
Kanaya menatap Ayah dan bundanya bergantian. Kanaya merasa heran dengan mereka.
"Suaminya yang sakit kenapa malah dia yang ingin di periksa," Pikir kanaya
"Bun. Mas Leon yang sakit kok Kanaya yang diperiksa.," Protes Kanaya
Sely bunda Kanaya menghampiri putrinya yang masih mematung ditempatnya. tak ingin di periksa oleh dokter Nita.
"Gak apa apa sayang, Sebentar juga kamu akan tau.," Ucap Sely dengan Suara lembut.
Leon yang sedari tadi mual kini sudah merasa agak baikan, sama hal nya dengan Istrinya, Leon juga merasa kalau kedua Mertuanya sedikit aneh.
"Jangan menatapku seperti itu nanti juga kamu akan tau.," ketus Daiyan menatap kearah menantunya
Kanaya pun terpaksa masuk kekamar mandi dan mencoba tes kehamilan yang sudah diberikan oleh dokter tadi.
5 menit berlalu Kanaya keluar dengan membawa tespect yang ia sendiri tidak tau benda apa yang ia pegang itu.
Kanaya langsung menyerahkan benda itu ketangan dokter Nita.
Sementara Leon mulai memahami maksud dari kedua mertuanya. "Semoga Kanaya positif hamil," Gumam Leon masih bisa didengar oleh Daiyan
"Amin...,"Ucap seli yang sedari tadi berada di dekat Leon
mereka semua sudah berada didalam kamar Leon.
__ADS_1
"Selamat tuan, Istri anda positif hamil." Ujar Dokter Nita
"Apa..!!, Ha...hamil dok?" Suara Leon terbata Nampak jelas raut wajahnya yang sangat terkejut, seolah kesadarannya mendadak hilang
"Hey, Istri hamil kok malah bengong.," Daiyan menepuk pundak menantunya itu
"Ah, Iya. Leon pun langsung menghadiahi istrinya dengan ciuman bertubi tubi di wajahnya membuat Daiyan merasa geram, Menantu nya selalu tak tau tempat padahal dokter Nita masih ada di ruangan ini.
"Makasih sayang.," Ucap Leon dengan mata yang Nampak berkaca-kaca ia tak bisa mempercayai semua ini jika Allah masih mempercayai nya untuk memiliki momongan.
"Untuk lebih memastikan lagi , Tuan bisa bawa istri anda kerumah sakit untuk periksa," tutur dokter Nita.
"Baik dok.,
Kini tinggal Leon dan istrinya di dalam kamar, Leon tak henti hentinya bersyukur atas nikmat yang luar biasa ini, "Terimakasih sayang. kamu sudah hadir didalam hidupku mewarnai hari hariku yang sempat berantakan.," Ucap Leon tulus
Kanaya langsung berhambur memeluk suaminya, Kanaya Tidak pernah peduli dengan masa lalu suaminya yang suka berganti ganti perempuan. Yang penting sekarang suaminya sudah berubah dan sangat memanjakannya.
*
*
*
*
__ADS_1
*
Kehamilan Kanaya yang sudah menginjak 3 bulan, membuat Leon ekstra sabar menghadapi sikap istrinya yang berubah ubah. Leon selalu hati hati dalam mengucapkan kata kata setiap bersama istrinya salah kata saja Kanaya akan menangis.
"Sayang . kamu makan ya, Kalau kamu tidak makan bagaimana dengan Dedek didalam perutmu.
"Aku maunya ketemu sama Aidan.," Sahut Kanaya
"Iya, nanti kita kesana.," kata Leon berusaha membujuk Istrinya
"Janji.
"Iya.
Kanaya pun makan dengan di suapi oleh suaminya dan dengan telaten Leon menyuapi Kanaya hingga nasi dipirinnya habis tak tersisa.
"Good girl., "Leon membersihkan sisa sisa nasi di mulut Kanaya.
"Sayang. Kita ke rumah Mbak serin Sekaran ya, Aku sangat merindukan Aidan. ," Pinta Kanaya dengan manja
Leon nampak memikirkan sesuatu, bukan tidak ingin membawa Kanaya ke rumah serin tapi untuk saat ini serin masih dalam keadaan yang tidak baik semenjak Refan tak pernah ada kabar selama beberapa bulan terakhir ini.
Hayyo kemana Refan..dan ada apa dengan Serin..??
Jang lupa
__ADS_1
like