatakan jika semua akan baik baik saja tidak akan terjadi apa apa.


Refan duduk diruang tamu setelah pelayan dirumah itu mempersilahkan masuk. sambil menunggu yang punya rumah sekali lagi Refan menenangkan istrinya yang saat ini masih saja takut.


"Jangan takut, Semua akan baik baik saja. oke ?" Ujar Refan


Serin hanya menganggukkan kepalanya pelan membalas tatapan suaminya.


"Sudah lama Nak." Tanya Tuan Bisma saat melangkah ke arah mereka.


"Baru Saja kami sampai Tu- tuan." Refan terlihat Kikuk tidak tau harus bersikap bagaimana di hadapan Mantan Majikannya.


Tuan Bisma tersenyum disana. " Panggil om saja " Tutur tuan Bisma Ayah Leon


"Baik Om." Sahut Refan sedikit kaku


Serin yang sedari tadi berada di dekat Suaminya hanya diam bahkan ia tak berani menyapa mantan mertuanya.


"Jangan takut Nak, lupakan semua yang pernah terjadi dan Maafkanlah kelakuan Putraku." Kata tuan Bisma tulus.


Melihat ketakutan serin, Tuan Bisma merasa sangat bersalah Akan kelakuan Anaknya dulu terhadap gadis tak bersalah didepannya


"Maafkan Aku Om." Lirih serin dengan suara yang nyaris tak terdengar


Tuan Bisma Hanya tersenyum sembari mengangguk pelan.


Tak lama kemudian. Leon masuk dan menyapa mereka yang ada diruang tamu. Pandangannya tertuju pada gadis yang sudah ia ceraikan beberapa bulan yang lalu.


Leon terkejut bukan main gadis yang masih polos dan berdandan seadaanya kini benar benar sudah menjadi wanita yang berpenampilan sangat cantik Apalagi saat ini gadis itu tengah berbadan dua. Aura kecantikan nya semakin keluar.


"Pantas saja Refan sampai jatuh cinta, Ternyata serin adalah gadis yang sangat cantik. "Jerit batin Leon saat ini


Serin reflek menunduk saat melihat Leon. kepingan ingatan nya kembali hadir begitu saja di kepalanya saat Leon menyiksanya dulu.


Rasa takut terlukis di wajah serin saat ini Semakin membuat nya berkeringat dingin. Refan yang menyadari itu membawa istrinya ke dalam dekapannya berusaha menenangkan nya.


Leon menatap sendu kearah mantan istrinya, Rasa bersalahnya saat ini sangat menyiksa batin nya. Bagaimana tidak ia menyiksa perempuan itu Tanpa Ampun.


Pelan pelan Leon melangkah kedepan Serin. Tanpa di duga Leon berlutut dihadapan serin yang masih berada didalam dekapan Suaminya.


"Maaf.." Satu kata terucap dari mulut Leon yang mampu membuat serin reflek melonggarkan pelukannya kemudian menatap kearah Leon yang tengah duduk bersimpuh di depannya.

__ADS_1


Serin terkesima ditempatnya seluruh akal sehatnya mendadak hilang hingga beberapa menit berlalu, serin masih mematung ditempatnya. Rasa takut didalam dirinya mendadsk hilang begitu saja melihat Leon kini masih bersimpuh di depan nya.


Hening tak ada sahutan lagi diantara mereka, hingga elusan lembut dari suaminya menyadarkan serin dari keterkejutan nya saat ini.


Serin menatap suaminya dengan tatapan sendu. dari sorot matanya serin seakan meminta pendapat dari suaminya karna serin saat ini tak tau harus bersikap bagaimana dengan orang yang ada dihadapanya itu.


"Kak.." Panggil serin kepada Leon dengan suara nyaris tak terdengar


Leon mendongakkan kepalanya menatap gadis itu, ia tak percaya jika serin memanggil nya kakak.


Masih mematung menatap gadis itu. Leon tersenyum tulus. " Maafkan aku " lirih Leon lagi


Serin hanya membalasnya dengan senyum tak kala tulusnya. Hingga beberapa detik kemudian Serin meringis memegang perutnya yang sangat buncit itu.


Aaaaaaaaah..


serin berteriak histeris mana kala rasa sakit diperutnya semakin tak tertahan


" Sayang kamu kenapa.! " Panik Refan


" Kak. perut Aku sakit banget. " keluh serin sela sela rasa sakitnya


" Refan. Istrimu sudah mau melahirkan." Seru Ayah Leon


Hingga pukulan tepat dikepalanya yang dilayangkan oleh Leon menyadarkannya.


" Astaga. kau ini istrimu mau melahirkan kamu masih saja diam ditempat. " Geram Leon tak habis pikir.


"Ah iya. " Refan kemudian mengangkat tubuh istrinya hendak membawanya masuk kekamar membuat Leon kembali ingin melayangkan pukulan yang lebih keras dikepalanya hingga pria itu bisa berpikir waras disaat seperti ini.


kepanikan Refan membuatnya jadi orang bodoh. hingga ia berpikir ingin membawa Istrinya kedalam kamar dan ingin membaringkan nya diatas ranjang


"Kita bawa ke Rumah sakit B*G*. " Leon mendengus kesal melihat kebodohan Refan jika dikuasai oleh rasa panik.


"Kini mereka sudah meninggalkan kediaman Ayah Leon. Mobil Leon membelah jalan raya yang tidak terlalu padat, suara rintihan sakit serin membuatnya tidak bisa fokus mengemudi.


Aaaaaah..


Teriak Leon saat serin menggigit lengannya.


" Lebih cepat lagi Leon." Teriak Refan sudah tdk tahan berada didekat istri nya.


"Diam lah. ini juga sudah lebih cepat dari biasanya, Serin Yang akan melahirkan kenapa kamu yang seolah ingin melahirkan. "Cibir Leon seraya fokus dengan jalanan raya.

__ADS_1


" Jangan banyak tanya, lebih cepat lagi."


Aaaaaaakh..


Lagi lagi Refan berteriak saat serin kembali mengigit nya Namun kali ini gigitan serin berpindah ke tangan Refan.


Mobil sampai dihalaman rumah sakit, Leon turun dan langsung membukakan pintu untuk Refan dan serin. tanpa menunggu lama Refan membawa istrinya kedalam ruang bersalin sementara Leon menunggunya diluar dengan wajah tak kala cemasnya.


"Kak..Panggil serin di sisa sisa tenaganya. Serin sudah tidak kuat, rasa sakit diperutnya semakin serin rasakan .


"Bertahan sayang. " Refan berusaha menenangkan istrinya dengan memberinya kecupan singkat dikening nya


"Aaaaaaak.."serin terus berteriak saat rasa sakit itu semakin ia rasakan.


"Ya. sedikit lagi nyonya ." Seru dokter saat ia sudah melihat kepala bayinya.


Serin kembali berkuat hingga detik berikutnya terdengar suara tangisan bayi melengking tinggi didalam ruangan bersalin.


Serin merasa sudah tidak memiliki tenaga lagi, Refan menghadiahi kecupan singkat dibibir Istrinya karna sudah memberinya kebahagian yang tak terhingga dengan kehadiran seorang bayi mungil yang akan mewarnai keseharian mereka. seorang bayi laki laki.


" Terimakasih sayang.! " Refan kembali melayangkan kecupan kekening istrinya.sebagai ucapan terimakasih nya.


Dengan tangan gemetar Refan meraih bayi mungil itu ditangan dokternya. Air matanyanya keluar begitu saja membasahi pipinya, saat bibirnya sudah menempel dipipi bayi yang masih merah itu.


Setelah Refan mengazani nya ia keluar dari ruangan bersalin dengan membawa sejuta rasa bahagianya akan kehadiran putra pertamanya.


Leon berdiri dari duduknya dan menghampiri Refan dengan penampilan yang sudah Acak-acakan.


"Bagaimana. ? " Tanya Leon khawatir melihat Refan sedari tadi hanya diam


Tak ada sahutan dari Refan membuat Leon jadi tambah khawatir, Takut jika terjadi sesuatu dengan Serin Namun Leon terkesima ditempatnya saat Refan tiba tiba memeluknya dan menangis di pelukannya.


Leon mematung masih dalam diamnya, ia bisa menyimpulkan jika saat ini serin sedang tidak baik baik saja.


Hingga suara Refan membuatnya merasa legah, Leon terlihat memejamkan matanya untuk menormalkan kembali rasa takutnya .


"Serin sudah melahirkan dan Anak kami laki laki"


" Leon melepas pelukan Refan dan memberinya semangat dengan menepuk pundak Mantan Asisten pribadinya itu.


Berharap kelak Leon juga bisa mendapatkan kebahagiannya sendiri. Tiba tiba wajah Kanaya terlintas di pikirannya membuat dirinya senyum senyum sendiri..


Like koment nya jangan lupa 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2