Hasrat Cinta Asisten Pribadi

Hasrat Cinta Asisten Pribadi
Bab 45


__ADS_3

Refan memandangi wajah pucat istrinya yang masih tertidur sehabis operasi. Sudah 1 malam Istrinya tak kunjung bangun membuat Refan merasa takut jika terjadi sesuatu dengan istrinya.


"Sa-yang." Suara lenguhan lemah keluar dari mulut serin


Refan yang tertidur disampingnya terbangun mendengar suara lemah istrinya.


"Sayang, Kamu sudah bangun.?


Serin hanya mengangguk pelan,"


Refan berdiri disisi istrinya melayangkan kecupan singkat dikening istrinya,


"Maaf karna sudah membuatmu seperti ini." Sesal Refan


Serin tersenyum menatap suaminya, Sembari menggelengkan kepalanya.


"Tidak, ini bukan salahmu." Serin berusaha menenangkan suaminya


Menyadari ada yang kurang didalam ruangan itu, serin mulai mengingat putranya.


"Aidan.."


"Tenang sayang, Baby Aidan aman bersama Leon dan Kanaya."


Serin bernafas legah, Ia tidak khawatir jika Putranya bersama Leon, karena Aidan sangat lengket dengan Leon.

__ADS_1


"Apa ini masih sakit.?" Refan menunjuk bagian perut istrinya dengan penuh rasa bersalah.


"Sedikit, Bohong jika serin tidak merasakan sakit, Melihat raut wajah suaminya yang terus menyalahkan dirinya, Membuatnya merasa kasian melihatnya ia berusaha untuk meyakinkan suaminya jika ia benar benar baik baik saja.


"Sayang, Sungguh aku tidak apa apa. Perutku memang masih terasa sakit tapi rasa sakitnya hilang begitu saja jika sudah melihatmu ada didekat ku."


Refan tersenyum, ia tau jika Istrinya berusaha menenangkannya agar tidak terus menerus menyalahkan dirinya sendiri.


Serin menggeser sedikit dan menyuruh suaminya untuk naik ketempat tidur.


Dengan senang hati Refan menuruti keinginan Istri tercintanya.


Refan memeluk tubuh istrinya dengan erat seakan menumpahkan segala kegelisahan nya terhadap istrinya selama Serin dalam ruang operasi


"Kau hampir membuatku mati mendadak sayang." Refan mengelus kepala istrinya penuh sayang mengutarakan perasaannya saat melihat istrinya tak sadarkan diri


Jangan menggodaku sayang. Nanti adik kecilku bangun minta untuk dimanjakan "Refan terkekeh kecil Menatap kearah Istrinya ," Ujar Refan saat Serin bergerak gelisah diperlukannya hingga tanpa sadar dia sudah menyentuk aset berharga Suaminya


"Sayang....," Sahut serin manja.


Refan tertawa kecil mendengar suara manja istrinya.


"Setelah kamu sembuh aku berencana untuk membuat Adik untuk Aidan. "Bisik Refan ketelinga serin membuat gadis itu meremang karna Refan sudah menggigit kecil lehernya


"Aidan masih kecil sayang, Masih butuh perhatian yang cukup dari kita.

__ADS_1


"Jangan khawatir sayang, Aidan tidak akan kekurangan kasih sayang, karna Aidan banyak yang menyayangi nya termasuk pamannya yang menyebalkan itu.


"Kamu mau kan? " Tanya Refan sekali lagi.


Serin hanya mengangguk kecil sembari tersenyum tulus kearah suaminya.


*****


Leon dan Kanaya datang berkunjung setelah mendapat kabar dari Refan jika Serin sudah sadar.


Aidan ia titipkan ke bunda Sely, Leon tidak ingin membawa Baby Aidan kerumah sakit karna dirumah sakit banyak virus penyakit.


"Assalamualaikum.


"Walaikusalam." jawab Refan bersamaan dengan Serin


Kanaya menghampiri serin dengan senyum penuh ketulusan, melihat itu serin merasa sangat bahagia, Terlebih serin sangat bersyukur karena Leon sudah mendapatkan gadis yang tepat untuk dijadikan istri.


"Bagaimana keadaannya sekarang kak." Tanya Kanaya antusias


"Alhamdulillah sudah agak baikan dek."


"Syukurlah,! Kakak gak usah mikirin Baby Aidan, Baby Aidan gak rewel kak,


"Terimakasih ya dek, Kakak sudah merepotkan mu." Serin tertunduk

__ADS_1


Kanaya menggeleng seraya menggenggam tangan serin," Baby Aidan sudah aku anggap seperti anak sendiri, Jadi kakak gak usah merasa tidak enak gitu." Kanaya berusaha menenangkan Serin.


Sementara kedua pria itu yang sedari td hanya menatap interaksi kedua wanitanya itu hanya bisa tersenyum, terlebih Leon merasa bangga dengan istri kecilnya, Meskipun istrinya masih muda namun cara berpikirnya sangat dewasa.


__ADS_2