
Leon membenarkan penampilannya didepan cermin. Berulang kali Leon mengganti warna dasinya untuk menyesuaikan dengan kemeja yang dipakainya. Untuk pertama kali dalam sejarah hidupnya, Leon merasa deg degan seperti ini. Biasanya ia sangat cuek
Semenjak pertemuannya td siang dengan gadis remaja itu. membuat Leon menjadi uring-uringan ingin mengenal lebih dalam lagi dengan gadis itu.
Sudah setengah jam berdiri didepan cermin Namun Leon seakan belum puas dengan penampilannya sendiri.
pandangannya beralih menatap jam dinding yang ada di didalam kamar nya sudah menunjukkan pukul setengah tujuh malam.
Leon bergegas keluar dari kamar dan meninggalkan Rumah mewahnya mengendarai mobil dgn kecepatan sedang.
Senyum tak pernah hilang dari sudut bibir nya. Leon seakan mendapatkan kembali kebahagiannya. kebahagian yang tak pernah ia rasakan selama ini
Mobil Leon berhenti tepat didepan rumah Tuan Daiyan rekan bisnisnya, Leon masih berdiam diri didalam mobilnya untuk menormalkan detak jantungnya yang seolah ingin melompat keluar.
Perlahan lahan Leon keluar dari mobil melangkah masuk dan mengetuk pintunya.
Seorang perempuan paruh baya berdiri diambang pintu dan memberi salam dengan ramah. Mempersilahkan Leon masuk.
Leon duduk diruang tamu dengan pandangan Mengintari setiap sudut ruangan, Sampai matanya menangkap sosok gadis remaja yang sedari tadi berhasil mengganggu pikirannya, turun dari tangga dengan gaya Anggunnya memakai pakaian syar'i
Leon tercengang menatap kearah gadis itu Tanpa sedikitpun mengedipkan Matanya. Tampak kekaguman di wajahnya. "Cantik" Satu kata yang terlontar Begitu saja dari mulut Leon hingga bibirnya melengkung membentuk sebuah senyuman.
"Selamat malam tuan Leon." Sapa pria paruh baya didepannya
"Selamat malam tuan Daiyan." Jawab Leon tak kalah ramahnya
" Suatu kehormatan bagi kami sekeluarga bisa kedatangan tuan leon ke kediaman kami.'
" jangan seperti ini tuan. Saya merasa tersanjung. " Sahut Leon Namun tatapannya sesekali menangkap gadis yang kini berjalan kearahnya.
"Selamat malam Om." Sapa gadis itu dengan senyum mengembang
__ADS_1
Deg..
Jantung Leon seakan ingin melompat keluar sekujur tubuhnya sudah dipenuhi keringat dingin, ini kali pertamanya ia merasakan hal seperti ini.
Leon hanya membalasnya dengan senyuman tanpa ingin menyahutinya, Ia terlalu grogi harus berhadapan dengan gadis didepan nya ini.
Gadis itu duduk disamping Ayahnya, dengan berlenguk manja di lengan Ayahnya
Malam semakin larut setelah Acara makan malamnya. Leon segera pamit pulang Namun sebelum melangkah keluar ia sempat melirik gadis itu lagi.
Leon menghentikan langkahnya saat telinganya menangkap suara nyaring ditelinga memanggil Namanya.
"Om Leon..!"
Leon menoleh, terlihat gadis itu sedang menghampirinya. jantung Leon semakin tak terkontrol mana kala gadis itu semakin mendekat kearahnya.
"Iya.!
" Om Leon, Mau gak gabung dengan kami, Membantu orang orang yang kurang mampu. " Ucap gadis itu penuh harap
"Boleh.! Besok datanglah ke kantorku"
"Terimakasih kasih Om." Ucap gadis itu dengan senyum manisnya membuat Leon seketika hilang akal sehat nya Namun ia dengan cepat menormalkan kembali kesadarannya.
*
*
*
*
__ADS_1
Refan menatap tak percaya dengan orang yang berdiri didepannya. seluruh akal sehatnya mendadak hilang. Ingin meyakinkan sekali lagi dengan apa yang ia lihat sekarang adalah nyata, Refan mencubit kecil yang tangannya .
Leon berdecak kesal sembari duduk didepan Refan yang masih mematung ditempatnya.
"Cih...Dasar sombong." Umpat Leon tersenyum mengejek
Masih dalam diamnya Refan tak mampu berkata apa-apa lidahnya keluh hanya untuk sekedar mengucapkan kata kata.
"Jangan bilang kalau kamu ingin..."Refan menjedah ucapanya terlihat ragu untuk melanjutkan nya
"Hilangkan pikiran buruk mu terhadapku, Aku memang brengsek tapi aku bukan orang sepertimu yang mau merebut istri orang." Cibir Leon tersenyum puas melihat Refan sudah tak bisa berkata kata lagi.
Leon seolah melempar perkataan yang mampu membungkam mulut Refan.
Refan mendengus kesal mantan bosnya seolah membuatnya merasa tidak nyaman dengan perkataannya barusan.
"Aku kesini ingin minta maaf. Sampaikan maaf ku untuk serin."Ucap Leon tulus
Terkejut sudah pasti Refan tidak percaya dengan apa yang ia dengar saat ini. yang ia kenal selama menjadi Asisten pribadi Leon, Leon tidak pernah membuang harga dirinya hanya untuk meminta Maaf.
Hening tak ada lagi yang membuka suara hingga Leon mengatakan hal yang mengejutkan buat Refan." Datanglah dan bawa istrimu kerumah Ayah." Setelah mengucapkan itu Leon meninggalkan Refan yang masih dalam keterkejutannya.
Namun sebelum menghilang dibalik pintu , Leon kembali membalikkan badannya menghadap ke arah Refan kemudian mengatakan sesuatu yang lagi lagi membuat Refan terkejut setengah mati.
Ucapan Leon seakan menggambarkan dirinya adalah orang yang sangat penting bagi Leon .
"Aku sudah insyaf dan Aku menyukai seorang gadis cantik, dan kau orang pertama yang tau itu. " Ucap Leon Kemudian meninggalkan ruangan Refan sembari tersenyum ceria.
Tak ada lagi Leon yang kaku yang pelik tersenyum. Sekaran Leon seolah mendapat kehidupan nya yang baru...
Like
__ADS_1
koment
🙏🙏🙏🙏