
Refan Melangkah masuk kedalam rumah, wajah lelah seketika berganti dengan rasa bahagia yang merasuk hingga ke dalam hatinya saat mendengar suara tangisan bayi dari Arah kamar mereka.
Refan menuju Arah dapur kemudian menuang Segelas air putih dan meminumnya hingga tandas tak tersisa.
Bik Num Melihat majikannya berada di dapur, ia kemudian melangkah menghampirinya
"Tuan butuh sesuatu?"
Refan menatap sekilas kearah Bik Num " Tidak bik " Jawab nya disertai gelengan kepala
Lalu ia bangkit dan menuju kamar mereka karna mendengar Putranya yang sedari tadi menangis
"Assalamualaikum , Sayang"
Refan masuk dan langsung menghadiahi kecupan hangat di kening istrinya
"Walaaikumsalam"
Serin menyambut suaminya dengan senyuman hangat, Kemudian meletakkan baby Aidan ke box tempat tidur nya.
"Bagaimana baby Aidan hari ini rewel gak.! " Tanya Refan sambil membuka satu persatu kacing baju nya kemudian meletakkan ketempat cucian
Serin tersenyum sembari menggelengkan kepalanya. kemudian beralih menatap kembali putranya yang sudah terlelap setelah selesai menyusui.
Serin menyiapkan baju ganti suaminya setelah Refan masuk kekamar mandi.
__ADS_1
Tak berselang lama Refan keluar dengan wajah yang Tampak lebih segar dengan menggosok gosokkan handuk kecil dikepalanya
"Sini Sayang, biar Aku yang keringkan rambutnya." Serin mengambil Alih handuk kecil itu kemudian mengosok rambut basah Suaminya
Serin Berdiri didepan suaminya yang duduk dipinggiran ranjang. Refan melilitkan tangannya ke pinggang serin menghirup Aroma tubuh yang selalu membuatnya merasa nyaman.
Lama berada diposisi itu Refan mengajak istrinya ke meja rias menuntun serin dengan memegang kedua bahu serin dari belakang.
Serin menatap pantulan dirinya di depan cermin dengan heran. "Ngapain Suaminya membawanya ketempat ini" Pikir Serin dalam hati
Refan mengeluarkan sebuah kalung bertahtakan berlian dari saku celana yang ia kenakan saat ini. kemudian memasangkannya keleher Istri nya.
Mata serin membulat sempurna tangannya membekap mulutnya seolah tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini, Suaminya memberinya sebuah kalung bertahtakan berlian yang ditafsir harganya cukup mahal.
Diam tak ada kata yang mampu keluar dari mulut serin, Matanya tampak berkaca kaca.
Terkejut sudah pasti, Serin bahkan tidak ingat tanggal kelahirannya sendiri lalu bagaimana dengan suaminya, Dari mana suaminya tau jika hati ini Adalah ulang tahunnya."Serin berperan dalam pikirannya sendiri
Hingga 5 menit berlalu serin membatu ditempatnya menatap kearah suaminya lewat pantulan dari Cermin. Air matanya seolah mewakili perasaannya saat ini.
"Apa kau suka?" Pertanyaan suaminya menyadarkan nya saat itu juga kemudian memegang kalung pemberian suaminya.
"Sa-sayang.."Suara serin tercekat lidahnya keluh hanya untuk sekedar mengucapkan kata.
"Terimakasih kasih sayang." Ucapnya kemudian.
__ADS_1
"Refan tersenyum sembari membalikkan tubuh istrinya menghadap kearahnya Hingga posisi mereka saat ini hanya berjarak beberapa Senti saja.
Cup
Refan mengecup singkat bibir mungil serin. membuat serin tersipu malu, rona merah terpancar di wajahnya.
"Aku mencintaimu istriku" Ucap Refan kemudian memeluk tubuh istrinya begitu erat.
****
Leon berdiri tepat didepan gerbang sekolah Kanaya dengan menatap tajam kearah pria yang selalu membuatnya merasa geram sendiri. Selalu saja menghalanginya setiap melakukan pendekatan dengan Kanaya.
"Jangan harap kamu bisa mendapatkan Kanaya." Ucapan yang bernada Ancaman yang di ucapkan Razi terhadap Leon. membuat Leon tak bergeming sedikitpun bahkan ia tak mau kalah dan membalas ucapan pria itu.
"Apapun yang terjadi Kanaya akan menjadi milikku." Leon seolah menantang pria didepannya itu
Razi terkekeh kecil sembari tersenyum mengejek disana. " Kamu pikir saya bodoh. Kau bahkan tidak pantas bersanding dengan Kanaya."
"Apa maksud kamu." Sentak Leon tak terima perkataan Razi
"Cih. Siapa yang tidak kenal denganmu, seorang Casanova bergonta-ganti pasangan" Razi tersenyum puas melihat raut wajah pria didepannya itu
Leon terdiam tak bisa berkata-kata lagi, Darimana pemuda itu tau kehidupan nya dulu sebelum mengenal Kanaya" begitulah kira kira dipikiran Leon saat ini Masih dalam diamnya menatap kearah Razi dengan wajah bingung nya
"Kenapa. Apa kau terkejut.??"
__ADS_1
"Brengsek." Umpat Leon dalam hatinya..