
Sudah beberapa hari ini Leon tak bisa menghubungi Kanaya bahkan saat ia berkunjung kerumah Kanaya. Seolah Kanaya tak memberinya kesempatan untuk menjelaskan semuanya.
"Mobil Leon membelai jalan raya menuju ke rumah Kanaya dengan tekat yang kuat Apapun yang akan Terjadi Leon akan memperjuangkan Kanaya.
Dengan semangat 45 Leon turun dari mobil mewahnya begitu sampai ke kediaman Daiyan Ayah Kanaya.
Perlahan ia melangkahkan kakinya menuju pintu masuk dengan dua kali ketukan barulah pintu terbuka terlihat Bunda Kanaya berdiri diambang pintu dengan senyum manisnya.
"Assalamualaikum!" sapa Leon ramah
"Walaikusalam" Nak Leon Datang malam malam begini Ada apa.??" Tanya Bunda Kanaya sedikit herang karena Leon tak biasanya datang malam malam begini untuk menemui Kanaya.
"Maaf Bunda. Saya datang malam malam, Saya hanya ingin menemui Kanaya sebentar, Apa boleh.?" Tanya Leon penuh harap
Bunda Kanaya tersenyum sembari mengangguk kan kepalanya. Dan mempersilahkan Leon untuk masuk sementara ia menuju kamar tidur putrinya.
Lama menunggu dengan harap harap cemas, Leon meremas kedua tangannya ia yakin jika Kanaya tidak ingin bertemu dengan nya.
Dengan langkah pelan. Kanaya menghampiri Leon dengan wajah yang masih dingin. Leon tersenyum bahagia meskipun tak ada lagi senyum di wajah cantik calon istrinya, ia masih bersyukur karna Kanaya mau menemuinya.
" Sayang maafkan aku." Ucap Leon pelan dengan suara nyaris tak terdengar, ia tertunduk takut jika Kanaya masih marah kepadanya
Tak ada sahutan Leon menarik nafas panjang, Menghadapi gadis didepannya harus penuh kesabaran.
Perlahan Leon menghampiri Kanaya dengan pindah tempat Agar lebih dekat dengan Kanaya.
Hal tak terduga yang dilakukan oleh Seorang Leon yang bahkan tak pernah ia lakukan terhadap siapapun. Leon berlutut dihadapan Kanaya berharap gadis didepannya mau memaafkannya.
__ADS_1
"Om.."lirih Kanaya Nyaris tak bersuara, Kanaya terkejut melihat Apa yang Dilakukan Leon saat ini.
"Aku memang bukan pria yang kamu harapkan, bukan pria baik, Namun Aku berjanji akan menjaga melindungi mu seumur hidupku. "Ucap Leon tulus, Menatap manik mata gadis didepannya.
Kanaya tercengang ditempatnya seolah akal sehat nya mendadak hilang ucapan Leon seakan membuat dirinya merasa bersalah.
"Om.."Panggil Kanaya
"Iya sayang.!"
"Om harus janji, jangan ada perempuan lain. "lirih Kanaya dengan suara pelan
Leon tersenyum bahagia, Ia lantas bangkit dari duduknya kemudian duduk didekat Kanaya tatapannya terus menatap ke arah gadis pujaan hatinya.
"Tidak akan.! Bagiku kamulah surgaku, Tak ada perempuan lain selain kamu." ucap leon
"Hem..Hem.." Suara deheman Ayah Kanaya dari arah belakang menyadarkan Mereka
Leon tersenyum menatap calon mertuanya, Diam beberapa saat seakan Leon mencari kata yang tepat untuk mengatakan Niatnya untuk menikahi Kanaya secepatnya Minggu depan. ia tidak ingin menunggu lama lagi ia takut jika Kanaya berubah pikiran.
"Om. Aku ingin mempercepat Akad nikah nya." Cerocos Leon pelan takut jika Ayah Kanaya tidak setuju.
Ayah Kanaya tersenyum sembari menatap kedua Orang itu didepannya."Kenapa udah kebelet ya.?" Cibir Ayah Kanaya tersenyum mengejek kearah Leon.
Leon hanya tertunduk malu. yang dikatakan calon mertuanya memang benar Leon seakan tak bisa menahan lagi, ingin menyerang Gadis pujaannya karna jujur saja selama bersama Kanaya Leon belum bersentuhan dengan kanaya, meskipun Leon pernah sekali mengecup singkat kening Kanaya Namun tetap saja Leon ingin meminta lebih.
*
__ADS_1
*
*
Setelah sukses meyakinkan kedua orang tua Kanaya, kini Leon sudah merasa bahagia bagaimana tidak Ayah Kanaya seolah memberinya jalan mulus untuk secepatnya mempersunting putri nya
Sambil senyum-senyum sendiri, Leon melangkah menuju kamar pribadinya dengan pandangan Mengintari setiap sudut ruangan yang Nampak sunyi seperti kuburan, ia sudah membayangkan jika ia dan Kanaya hidup bersama maka rumah mewah tempat tinggal nya tidak seperti kuburan lagi.
Setelah membersihkan dirinya Leon beranjak ketempat tidur Namun sebelum merebahkan tubuhnya Leon melakukan panggilan video call dengan sang pujaan hati.
Hanya sekali deringan Kanaya langsung menerima panggilannya.
"Assalamualaikum Sayang"
"Walaaikumsalam" Ucapnya malu malu dengan rona merah terpancar di wajah cantiknya, bagaimana tidak Leon saat ini hanya menggunakan baju tanpa lengan hingga otot-otot di lengannya terlihat jelas.
"Kenapa hm...!" Ujar Leon tersenyum mengejek disana ia sudah tau jika Kanaya saat ini merasa tidak nyaman dengan baju yang ia pakai.
"Om.!" Bisa tidak bajunya di ganti..?" Seru Kanaya dengan mengalihkan kamera ponselnya kearah lain
"Kamu harus terbiasa sayang, lusa juga kita sudah sah menjadi suami istri." Goda Leon saat melihat raut wajah Kanaya yang memerah bak kepiting rebus
"Ingat ya Om kita belum sah Aku tidak mau jika om selalu bersikap seperti ini." ketus Kanaya yang langsung mematikan sambungan telponnya.
Leon hanya tersenyum melihat tingkah Calon istrinya yang Bertingkah seperti anak kecil.
"Tunggu saja Aku tidak akan melepaskan mu Barang sedikitpun setelah kita sudah sah Nantinya." Gumam Leon langsung berbaring diatas tempat tidur dengan sejuta rasa bahagia di hatinya.
__ADS_1
"